Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Startup-Startup Keren ini Bergerak di Bidang Sampah

Sampah rupanya menjadi masalah menarik bagi perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Meski terkesan bisnis remeh-temeh, rupanya sampah dipandang memiliki potensi atau peluang dari bisnis digital yang bisa dikembangkan dan menguntungkan.

Apa saja startup yang menggeluti di bidang sampah?

1. Sampahmuda.com (Semarang)

Situs ini dibesut oleh Ferrindo Tito, pemuda asal Semarang yang memiliki tujuan mulia untuk menanggulangi permasalahan sampah di kotanya. Tercatat 2.000 warga Semarang telah mengakses situs Sampahmuda untuk pengolahan sampah. Dan telah mengelola sampah sebanyak 42 ton di enam desa dan tujuh pabrik. Lewat aplikasi, Sampahmuda.com juga menggunakan sistem poin. Jadi sampah Anda akan dihargai dengan poin. Semakin berat sampah Anda, semakin banyak poin yang Anda kumpulkan. Nah, poin yang dikumpulkan tersebut dapat Anda gunakan untuk belanja produk-produk menarik di Trashpoint. Seperti untuk belanja pulsa telepon seluler, isi Go-Pay, membayar tagihan listrik PLN, bahkan mebayar zakat.

2. Mallsampah.com (Makassar)

Mallsampah merupakan sebuah platform yang dapat mempertemukan penjual dan pembeli sampah dengan beragam model dan layanan. Pendiri Mallsampah, Adi Saifulah Putra, mendapatkan ide untuk membuat start-up ini dari ketika melihat sulitnya truk pengangkut sampah pemerintah kota untuk menjangkau tempat tinggalnya sehingga sampah tersebut hanya ditimbun dan diurai sendiri oleh warga. Mahasiswa jebolan Universitas Muslim Indonesia Makassar ini mengampanyekan bahwa sampah pun bisa menjadi berkah bagi siapa saja yang sadar akan potensi bisnis di dalamnya. ia pun akhirnya mendirikan Mallsampah pada September 2015 dan hingga kini, Mallsampah telah mendapatkan 20-50 transaksi pendistribusian sampah setiap harinya.

Buat kamu yang ingin menggunakan layanan Mallsampah untuk fitur Jual Sampah dan Donasi Sampah, kamu tidak perlu mendaftar terlebih dahulu setelah mengakses laman Mallsampah. Kamu bisa langsung menentukan jenis sampah yang kamu miliki, memilih lokasimu, lalu sistem akan menyajikan rekomendasi pengepul terdekat yang siap membeli sampah kamu. Layanan utamanya yakni Jual Sampah, Buang Sampah, hingga layanan zero waste (gerakan mendaur ulang sampah untuk komunitas, instansi atau individu).

3. Mulung.id (Jakarta)

Mulung merupakan aplikasi yang memungkinkan warga Jakarta mendapatkan poin dari menyetor sampah untuk ditukar dengan beragam hal kebutuhan  seperti token listrik, pulsa, hingga saldo Go-Pay.  Pendiri Mulung.id Ryan Fiesta sejak Maret 2018 untuk membantu memberi solusi bagi permasalahan sampah ibukota.  Cara kerja aplikasi mulung terdiri dari tiga tahapan, yaitu pemilahan sampah, penjemputan sampah, dan penukaran poin. Tahap pemilahan sampah mengharuskan pengguna untuk mengelompokkan sampah berdasarkan beberapa kategori, yaitu sampah kaleng, sampah kardus, sampah karton, sampah koran, dan sampah plastik.

4. Sistem Online Manajemen Sampah, disingkat SMASH

Sistem Online Manajemen Sampah, disingkat SMASH, merupakan platform yang menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam proses pengolahan sampah. Ide mengenai startup ini muncul ketika founder SMASH melihat semakin banyaknya bank sampah yang ada di Indonesia. Bank Sampah merupakan tempat di mana nasabah dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah untuk ditukar menjadi uang yang kemudian ditabung ke dalam rekening tabungan nasabah.

5. Greeneration.id / greeneration.org

Greeneration Indonesia (GI) yang berdiri pada tanggal 24 Juli 2005 merupakan sebuah “social enterprise” yang menawarkan gaya hidup ramah lingkungan melalui produk dan program.

GI diawali dari keprihatinan terhadap permasalahan lingkungan yang kualitasnya semakin menurun. Pada tahun 2006, GI memulai debutnya dengan menciptakan program bertajuk KEBUNKU (KErtas Bekasku hijaUkan baNgsaKu) yang bertujuan untuk menciptakan siklus mengembalikan pohon yang telah dimanfaatkan (jadi kertas) menjadi pohon kembali.

GI terus melakukan riset sederhana (Research) dengan cara mengamati serta mempelajari situasi dan kondisi lingkungan yang ada di sekitar yang kemudian diwujudkan dengan mencari solusinya agar dapat dapat mengedukasi masyarakat (Education) hingga akhirnya GI mampu melakukan aksi-aksi nyata (Action) sambil mengkampanyekan solusi (Campaign) yang mudah diterapkan melalui promosi gaya hidup hijau m

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

winda

Universitas Indonesia

Karawang

“Belajar dan belajar, sebab pencapaian besar harus sesuai dengan isi otak kita!”