Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Google + Ditutup Akibat Kebocoran Data Ratusan Ribu Pengguna

Celah keamanan (bug) di media sosial Google+ mengekspos 500.000 data pribadi pengguna. Data itu mencakup nama, alamat e-mail, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan data-data lain yang dimasukkan pengguna saat mendaftar.

Google kabarnya akan menutup layanan media sosialnya, Google+ (baca: Google Plus). Alasannya tak lain karena perusahaan baru saja mengungkap kalau Google+ kebocoran ratusan ribu data pribadi penggunanya. Lebih dari 500.000 pengguna terkena imbas dari kebocoran ini.

Dilansir Reuters pada Selasa (9/10/2018), penyebab kebocoran data pengguna diduga berasal dari sebuah bug API di dalam platform, yang bisa memberikan akses kepada pengembang aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna Google+.  Akibat kebocoran ini, ratusan aplikasi dapat mengakses data pengguna, termasuk pekerjaan, umur, dan informasi lokasi.

Belum ada informasi kartu kredit atau bank yang ikut bocor, namun tereksposnya informasi pribadi seperti itu pastinya membuat pengguna resah.  Insiden keamanan ini ternyata sudah terjadi selama tiga tahun, dari 2015 hingga Maret 2018. Namun, Google baru mengumumkannya ke khalayak pada Senin (8/10/2018) waktu setempat melalui blog resminya tentang project strobe

"Kami belum menemukan bukti kalau ada pengembang yang sudah sadar akan bug ini, atau menyalahgunakan API. Kami juga belum menemukan ada satu data pun yang disalahgunakan,"ujar VP Engineering Google Ben Smith.

Google nantinya dikabarkan bakal merombak izin akun untuk memungkinkan pengguna memilih data yang ingin dibagikan kepada aplikasi pihak ketiga.

Tak cuma itu, Google juga akan membatasi kemampuan aplikasi pihak ketiga untuk bisa mengakses data penggunanya.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

farnas abas

banjarmasin

“hidup soal keseimbangan. Bersyukur dan bersyukur!!!”