Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Kita Terlena, Inilah 3 Kesalahan Besar Google Terhadap Rakyat Indonesia

Google, siapa yang tak kenal dengan mesin pencari yang satu ini? Tapi, tahukah kalian tentang dosa besar yang Google lakukan terhadap negeri tercinta kita ini? Simak artikelnya!

Tak sadarkah kita, bahwa sebagian besar aktifitas yang kita lakukan di internet semuanya bakalan ada timbal baliknya.

Taruhlah Search Engine “Google”.

Meskipun digadang-gadang sebagai layanan gratis untuk mencari berbagai macam informasi di dunia maya.

Faktanya tak sedemikian rupa.

Ada harga yang harus kita bayar untuk menebus semua itu.

Iya, target iklan yang tepat sasaran.

Terhadap segala data yang pernah kita input, semuanya terekam rapi di dunia maya.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Sepele Yang Tak Mampu Dijawab Google

Terlepas dari semua itu. Ternyata Google juga punya kesalahan-kesalahan yang bukan saja berdampak pada Indonesia, tapi juga dunia.

Berikut 3 Dosa Besar Google terhadap Rakyat Indonesia.

1. Google Tidak Fair

Beberapa hari yang lalu, aku pergi ke counter untuk menemani ponakan membeli HP baru. Iya taulah, apa yang diinginkan kids jaman now.

Setelah HP aku keluarkan dari dosbook, ada satu hal yang mungkin tak pernah aku sadari sebelumnya.

Coba deh teman-teman perhatikan, saat beli HP baru misalnya. Buka tampilan home screen dan lihatlah!

Aplikasi; Chrome, YouTube, PlayStore, semuanya ada di tampilan muka layar HP.

Milik siapakah itu semua?

Google kan? Iya begitulah.

Lalu, saat kita login pada 3 aplikasi tersebut, akun apa yang diminta.

Google lagi :(

Hmm, satu lagi. Ketika mengetikkkan kata email di mesin pencari.

Kemana kita akan diarahin?

Gmail kan?

Dan lagi-lagi kita akan diminta untuk login menggunakan akun Google untuk bisa mengaksesnya.

Itulah mengapa pencarian yang kita lakukan di search engine ini tidak pernah fair.

Semuanya ditunggangi oleh Google, tanpa sepengetahuan publik.

Jika sudah begini, siapa lagi yang paling berkuasa?

2. Google Maps : Petunjuk bagi yang TERSESAT!

Tersesat yang dimaksud di sini bukanlah tentang ajaran sesat.

Melainkan tersesat saat kita tidak tahu jalan mana yang akan kita pilih.

Pada saat kita berpergian misalnya, aplikasi Google Maps menjadi rujukan pertama saat kita bingung dan tak hafal jalan yang akan kita lalui.

Tapi, tahukah kita bahwa Google dengan sangat leluasa dapat mengetahui posisi di mana kita berada.

Yang menjadi ancaman; presiden, wakil presiden, seluruh pejabat tinggi negara, instansi militer hingga tempat-tempat rahasia. Semuanya dapat terlacak dengan mudah.

Berdasarkan undang-undang negara, peta dasar sebuah wilayah hanya bisa disediakan oleh negara.

Dalam hal ini, Google sudah melanggar peraturan ini dengan menyediakan peta yang cukup tinggi akurasinya.

Bayangkan, apa kita yakin Google tak bisa mendeteksi jumlah tank dan pesawat tempur yang kita miliki.

Atau bagaimana dengan istana negara, presiden dan wakil presiden?

Apakah dapat dipastikan semuanya dapat terbebas dari ancaman?

3. Auto Banned, Adsense Publisher Indonesia?

Bagi para Publisher Adsense, baik itu Blog atau YouTube.

Apa yang kalian rasakan jika suatu waktu pernah mendapatkan email Adsense.

“Your Accout Has Disabled”

Sebagai penulis blog, jujur, aku pernah mengalamu bagaimana kecewanya dengan hal ini.

Bagaimana tidak, google dengan semena-semena mem-banned akun Adsense yang aku punya. Tanpa aku ketahui sebabnya.

Jika perusahaan sebesar Google selalu menyalahkan Publishernya dan mendewakan Advertiser, lalu kenapa setiap dollar dari akun yang ter-banned, yang selalu dibilang akan dikembalikan ke pemasang iklan (advertiser) tidak pernah terjadi.

Jujur saya bukan anti terhadap semua produk-produk Google. Toh, mereka juga banyak membantu aktifitas kita di luar.

Namun rasanya memang perusahaan ini perlu pesaing yang sebanding. Karena, kecewa rasanya selalu berada di posisi yang tidak mengenakkan.

Referensi: Bixbux

Baca artikel lainnya yuk: Jika Semuanya Sudah Ada di Google, Buat Apa Kuliah?

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Kak Yull

“Sharing is a part of my soul”