Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Sistem Monitoring Kebersihan Kandang dan Kesehatan Sapi Inovasi Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang

Indonesia sebagai negara agribisnis menunjukan sektor peternakan memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, salah satunya yaitu beternak sapi. Menurut undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, bahwa penyelenggaraan kesehatan hewan sebagai prasyarat terselenggaranya peternakan sangat esensial dalam mewujudkan peternakan yang maju.

Indonesia sebagai negara agribisnis menunjukan sektor peternakan memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, salah satunya yaitu beternak sapi. Menurut undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, bahwa penyelenggaraan kesehatan hewan sebagai prasyarat terselenggaranya peternakan sangat esensial dalam mewujudkan peternakan yang maju. Perlu diperhatikan parameter kesehatan dan kebersihan kandang sapi yaitu untuk kesehatan suhu tubuh sapi normalnya 25 °C – 35 °C, apabila suhu tubuh sapi < 20 °C dan > 41 °C maka sapi dinyatakan sakit. Untuk temperatur kandang yang ideal adalah 17°C sampai 27°C dan kelembaban ideal adalah 60% sampai 70%. Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan tumbuh berkembangnya jamur, sedangkan kelembapan yang terlalu rendah menyebabkan udara berdebu yang menimbulkan penyakit menular (menurut beberapa penelitian).

Dari permasalahan tersebut 3 mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) yaitu Wimba Zainrona, Rizky Fauzi Rahman, Arga Aji Prasetyo dari jurusan elektro menciptakan alat SCATECH (Smart Cattle Cage Technology) : Sistem Monitoring Kebersihan Kandang dan Kesehatan Sapi . Didampingi dengan Dr.Eng. Sidiq Syamsul Hidayat, S.T, M.T diharapkan alat tersebut dapat membantu para peternak sapi untuk memonitoring kesehatan sapi dan kebersihan kandangnya lewat smartphone.

Cara kerja alat ini menggunakan Raspberry Pi dan Nodemcu (ESP8266) yang terhubung ke sensor (kamera modul Flir Lepton, sensor suhu kelembapan dan sensor ammonia). Sensor tersebut akan membaca suhu, kelembapan dan kandungan gas ammonia pada kandang serta kamera dapat menampilkan suhu tubuh sapi. Data dari sensor yang telah terbaca akan diunggah ke internet sehingga peternak dapat memantaunya secara real time melalui smartphone. Alat ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan, yang harapannya SCATECH mampu dikembangkan menjadi sistem control kebersihan otomatis dan memiliki fitur notifikasi kesehatan sapi apabila terkena demam atau penyakit. Sehingga para peternak dapat mengetahui sejak dini penyakit yang dialami sapi dan meminimalisir kematian hewan ternaknya.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Wimba Zainrona

“”