Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Mengenal Lebih Dekat Perbedaan Antara Guru dengan Dosen

Secara mendasar perbedaan guru dan dosen terletak pada perannya masing-masing. Namun peran seperti apa yang dimainkan oleh guru dan dosen dalam pendidikan di Indonesia?

Bagi mahasiswa yang baru saja merasakan dunia perkuliahan mungkin akan merasakan suasana yang berbeda. Mulai dari iklim belajar, proses belajar, bahkan hingga tenaga pengajar. Banyak mahasiswa mungkin bertanya-tanya kenapa saat sekolah tenaga pengajar disebut ‘guru’ sedangkan saat kuliah mereka mendengar tenaga pengajar dengan sebutan ‘dosen’.

Guru dan dosen sama-sama merupakan tenaga pendidik. Tapi tahukah bahwa dosen dan guru itu berbeda? Mari kita bahas di artikel ini.

Berangkat dari definisi, guru dan dosen memiliki arti yang berbeda sebagaimana diatur pada UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Secara singkatnya guru adalah pendidik yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sedangkan dosen yaitu pendidik yang bertugas mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Dari ranah kerja, guru dan dosen juga memiliki perbedaan. Guru mengajar pada tingkat pendidikan usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Sedangkan doser mengajar pada tingkat perguruan tinggi. Sehingga harus menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Setelah dua definisi diatas dijabarkan, penekanan guru dan dosen jelas terdapat perbedaan. Guru ditekankan pada tenaga pendidik yang berperan untuk mendidik dan mengajar. Sedangkan dosen memiliki peran pengajar dan peneliti. Sehingga seringkali mendengar beberapa dosen sedang melakukan proyek-proyek penelitian yang tidak dilakukan oleh seorang guru.

Sebagai sesama pengajar, guru dan dosen juga memiliki kualifikasi pendidikan yang berbeda. Seorang guru dapat dianggap berkompeten dalam mengajar setelah menempuh pendidikan sarjana (S1). Sedangkan dosen dapat mengajar setelah menempuh pendidikan magister dan doktor (S2 dan S3).

Dan jika dilihat dari segi jabatannya, dosen memiliki jabatan fungsional dalam sebuah institusi atau universitas seperti guru besar, pembina laboratorium, atau kepala program studi yang bertugas untuk mengembangkan kegiatan belajar dan mengajar di universitas. Sedangkan guru hanya fokus pada mengajar sehingga biasanya guru ini disebarluaskan hingga wilayah tepelosok untuk memberikan pengajaran agar terjadi pemerataan dalam pendidikan di Indonesia.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Luthfi Wiggi

“”