Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Moverio, Kacamata Canggih untuk Penderita Tunarungu

Dengan kemajuan teknologi saat ini, para tunarungu yang dianggap memiliki keterbatasan fisik kini sudah bisa berinteraksi layaknya orang normal.

Kini ada sebuah penemuan baru yang bisa membantu para penderita tuna rungu untuk lebih mudah berkomunikasi dan mengerti apa yang sedang dibicakan orang lain dengan sebuah alat bantu berupa kacamata buatan Epson yang di beri nama Moverio.

Cara kerjanya, kacamata pintar ini berbentuk semacam home theater system berukuran mungil yang bisa dikenakan menggunakan media kacamata. Dimana alat ini mampu membantu memberikan terjemahan apa yang sedang diucapkan lawan bicara kepada orang tuna rungu. Jadi setiap lawan bicara mengucapkan sesuatu, sensor suara akan menerima suara dan mengkonversi suara menjadi sebuah text terjemahan dari lawan bicara.

notanygadgets.com

Alat ini juga dilengkapi wifi dan bluetooth yang terhubung pada komputer ataupun smartphone dengan OS android.  Kontrolnya menggunakan touch remote berkabel.  Kacamata ini dibuat agar bisa menghadirkan ‘subtitle’ atau teks terjemahan secara live dari apa yang sedang diucapkan oleh orang lain. Selain itu kacamata ini juga mampu memperlihatkan gambar 3D dan augmented reality. Sebenarnya kacamata ini hanya sebagai media penglihatan gambar seperti halnya proyektor namun lebih ringkas karna dapat tertampil di layar kacamata.

Terjemahan secara live yang ditangkap oleh mikrofon bertenaga tinggi dan sebuah smartphone yang menjalankan Google Translate. Dalam video berikut menunjukkan cara kerja kacamata tersebut terlihat ada seorang pria yang berbicara pada seorang tuna rungu. Mikrofon akan mengambil ucapan dari pria pertama yang kemudian akan dikonversikan dengan Google Translate. Teks tersebut kemudian dikirimkan ke  kacamata Moverio yang dikenakan oleh orang yang tuna rungu.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

winda

Universitas Indonesia

Karawang

“Belajar dan belajar, sebab pencapaian besar harus sesuai dengan isi otak kita!”