Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Mengapa Area Padang Pasir Tidak Cocok dijadikan Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya?

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) cukup populer akhir-akhir ini. Hanya dengan memanaskan panel surya di area yang cukup tersinari cahaya matahari, kita sudah bisa mendapat listrik secara gratis. Area gurun merupakan lokasi yang cukup banyak mendapat cahaya matahari, tapi apakah cocok untuk tempat PLTS?

Semua orang juga setuju kalau area padang pasir merupakan tempat yang nyaman bagi matahari untuk menyiramkan cahayanya di atas tanah gurun.

Sebut saja Gurun Sahara yang merupakan gurun terluas di dunia dengan luas 9.100.000 km2. Pertanyaan kita sebagai anak teknik, apakah bagus jika di area gurun tersebut dijadikan sebagai tempat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)?

Secara logika sih masuk akal. Toh di sana kan areanya luas dan sinar matahari juga melimpah.

Tapi sayangnya, para insinyur harus mempertimbangkan ulang mengenai hal ini. Beberapa alasannya adalah:

1. Debu

Debu merupakan partikel yang cukup banyak kita temukan di area padang pasir. Kabar buruknya jika terjadi badai pasir, debu-debu tersebut akan berterbangan dan jatuh menutupi panel.

Sebuah solar panel mempunyai efisiensi berkisar 15% hingga 20 %. Bagaimana jadinya jika panel-panel tersebut tertutupi oleh debu, tentu akan mengurangi efisiensinya.

Selain itu, ada masalah lain yang timbul jika hal itu terjadi. Debu yang menempel di panel akan sangat sulit dibersihkan dan proses maintenance tentu membutuhkan biaya yang besar.

2. Panas

Tahukah kamu berapa nilai suhu rata-rata di sebuah gurun? Temperatur di sana bisa mencapai 58 derajat celcius. Ini akan sangat panas sekali untuk komponen panel surya yang pada umumnya bersifat semikonduktor.

Akibatnya, karena suhu yang tinggi di gurun. Efisiensi panel bisa menurun, sehingga arus listrik yang dihasilkan tidak maksimal.

3. Transmisi

Lokasi yang jauh dari pemukiman (pedesaan atau perkotaan) membuat penyaluran listrik terhambat.

Pasalnya, saat energi listrik ditransmisikan dari pembangkit menuju rumah-rumah (beban), efisiensi energi bisa berkurang. Karena energi listrik yang dialirkan tersebut bisa mengalami rugi-rugi jaringan transmisi mencapai 10%.

Kesimpulannya, selain biaya pembangunan jaringan yang relatif mahal, efisiensi energi juga perlu dipertimbangkan oleh para insinyur.

Lalu, apakah dengan adanya persoalan-persoalan ini kita tidak bisa membangun PLTS di area gurun. Tentunya tidak!

Saat ini sudah ada PLTS terbesar bernama Villanueva Solar Plants yang berlokasi di Viesca, Meksiko.

Kapasitasnya sebesar 754 MW dan sudah beroperasi sejak Maret 2018.

Tapi karena mengingat 3 poin diatas sangat mempengaruhi efisiensi listrik dari solar panel, makanya jarang kita temui ada PLTS di area padang pasir.

Nah itulah informasi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

Referensi: Quora

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Kak Yull

“Sharing is a part of my soul”