Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Alasan Go-Jek Ekspansi ke Vietnam dan Tak Memakai Nama "Go-Jek"

Bersaing bersama Grab dan Uber, Gojek rupanya juga menyasar pasar Vietnam dalam menjual barang dan jasanya. Namuj kali ini perusahaan ride sharing ini menggunakan strategi yakni merubah namanya menjadi Go-Viet

Pada acara peluncuran Go-Viet di kota Hanoi, Vietnam yang dihadiri oleh CEO Go-Jek, Nadiem Makarim dan CEO Go-Viet, Nguyen Vu Duc dan Presiden Jokowi. CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengungkapkan alasannya mengapa menggunakan brand diluar Gojek. Bahwa ada pertimbangan tersendiri di balik penggunaan brand Go-Viet tersebut.

“Kami belajar dari Indonesia. Dimana di Indonesia, Go-Jek sukses bukan hanya karena produk dan marketing, tapi juga karena brand-nya ‘dimiliki’ oleh masyarakat kita. Selain bertujuan bukan saja untuk memudahkan pengguna di Vietnam, tapi juga meningkatkan kesejahteraan para mitra,” ujar Nadiem dalam sesi tanya jawab seusai acara.

Maka, Go-Jek pun memberi kebebasan kepada tim lokal untuk menentukan identitas akan dipakai di Vietnam, hingga akhirnya muncullah Go-Viet. Gabungan ini dipercaya bakal membuahkan sukses sekaligus melancarkan upaya ekspansi Go-Jek lewat Go-Viet.

Presiden Joko Widodo yang baru saja menyelesaikan kunjungan ke Korea Selatan turut menyempatkan diri untuk hadir dalam peresmian Grand Launching Go-Viet di Hanoi.

Hingga saat ini, CEO Nadiem Makarim mengklaim bahwa Go-Viet telah menguasai 35 persen pangsa pasar ride sharing di Hotel Chi Minh City. Go-Viet baru mulai melakukan perekrutan driver di kota Hanoi pada awal September, sebelum acara peluncuran.

Go-viet bersaing bersama pemain yang sudah eksis sebelumnya, termasuk Grab dan sejumlah nama lokal macam Aber, MVL, FastGo, VATO, dan Mai Linh Bike.

Source : kompas.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Fatih

makassar

“”