Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Zero Gravity Berbahaya! Hingga Lisensi Terbang Captain Vincent Dicabut?

Beberapa hari yang lalu, banyak pemberitaan tentang Zero Gravity yang dilakukan oleh Capt. Vincent. Seorang pilot pesawat komersial yang juga merangkap sebagai YouTuber. Hingga aksinya itu menuai pencabutan lisensi terbang oleh Kementerian Perhubungan.

Halo Engineers…

Kalau kamu menyimak berita yang sedang beredar belakangan ini, pasti tahu kan tentang persoalan yang menimpa Capt. Vincent Raditya.

Iya, lantaran aksi Zero Gravity yang dilakukannya dengan Master Limbad, izin terbang untuk pesawat single engine-nya dicabut.

Berikut isi berita yang beredar.

Dikutip dari Tempo.co,

Kementerian Perhubungan telah mencabut izin single engine pilot vlogger, Vincent Raditya, karena melakukan manuver zero gravity saat terbang bersama pesulap Limbad.

Surat pembatalan izin penerbangan untuk pesawat bermesin tunggal resmi dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub pada 21 Mei lalu.

Hmm…

Sebelum kita bahas lebih lanjut, apa sih sebenarnya zero gravity itu?, dan apa bahayanya untuk penerbangan sipil?

Pengertian Zero Gravity

Zero Gravity atau tanpa beban adalah fenomena yang dialami oleh orang-orang selama jatuh bebas.

Walaupun sebutan gravitasi nol sering digunakan sebagai persamaan kata, tanpa beban di orbit bukanlah hasil dari gaya gravitasi yang dihilangkan atau dikurangi.

Sehingga menyebabkan seseorang yang sedang berdiri tegak, menjadi melayang selama fenomena tersebut terjadi.

Dalam keterangan tertulis, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menjelaskan ihwal aksi nol gravitasi yang dianggap tak lazim itu. "Manuver zero gravity atau G Force bukan manuver yang normal atau lazim dilakukan dalam penerbangan sipil," ujar Polana dalam siaran pers yang diterima Tempo Rabu, 29 Mei 2019.

Manuver nol gravitasi dianggap dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada penumpang. Bahkan, dalam kondisi tertentu akan membahayakan dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Tuh, udah tau kan.

Selain daripada itu, manuver yang dilakukan oleh seseorang yang tidak menguasai dengan baik aspek-aspek terbang aerobatik dan batasan performa pesawat terbang dapat membuat pesawat mengalami stres berlebih.

Potensi error itu akan menimpa bagian airframe atau flight control karena overload.

Alasan dicabutnya izin terbang Capt. Vincent

Pertama: Membawa penumpang yang tidak menggunakan shoulder harnes. Kondisi ini dianggap melanggar ketentuan CASR 91.105 dan CASR 91.107.

Alasan kedua: Capt. Vincent memberikan kendali terbang kepada orang yang tidak berwenang. Menurut surat itu, Ia melanggar ketentuan 91.109.

Kemudian alasan ketiga: Capt. Vincent sengaja menerapkan G Force atau zero gravity kepada penumpang umum.

"Sehubungan dengan temuan di atas, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membatalkan otorisasi aeroplane class rating untuk single engine land di dalam ATPL 6702 atas nama Capt Vincent Raditya," tulis surat tersebut.

Bahaya Zero Gravity

Seperti yang diwartakan Kompas.com, lisensi terbang single engine Vincent Raditya dicabut oleh Kemenhub beberapa waktu lalu.

Hal ini lantaran adanya beberapa persoalan tentang syarat dan standar penerbangan yang dilanggar oleh Vincent Raditya.

Salah satu bahaya zero gravity yang dilakukan Vincent Raditya ternyata bisa membuat tulang dan otot melemah.

Selain itu, masalah lain yang umum dirasakan dalam jangka waktu singkat tanpa bobot dikenal dengan nama SAS (Space Adaptation Syndrome).

SAS sendiri dapat berupa pusing, mual, muntah, dll.

Hal ini seperti yang pernah dialami Limbad usai melakukan zero gravity dengan Captain Vincent Raditya. (Novita Desy Prasetyo)

Referensi: Kompasiana.com | Tempo.co | Tribunnews.com

Baca artikel lainnya yuk: 10 Hal Haram yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Naik Pesawat

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Kak Yull

“Sharing is a part of my soul”