Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Google Maps diHack Dengan Cara Yang Konyol Oleh Seorang Seniman Asal Amerika

Seorang pria yang berprofesi sebagai seniman asal negara amerika berhasil mengelabuhi sistem google maps dengan membuat kemacetan palsu. Bagaimana bisa?

Google Maps merupakan sebuah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh perusahaan raksasa Google. Google Maps dapat memberikan penggunanya informasi detail mengenai citra satelit, peta jalan, kondisi lalu lintas, panorama 360 derajat, hingga perencanaan rute baik untuk berpergian dengan berjalan kaki, menaiki mobil, sepeda dan angkutan umum. Wah canggih ya.

Hebatnya, Google Maps bahkan mengkalim telah memetakan jalan sepanjang lebih dari 16 juta kilometer di seluruh dunia loh. Wah,. Jumlah ini setara dengan mengelililngi bumi sebanyak 400 kali. Dan semua jalan yang sudah dipetakan dapat diakses dan dilihat melalui fitur street view pada Google Maps. Selain itu Google Maps juga telah menangkap gambar permukaan bumi dengan luas 57,9 persen yang mencakup area bumi sebesar 98 persen. Hal ini menandakan kecanggihan layanan Google Maps milik Google. Tidak heran jika Google Maps menjadi layanan unggulan perusahaan besar tersebut.

Aplikasi Google Maps ini sudah otomatis ada bagi pengguna yang menggunakan sistem operasi android di smartphone nya. eh tapi secanggih apapun teknologi yang dibuat manusia tetap saja pasti ada celah error nya. termasuk pada aplikasi Google Maps ini.

Seorang pria yang berprofesi sebagai seniman asal negara amerika berhasil mengelabuhi sistem Google Maps dengan membuat kemacetan palsu. Bagaimana bisa?

Pria yang diketahui bernama Simon Weckert tersebut membuat kemacetan palsu menggunakan 99 smartphone bekas miliknya. 99 smartphone tersebut ia bawa berjalan dengan sebuah gerobak sembari mengaktifkan navigasi Google Maps pada setiap smartphone, dan dengan cara ini simon weckert berhasil membuat jalanan yang ditandai warna hijau pada Google Maps berubah menjadi warna merah dan mempengaruhi navigasi para pengendara sebenarnya. Sehingga pengendara lain yang ingin melintas dilintasan yang dilalui weckert akan otomatis dialihkan ke rute lain supaya tidak terjebak kemacetan, walaupun sebenarnya jalanan tersebut kosong.

Banyaknya jumlah smartphone yang digunakan ketika melewati tempat yang sama, menjadikan sistem Google Maps berasumsi bahwa daerah tersebut sedang benar-benar macet meskipun padahal hanya sedang dilalui oleh banyak smartphone dalam satu gerobak.

Sudah banyak diketahui orang, jika Google Maps mendeteksi kepadatan lalu lintas menggunakan layanan lokasi yang menyala pada setiap smartphone. Itulah sebabnya kemacetan palsu dengan cara seperti ini sangat mungkin terjadi.

Weckert berpendapat bahwa peretasan terhadap Google Maps dapat dengan mudah dilakukan. Karena Google Maps memiliki kelemahan yang terletak pada kekuatannya bergantung pada data crowdsourcing.

Crowdsourcing merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui kumpulan data yang diambil dari sekelompok besar orang. Pada kasus google maps ini, data diambil dari smartphone para pengguna yang sedang mengaktifkan layanan Google mapsnya.

Atas aksi yang dilakukan oleh Weckert, Torrey Hoffman yang merupakan senior programmer di Google pun turut angkat bicara. Torrey Hoffman berkata “saya berkerja untuk Google Maps dan saya cukup tahu bahwa cara ini bisa dilakukan untuk membuat kemacetan palsu, hal ini jelas sangat mungkin terjadi”

Menurut Google, mereka sudah bisa membedakan pengguna Google Maps yang menggunakan motor dan mobil tetapi belum cukup canggih untuk mendeteksi pengguna yang berjalan menggunakan gerobak seperti Weckert.

Wah, ada ada saja ya. tetapi kreatif juga cara Weckert mengelabuhi Google Maps dengan cara yang konyol seperti ini.

Setelah membaca artikel diatas, apakah kalian tertarik untuk juga membuat kemacetan palsu seperti Simon Weckert? Hati-hati ya.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Sukris susanti

Universitas Trunojoyo Madura

Bangkalan

“love your life”