Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Begini Cerita Aditya yang Jual Domain Capres Harga Miliaran, Modal 250 Ribu

Setelah deklarasi pasangan calon presiden dan calon presiden pada 9 Agustus 2018, beberapa orang langsung berinisiatif mendaftarkan domain dengan memanfaatkan nama kedua pasangan. Parahnya, domain ini dilego dengan harga mulai dari Rp 1 miliar.

Situs web adalah salah satu medium kampanye pemilihan presiden-wakil presiden yang sangat potensial. Melalui situsweb, para kandidat bisa dengan gamblang berkomunikasi dengan calon pemilihnya.  Inilah yang memunculkan "peluang bisnis" bagi para pengkoleksi domain yang jeli melihat pasar pilpres. Padahal baru saja diumumkan pada Kamis (9/8) malam, domain seperti : prabowosandi.id, prabowosandi.com sudah terdaftar dan dijual 1 miliar. Sedangkan jokowimaruf.id, dan jokowimaruf.com dijual 2 miliar. Padahal harga belinya kemungkinan tak sampai lima ratus ribu bahkan hanya 250 ribu saja. Lalu bagaimana sih ceritanya ?

Seperti yang dilansir di tirto.id, pemilik domain jokowimaruf.com dan jokowimaruf.id. Domain itu dimiliki Aditya Murti dari Purwodadi, Jawa Tengah. Aditya mengaku membeli kedua domain tersebut sejak Kamis (9/8/2018) sore, tepat sebelum Jokowi mengumumkan nama bakal calon wakil presidennya di wilayah Menteng, Jakarta Pusat. Aditya memang mengaku "mengamankan" nama-nama situs itu dengan alasan bisnis.

Aditya memasang harga mulai dari Rp2 miliar, tapi tetap bisa dinegosiasikan. Kalau terjual, maka ia bakal untung ribuan kali lipat. Ia membeli domain .id itu hanya dengan modal Rp250 ribu, sementara untuk domain .com hanya Rp100 ribu.

Selain alasan bisnis, ia juga mengatakan motif membeli nama domain itu agar nantinya "tidak diselewengkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab." Untuk menyebar hoaks, misalnya. Memang tidak ada jaminan sama sekali kalau domain itu bakal laku terjual. Namun sampai ketika dihubungi, Aditya mengaku sempat dikontak seseorang yang mengaku sebagai tim sukses Jokowi-Ma'ruf.

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah menyebut, pendaftaran domain sejatinya bersifat sah karena didasarkan pada tprinsip UU ITE.  Namun, menurut Andi, membeli domain dari PANDI kemudian menjualnya kembali dengan harga sangat tinggi bukanlah sebuah iktikad yang baik dan disebut sebagai Cyber Squatter.

"Orang-orang ini (yang membuat dan menjual domain) tidak beriktikad baik. Mereka adalah orang yang mengambil sebuah domain, kemudian memperjualbelikan untuk kepentingannya sendiri, untuk mengambil keuntungan," lanjutnya.

Apakah harga 1-2 miliar untuk sebuah nama domain dianggap terlalu mahal? Entahlah, murah dan mahal itu relatif. Bagi kita mungkin harga yang sangat mahal, namun bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, dan Prabowo-Sandiaga Uno, 1-2 miliar mungkin adalah harga yang murah.

source : liputan6.com, tirto.id, mojok.co

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

yudi

Jakarta

“”