Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Nggak Mau Kelihatan Bodoh? Jangan Ucapkan 7 Kata Ini Ketika Berkomunikasi!

Selain pengetahuan luas tentang suatu materi, diperlukan diksi (pemilihan kata) yang tepat saat berbicara. Berikut kata yang sebaiknya kamu hindari saat berkomunikasi di depan umum.

Pada suatu hari, ketika ada presentasi. Beberapa audiens mendengarnya dengan seksama.

“Emmm baik, kali ini kami akan membahas materi tentang simbiosis mutualisme. Apa artinya? Emmm, simbiosis mutualisme yaitu interaksi antara makhkuk hidup yang saling menguntungkan. Emmm, sebagaimana yang kita tahu…”

STOP!

Tidak usah dilanjutkan.

Kenapa berhenti? Bagi sebagian audiens itu akan terdengar biasa saja.

Emang ada yang salah? Enggak juga sih. Tapi bayangin aja deh selama kurang lebih 10 hingga 15 menit kamu akan mendengar kata “emmm” diulang-ulang terus.

Bosen juga kan. Bisa-bisa pendengar lain akan merasa gabut dan akhirnya WALK OUT.

Hahaha.

Yakin deh, kalian pasti pernah kan mengalami hal yang sama?

Memang sih kata “emmm” ini nggak ada artinya. Coba aja cari di KBBI kalau nggak percaya.

Kata ini hanya sebuah senjata yang digunakan untuk ice breaking.

Menurut Nida (2011), ice breaking bisa diartikan sebagai upaya untuk memecahkan atau mencairkan suasana yang kaku seperti es agar lebih mengalir dan santai.

Sebenernya banyak kata-kata lain sih selain “emmm”.

Emmm, apa ya?

Daripada mengulang-ulang kata “emmm”, kamu bisa menggunakan kata (baik, okay, yeah) agar apa yang kamu bicarakan tidak terdengar garing.

Nah di atas hanya sebuah contoh bagaimana agar obrolanmu di depan publik tidak terkesan monoton.

Selanjutnya, ada beberapa kata yang sebaiknya kamu hindari ketika sedang berbicara di depan umum.

Kenapa? Karena itu akan sedikit menurunkan kredibilitasmu.

7 Kata yang Sebaiknya Dihindari Ketika Berkomunikasi

1. Mungkin

Saat sedang tampil di depan umum di mana kamu dipercaya menjadi pembicaranya.

Contoh: pidato, presentasi karya, seminar, dll.

Jangan pernah mengatakan “mungkin”.

Sebagai penguasa panggung, kamulah satu-satunya orang yang menjadi pusat perhatian.

Ketika kamu bilang ” mungkin”, itu akan menurunkan > 30 % tingkat keyakinan audiens.

Apa artinya?

FIFTY-FIFTY.

Antara ya dan tidak.

Maka dari itu, jangan buat audiens bingung karena argumenmu yang setengah-setengah.

Sebaiknya, berargumenlah disertai dengan data-data yang valid dan terpercaya.

Kuncinya: Banyak membaca dan melakukan analisa.

2. Kayaknya

Sama halnya kata “mungkin”. Kayaknya adalah kata yang sering dipakai orang ketika sedang mengobrol.

Dengan mengatakan “kayaknya” itu akan menandakan kalau kamu nggak yakin.

Kalau kamu saja nggak yakin, gimana dengan lawan bicaramu?

Maka dari itu, berusahalah untuk membuang kebiasaan buruk ini jika tidak yakin dengan pendapatmu.

Mengakui “Maaf, saya tidak tahu.” itu lebih baik daripada berkata "kayaknya".

3. Menurutmu?

Kata ini nggak bisa dipakai di sembarang tempat.

Akan terkesan tidak sopan bila kita berkata “menurutmu” pada seseorang yang kita sendiri tidak tahu kredibilitasnya.

Meminta pendapat orang lain memang bagus, tapi tidak selalu begitu.

4. Menurut saya

Jangan berkata “menurut saya” jika kamu tidak dimintai pendapat secara langsung oleh seseorang.

"Menurut saya" boleh dipakai jika kamu menambahkannya dengan data-data ilmiah.

Kata ini akan terkesan subyektif bila kamu memaksakan pendapatmu sendiri di depan umum.

Maka dari itu diperlukan data yang valid untuk mendukung argumen yang ingin kamu sampaikan.

5. Cuman Becanda

Kita tidak pernah tahu kondisi hati seseorang.

Dengan melakukan hal-hal konyol yang justru melukai hati seseorang, lalu dengan enaknya bilang “cuman becanda” itu rasanya tidak etis.

Sebaiknya, jika ingin membuat lawakan. Lihatlah dulu sikon (situasi dan kondisinya).

Jangan karena ingin diperhatikan, malah berbuat yang tidak pantas.

6. So?

“Din, tau nggak sih kemarin ada temen kita yang bolos dan nekat lompat pagar kampus lho.” ujar Dini.

“So?”

“Itu mahasiswa yang sok iyes di kampus”

“So?”

A few seconds later.

PLAKKKKK!!!

Sebuah mouse-pad melayang tepat ke wajah Dini.

Hahaha…

Kesel kan?

Makanya jangan suka bilang So?

7. Terserah

Kata ini pasti udah nggak asing dong di mata kalian?

Eh telinga ding.

Iya, kata sejuta umat para wanita.

Begini kisahnya.

Seorang pria tajir melintir dan wanita materai 6000 datang ke sebuah restoran.

“Sayang, mau makan apa?”

“Terserah deh yang.”

“Minumnya?”

“Terserah”

Sesaat kemudian, seorang waiter mengantarkan hidangan.

“Lho kok, cuman nasi + krupuk dan air putih? Aku maunya kan pizza?”

“Lha katanya terserah?”

Tahu ending ceritanya? Putus.

HAHAHA:)'

Nah, itulah ketujuh kata yang sebaikmya kamu hindari saat berkomunikasi dengan orang lain.

Baca juga: Sering Demam Panggung? Simak 5 Tips Berikut Ini Agar Lebih PEDE!

Semoga bermanfaat :)

Referensi: vatih.com | pixabay.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Kak Yull

“Sharing is a part of my soul”