Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Investasi "Jor-Joran" Go-Jek untuk Siapkan Ekspansi di Empat Negara

Gojek memastikan akan melakukan ekspansi layanan ke empat negara di Asia Tenggara dalam beberapa bulan kedepan. Tak tanggung-tanggung, nilai investasinya mencapai 7,6 triliun.

Perusahaan aplikasi berbasis transportasi Gojek, menyatakan minat untuk memperluas bisnisnya ke  Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Dalam upaya ekspansi tersebut, startup unicorn besutan Nadiem Makariem ini dikabarkan akan menggelontorkan dana investasi sekitar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,6 triliun. Investasi bisnis ini kabarnya juga akan melibatkan beberapa investor besar, yakni Astra Internasional, JD.com, Tencent, dan Temasek.

Go-Jek pun mengatakan bahwa pihaknya telah mulai berkoordinasi dengan regulator maupun pemangku kepentingan lainnya di keempat negara ini untuk mempersiapkan operasional baru. Sebelumnya, kehadiran Gojek di Vietnam sudah disetujui regulator, dan rencananya, resmi beroperasi pada Juli 2018.  Dan Gojek dikabarkan tak membebankan 20 persen dari pendapatan pengemudi sebagai komisi.

Tentu tawaran ini terlihat menarik, karena selama ini pengemudi Grab harus membayar komisi sebesar 28 persen untuk Grab di Vietnam.

Ekspansi Ke Filipina Masih Belum Disetujui

Namun, niatnya ekspansi ke Filipina masih terkendala persetujuan Badan Waralaba dan Pengaturan Transportasi Darat (Land Transportation Franchising and Regulatory Board/LTFRB) karena belum menyetujui niat Gojek tersebut.

LTFRB adalah lembaga pemerintah yang memberikan izin dan lisensi perusahaan transportasi untuk beroperasi di wilayah Filipina.

Mereka mengatakan, sedang mempelajari dengan saksama model bisnis dan operasi Gojek karena untuk melindungi pemain industri lokal dan masyarakat Filipina.  Layanan taksi online lokal yang ingin dilindungi LTFRB adalah Micab, Hirna, Hype, GoLag, dan Owto.

Sementara itu, Grab mendominasi 93 persen layanan taksi online di Filipina, setelah mereka mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara pada akhir Maret kemarin. Gojek pun tak gentar, Nadim Makarim selaku CEO Gojek menegaskan akan memberikan dukungan baik secara teknis maupun tenaga ahli untuk mengembangkan perusahaannya di empat negara tersebut.

Selain itu seperti yang dikutip oleh CNBC. "Kami mengunjungi semua negara itu karena kami merasa solusi (transportasi) yang kami lakukan di Indonesia akan cocok untuk beberapa negara ini," ungkap Presiden Go-Jek, Andre Soelistyo.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

winda

Universitas Indonesia

Karawang

“Belajar dan belajar, sebab pencapaian besar harus sesuai dengan isi otak kita!”