Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Kejahatan Kriminal Tentara israel Kepada Razan Al Najjar Perawat Palestina !

Razan Najjar menjadi perbincangan di seluruh dunia. Seorang perawat Palestina yang masih muda ini umurnya hanya 21 tahun yang ditembak mati oleh tentara israel.

Kematian perempuan relawan itu memicu duka, tak hanya di Palestina, tapi juga di seluruh dunia. Saat itu ia tengah menjalankan tugasnya sebagai seorang perawat di tengah aksi damai di Gaza  Palestinian Medical Relief Society (PMRS). Dia bekerja di area yang hanya beberapa ratus meter dari rumah keluarganya.

Peluru yang ditembakkan sniper Israel pada Jumat 1 Juni 2018 mengakhiri hidupnya. Kala itu, ia sedang menolong para demonstran dalam memperingati 70 tahun Nakba yang luka-luka di perbatasan Gaza dan Israel.

Nakba adalah peristiwa tatkala hampir satu juta orang Palestina dipaksa meninggalkan kampung halamannya, untuk membuka jalan bagi berdirinya negara Israel.

Gadis Kuat dan Pemberani

Sebelumnya, Razan pernah terluka, pingsan dua kali karena menghirup gas. Pada 13 April, dia cedera di bagian pergelangan kaki saat jatuh ketika berlari menuju pendemo yang terluka. b

Beberapa media pernah mewawancarai perempuan berusia 21 tahun ini. Salah satunya adalah mengenai kenapa dia mau ikut terjun ke medan konflik?

"Saya akan merasa sangat malu kalau saya tidak ada untuk (membantu) warga Palestina. Sudah menjadi tugas dan kewajiban saya untuk ada di sini dan membantu mereka yang terluka," kata Razan dalam wawancaranya dengan Al Jazeera pada bulan April 2018.

Semasa hidup, Razan yakin, rompi itu akan melindunginya. Di tengah situasi paling barbar sekalipun.

"Rompi ini akan melindungiku," itu yang ia ucapkan ke ayah dan ibunya sebelum berangkat tugas. "Allah bersamaku. Aku tidak takut."

Ayah dan ibunya, Ashraf dan Sabreen al-Najjar terus menangisi kepergian sang buah hati, yang tewas hanya beberapa ratus meter dari rumah mereka di Khan Younis. Mereka memeluk rompi berlumuran darah yang dikenakan Razan di hari ketika hidupnya berakhir.

Kronologi Pembunuhan tentara israel

"Seorang pria berada di dekat pagar dan berteriak, 'Tolong bantu saya, tolong'. Razan pun mendekat untuk menolongnya," kata dia. Saat itulah peluru menerjang punggungnya.

Mengenakan baju putih, seragam paramedis, "Dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan sangat jelas, tapi tentara Israel menembak dan dia tertembak di dada," kata seorang saksi yang minta namanya dirahasiakan kepada kantor berita Reuters.

Saksi lain bercerita bahwa Razan awalnya tidak sadar bahwa dia sudah tertembak. Saat peluru telah tembus ke punggung, dia baru sadar dan berkata "Punggungku, punggungku!" kemudian dia jatuh ke tanah.

Beredar Foto Tentara israel Pembunuh

Setelah itu beredar foto tentara yang membunuh Razan di Gaza. Melansir dari Instagram @the_emancipated, wanita yang menembak Razan memiliki nama Rebecca, tak diketahui nama belakangnya,

"Ia merupakan wanita yang lahir dan besar di Boston, Amerika Serikat.  Ia mendaftar masuk ke Pasukan Pengaman (IDF) sebagai tentara yang memiliki spesialisasi di bidang pendidikan.

Ratusan orang membutuhkan perawatan akibat luka tembak dan luka karena amunisi lainnya, sementara sistem kesehatan lokal telah terlalu banyak bekerja dan tertekan.

Hingga kini tidak ada korban dari sisi Israel.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

winda

Universitas Indonesia

Karawang

“Belajar dan belajar, sebab pencapaian besar harus sesuai dengan isi otak kita!”