Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Bangga! Siswa SMA Teliti Sampah Daun sebagai Material Penunjang Teknologi Penghasil Energi Listrik Terbaharukan !

Tak banyak orang mengerti bahwa selain digunakan sebagai kompos, ternyata sampah daun juga bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat panel surya generasi ke-3.

Indonesia patut berbangga dengan prestasi dan karya anak bangsa. Banyak peneliti muda Indonesia yang mengharumkan nama Indonsia di bidang penelitian. Salah satu peneliti muda yang patut dibanggakan yaitu Muhammad Firman Nurudin, seorang siswa SMA di Magelang. Ya walaupun masih duduk di bangku SMA, tapi pemikiran dan ide Firman di bidang penelitian tak bisa diremehkan. Salah satu ide briliannya berhasil menggondol medali emas di ajang International Conference of Young Scientists (ICYS) di Belgrade, Serbia pada bulan april lalu. Firman berhasil menyisihkan 435 peserta dari 35 negara. Di ajang ini, Firman meneliti tentang sampah daun sebagai material pendukung teknologi panel surya. Hal yang melatarbelakangi lahirnya ide ini yaitu banyaknya sampah daun yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

Selama ini, sampah daun hanya dimanfaatkan sebagai kompos. Namun ditangan Firman, sampah daun tersebut dimanfaatkan sebagai bahan penghasil energi listrik. Sampah daun yang ia gunakan yaitu sampah daun jati dan rambutan, dan filisum. Menurutnya, ketiga sampah daun ini mempunyai warna khas yang bisa digunakan sebagai pewarna bahan panel surya generasi ke-3 karena mengandung pigmen alami. Pigmen alami yang terdapat pada daun tersebut adalah antosianin dan karotenoid. Kandungan tersebut bisa digunakan untuk menggantikan ruthenium yang selama ini masih digunakan sebagai pewarna panel surya. Ruthenium adalah senyawa komplek hasil tambang yang tidak ada di Indonesia. Sehingga untuk mengembangkan material ini sebagai bahan panel surya sangat sulit dan membutuhkan biaya yang mahal. Perlu diketahui bahwasannya fungsi dari pewarna pada tenaga surya adalah untuk menyerap sinar matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Saat ini, teknologi panel surya yang masih digunakan di Indonesia yaitu teknologi generasi ke-1 dan generasi ke-2  dengan sumber monokristalin yang sulit dikembangkan. Sehingga dengan peneltian Firman diharapkan memperbaiki teknologi panel surya yang sudah ada.

Wah keren bukan? Semangat untuk para pemudi Indonesia. Bikin bangga Indonesia dengan karya-karyamu..!

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Rizky Pratama

Surabaya

“"I am simple person with big dream"”