Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Anak Bomber Surabaya: Tak Disekolahkan dan Punya Cita-Cita Tak Lumrah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan salah satu anak pelaku bom di Surabaya punya cita-cita yang tidak biasa.

Dua kasus pengeboman di Surabaya yang melibatkan satu keluarga. Dita Oepriarto (48) dan Tri Murtiono (50), pelaku pengeboman 3 gereja dan Mapolrestabes Surabaya, mengajak istri dan anak-anaknya turut serta dalam aksi bunuh diri tersebut memiliki cerita tak lazim. Anak pasangan pengebom Dita Oepriarto dan istrinya, Puji Kuswari yang tewas di 3 gereja memiliki citra aneh dimata guru-gurunya. Selain tidak mau mengikuti pelajaran Pancasila alias Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) ia juga menolak mengikuti upacara bendera.

Sehari seusai peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Bu Risma mendatangi rumah para pelaku bom bunuh diri itu di kawasan Wonorejo Asri, Kecamatan Rungkut. Ia meminta perkembangan informasi mengenai sosok keluarga Dita Oepriarto dan Puji Kuswari beserta anaknya. Walikota Surabaya mendapat informasi, “Pernah ditanya, apa cita-citanya. Anaknya menjawab, ingin mati syahid,” ucap Risma melalui siaran pers, Senin, 14 Mei 2018.

Sedangkan anaknya yang lain tak disekolahkan, didoktrin di rumah, hingga akhirnya disabuki bom pipa.  Tujuannya menghindari interaksi dengan lingkungan dan demi penanaman doktrin. Kata polisi, pelaku pengeboman selalu menjawab bahwa anaknya menjalani homeschooling saat ditanya oleh orang lain.

"Homeschooling kalau ditanya. Padahal nggak," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Machfud Arifin, dalam jumpa pers di Markas Polda Jawa Timur.

Bu Risma pun segera membuat surat edaran kepada semua ketua RT/RW guna mewaspadai orang-orang di sekeliling yang mencurigakan. Salah satunya menghidupkan siskamling dan forum komunikasi warga. Risma berpesan agar semua warga kota tak takut kepada segala upaya terorisme yang ada di Surabaya.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Fatih

makassar

“”