Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Belum Rekam Data E-KTP Hingga Akhir 2018, Terancam Terblokir

Kementerian Dalam Negeri akan memblokir sementara data penduduk yang belum merekam KTP elektronik. Jika melewati jangka waktu yang ditentukan, maka secara otomatis kartu identitasnya tidak akan berfungsi untuk mengurus administrasi kependudukan.

Hal ini dilakukan karena banyak warga yang sampai saat ini belum proaktif dalam mengecek kartu identitasnya. Pemblokiran akan dibatalkan jika warga sudah melakukan perekaman.  Hingga saat ini, terdapat sekitar 10,5 juta penduduk yang belum merekam data e-KTP. Dari jumlah itu, sekitar 6 juta adalah penduduk dewasa adapun sisanya merupakan penduduk yang akan berusia 17 tahun pada April 2019.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh memberikan waktu perekaman kepada penduduk dewasa hingga 31 Desember 2018. "Apabila sampai 31 Desember 2018 belum merekam, maka akan kami sisihkan datanya, akan kami blokir," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Data 6.045.629 jiwa yang belum melakukan perekaman ini didapat dari jumlah data wajib KTP dan data orang yang telah merekam KTP elektronik. Jumlah data wajib KTP sebanyak 191.509.749, sedangkan yang telah melakukan perekaman sebanyak 185.464.120.

Pemblokiran ini juga akan dilakukan bagi warga yang dua kali melakukan perekaman. Nantinya, salah satu data tersebut akan diblokir.  " Banyak penduduk kita yang data KTP zaman dulu lebih dari satu. Oleh karena itu, kami melacak jangan-jangan yang belum merekam ini sudah memiliki KTP elektronik dengan identitas yang lain," ujar Zudan.

sumber : detik, kompas

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

yudi

Jakarta

“”