Bundling 3 Buku Teknik Lingkungan
Paket DISKON

Rp 393.750

Paket ini terdiri dari:

1. Buku Rekayasa Lingkungan

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama berisi pendahuluan, bab dua membahas tentang sanitasi air bersih, bab tiga tentang pengelolaan air hujan, bab empat tentang pengelolaan limbah, bab lima tentang sanitasi rumah tinggal, dan bab enam tentang pengelolaan sampah.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, menyebabkan berbagai penyakit dengan mudahnya muncul dan menyebar. Di samping itu, gangguan penyakit juga mudah menyerang sebagian masyarakat miskin bergizi buruk. Sanitasi  merupakan salah satu pelayanan dasar  dan menjadi salah satu prioritas pembangunan .Kondisi sanitasi di Indonesia masih relatif buruk dan jauh tertinggal dari sektor-sektor pembangunan lainnya sehingga  menyebabkan dampak negatif di banyak aspek kehidupan. Hasil penelitian menyatakan bahwa meskipun hampir seluruh rumah tangga (99,20%) sudah mengelola air minumnya dengan merebus dahulu sebelum diminum, namun hampir setengah dari air tersebut mengandung Eschericia coli.

Tingginya persentasi Eschericia coli tersebut berkontribusi terhadap angka kejadian diare. Menurut World Health Organization yang merupakan organisasi kesehatan dunia, Definisi lain dari sanitasi adalah “segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan melalui pembangunan sanitasi” (PP RI No 185,2014), sedangkan  pembangunan sanitasi  merupakan upaya peningkatan kualitas dan perluasan pelayanan persampahan rumah tangga, air limbah domestik, dan pengelolaan drainase lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan melalui peningkatan perencanaan, kelembagaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang baik.

Air merupakan sesuatu yang paling penting di muka bumi ini. Untuk dapat berlangsungnya kehidupan, manusia dan seluruh mahluk hidup selalu membutuhkan air. (65–75)% berat badan manusia terdiri dari air, untuk dapat hidup secara  layak dalam seharinya membutuhkan 8 gelas air per hari. Manusia bisa bertahan hidup 2 sampai 3 minggu tanpa makan,  tetapi hanya 2 sampai 3 hari tanpa minum. Demikian juga binatang dan tumbuh-tumbuhan selalu memerlukan air sepanjang kehidupannya. Air beserta sumber-sumbernya merupakan salah satu kekayaan alam yang mutlak dibutuhkan oleh mahluk hidup guna menopang kelangsungan hidupnya dan memelihara kesehatannya.

2. Buku Pengenalan Sanitasi Lingkungan

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama berisi pendahuluan, bab dua membahas tentang sanitasi air bersih, bab tiga tentang pengelolaan air hujan, bab empat tentang pengelolaan limbah, bab lima tentang sanitasi rumah tinggal, dan bab enam tentang pengelolaan sampah.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, menyebabkan berbagai penyakit dengan mudahnya muncul dan menyebar. Di samping itu, gangguan penyakit juga mudah menyerang sebagian masyarakat miskin bergizi buruk. Sanitasi  merupakan salah satu pelayanan dasar  dan menjadi salah satu prioritas pembangunan .Kondisi sanitasi di Indonesia masih relatif buruk dan jauh tertinggal dari sektor-sektor pembangunan lainnya sehingga  menyebabkan dampak negatif di banyak aspek kehidupan. Hasil penelitian menyatakan bahwa meskipun hampir seluruh rumah tangga (99,20%) sudah mengelola air minumnya dengan merebus dahulu sebelum diminum, namun hampir setengah dari air tersebut mengandung Eschericia coli.

Tingginya persentasi Eschericia coli tersebut berkontribusi terhadap angka kejadian diare. Menurut World Health Organization yang merupakan organisasi kesehatan dunia, Definisi lain dari sanitasi adalah “segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan melalui pembangunan sanitasi” (PP RI No 185,2014), sedangkan  pembangunan sanitasi  merupakan upaya peningkatan kualitas dan perluasan pelayanan persampahan rumah tangga, air limbah domestik, dan pengelolaan drainase lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan melalui peningkatan perencanaan, kelembagaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang baik.

Air merupakan sesuatu yang paling penting di muka bumi ini. Untuk dapat berlangsungnya kehidupan, manusia dan seluruh mahluk hidup selalu membutuhkan air. (65–75)% berat badan manusia terdiri dari air, untuk dapat hidup secara  layak dalam seharinya membutuhkan 8 gelas air per hari. Manusia bisa bertahan hidup 2 sampai 3 minggu tanpa makan,  tetapi hanya 2 sampai 3 hari tanpa minum. Demikian juga binatang dan tumbuh-tumbuhan selalu memerlukan air sepanjang kehidupannya. Air beserta sumber-sumbernya merupakan salah satu kekayaan alam yang mutlak dibutuhkan oleh mahluk hidup guna menopang kelangsungan hidupnya dan memelihara kesehatannya.

3. Buku Pengantar Praktis Pengelolaan Lingkungan Kota

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama membahas tentang WHAT?, bab dua membahas tentang WHY?, bab tiga membahas tentang HOW?, dan bab empat membahas tentang PENUTUP Terdapat beragam definisi kota yang dapat ditemukan dalam berbagai referensi akademik maupun dokumen pemerintahan. Adapun sebagian referensi tersebut menyatakan perbedaan antara istilah kawasan perkotaan (urban) dengan kota (city), sedangkan sebagian referensi lain tidak membedakan penggunaan kedua istilah tersebut. Sebagai contoh, Pardo & Echavarren (2010) menyatakan bahwa di Amerika, urban dan city merupakan suatu istilah yang sama. Adapun sumber yang lain justru menyebutkan urban dan city adalah dua hal yang berbeda dimana istilah city lebih mengacu kepada satuan unit wilayah yang telah ditetapkan untuk memiliki batas wilayah administratif tertentu serta memiliki struktur pemerintahan tersendiri (European Commission, 2011). Sedangkan, istilah urban tidak hanya didasari oleh dimensi politis yang dicirikan dengan adanya batas administrasi dan pemerintahan tersendiri, namun lebih cocok disematkan pada suatu wilayah yang memiliki sifat urban atau meng-kota. Sifat meng-kota yang dimaksud dapat terdiri dari beberapa dimensi, diantaranya populasi, politik dan fungsi (Bugliarello, 2006). Dimensi populasi dicirikan dengan jumlah penduduk yang padat, baik yang berasal dari tingginya angka kelahiran maupun tingginya angka migrasi masuk ke wilayah tersebut. Pendefinisian kawasan perkotaan berdasarkan kepadatan penduduk disampaikan oleh Dijkstra & Poelman (2012), yaitu sebagai area yang memiliki kepadatan penduduk lebih dari 1.500 jiwa/m². Dimensi politik merupakan penetapan suatu wilayah dengan batasan administrasi yang jelas serta memiliki pemerintahan tersendiri. Pengelolaan lingkungan kota mulai menjadi perhatian seiring dengan meningkatnya kesadaran terkait degradasi lingkungan yang seringkali terjadi dan mengganggu keseimbangan ekosistem kota. Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa seperti tubuh manusia, kota juga melakukan suatu metabolisme untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari. Oleh karena itu, pengelolaan sumberdaya yang dibutuhkan oleh penduduk kota seperti air bersih, oksigen, makanan serta barang merupakan suatu hal yang krusial. Selain itu, pengelolaan limbah hasil konsumsi metabolisme juga hal yang perlu diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat berdampak buruk baik bagi manusia maupun bagi makhluk hidup lainnya.

Bundling 3 Buku Teknik Lingkungan

Lebih hemat 10%

Rp 393.750