Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Waspada! Kenali Ciri-ciri Modus Penipuan digital Berikut ini

Untuk lebih berhati-hati, Google secara pribadi memberikan beberapa saran yang dapat dikenali pengguna mengenai ciri-ciri penipuan digital. Yuk simak!

Beberapa pekan terakhir kasus penipuan digital kembali ramai terjadi. Korban-korban baru bermunculan setiap harinya, hal ini terjadi akibat banyak faktor salah satunya karena dampak dari kebijakan work from home untuk mengurangi penyebaran covid-19. Banyak warga yang kehilangan penghasilannya secara total dan beberapa pihak melakukan berbagai macam hal untuk mendapatkan penghasilan termasuk dengan cara menipu. Berdasarkan dari laporan Google, pihaknya telah mendeteksi jenis scam yang berupa email phising yang dipenuhi oleh malware. Google mengatakan bahwa terdapat sekitar 18 juta malware dan upaya phising serta 240 juta pesan spam yang tersebar di seluruh dunia setiap harinya.

Untuk lebih berhati-hati, Google secara pribadi memberikan beberapa saran yang dapat dikenali pengguna mengenai ciri-ciri penipuan digital. Yuk simak!

1. Menawarkan Jasa ataupun Barang abal-abal

Pada masa krisis ekonomi karena pandemic covid-19 ini banyak sekali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan. Apapun caranya dilakukan demi mendapat pundi-pundi rupiah termasuk menipu orang melalui penjualan barang ataupun jasa. Perlu diwaspadai jika ada penawaran diskon yang tidak masuk akal, jangan tergesa-gesa untuk memesan dan membayar. Perhatikan riwayat penjualannya, barangnya benar ada atau tidak. Karena sudah banyak orang yang tertipu saat membeli barang seperti masker dan handsanitizer secara online di platform yang bukan untuk jual beli.

Kalau mau aman, beli di marketplace khusus jual beli seperti Shopee, Tokopedia, Lazada atau yang lainnya. Karena marketplace seperti itu menjadi pihak ketiga dalam kegiatan jual beli sehingga kemungkinan penipuan bisa diminimalisir sebab uang tidak langsung masuk ke rekening penjual jika barang belum diterima pembeli.

2. Mengatasnamakan Yayasan Donasi Amal

Ditengah pandemic covid-19 banyak sekali organisasi, Yayasan maupun individu yang menggalang dana guna membantu pemerintah mengatasi covid-19. Namun hal ini juga banyak dimanfaatkan untuk tindakan penipuan bagi beberapa oknum. Untuk mencegah terjadinya hal ini, kalian lebih baik berdonasi di situs resmi perusahaan nirlaba. Saat ini banyak situs yang terpercaya dalam hal penggalangan dana kok, seperti situs kitabisa.com. sehingga kalian tidak perlu khawatir uang kalian tidak sampai ke tangan yang membutuhkan.

3. Menanyakan banyak data customernya

Selanjutnya ciri-ciri yang bisa kalian perhatikan dalam kasus penipuan secara digital yaitu pihak yang menipu memberikan pertanyaan terlalu banyak serta sifatnya terlalu pribadi. Jika kalian sudah ditanya suatu hal yang melewati batas wajar maka kalian perlu waspada. Selagi pertanyaannya mencakup lingkup transaksi yang sedang berlangsung tidak apa-apa, namun jika pertanyaan yang dilayangkan sudah tidak terkait dengan transaksi lebih baik hati-hati.

4. Mengaku sebagai pihak dari Lembaga resmi tertentu

Saat ini banyak sekali para penipu yang memalsukan identitas dengan berpura-pura menjadi pihak berwenang. Mengatasnamakan organisasi kesehatan resmi demi mempengaruhi korbannya. Sehingga kita perlu hati-hati dalam menanggapi SMS ataupun Telfon yang secara tiba-tiba masuk ke ponsel kita dan meminta sumbangan tertentu.

5. Menawarkan Obat-obatan Palsu

Beberapa bulan terakhir, alat-alat kesehatan menjadi barang yang langka karena penggunaanya yang terus meningkat. Hal ini dimanfaatkan para penipu dengan menawarkan penjualan obat-obatan palsu untuk mendapatkan data pribadi korbannya. Biasanya para penipu beraksi dengan memberikan pesan iklan obat-obatan sembari memberikan link berisi malware untuk menarik korbannya. Dengan mengklik tautan yang dibagikan, penipu dapat langsung mendapatkan alamat pribadi dan data-data korban.

Nah itu tadi langkah-langkah para penipu diluar sana yang perlu kalian perhatikan gerak-geriknya. Tidak hanya kerugian uang yang mungkin dialami oleh korban namun juga privasi korban yang terancam karena data korban sudah dimiliki oleh pelaku penipu tersebut. untuk lebih amannya lagi, kalian bisa menyematkan verifikasi 2 langkah pada akun Google kalian supaya lebih aman dari tindakan penipuan.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Sukris susanti

Universitas Trunojoyo Madura

Bangkalan

“love your life”