Bundling 5 Buku Referensi ; Teknik Mesin
Paket DISKON

Rp 501.000

Buku ini terdiri dari : 

  1. Buku Teknik Pengefraisan
  2. Buku Modul AIP Beginner A
  3. Buku Pengecoran Logam (Metode Evaporative)
  4. Buku Perancangan Mesin-Mesin Industri
  5. Buku Komponen Sistem Pneumatik

1. Buku Teknik Pengefraisan
Mesin Frais atau biasa disebut dengan Mesin Milling merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja Mesin Milling adalah pergerakan berputarnya alat potong (pisau frais, mata bor, reamer, flying toll dan alat potong lainnya) pada kedudukan spindle tetap dengan benda kerja bergerak berjalan menuju arah putaran alat potong. Pergerakan berjalannya benda menuju arah putaran alat potong dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.Manfaat mempelajari Mesin Milling agar pembaca dan siswa dapat atau mampu menerapkan keamanan kesehatan dan keselamatan kerja pada Mesin Milling, memahami dasar-dasar pengefraisan pada Mesin Milling, menerapkan persiapan kerja pada Mesin Milling, mengoperasikan Mesin Milling dan membuat benda-benda produksi dengan menggunakan Mesin Milling.

Buku Teknik Pengefraisan ini kami susun untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan pembaca dan siswa untuk menjalankan dan mengoperasikan Mesin Milling. Buku ini berisi tentang jenis pekerjaan pengefraisan dan prosedurnya, yang terdiri dari proses :

Balok
Balok bertingkat dan miring
Benda beralur
Benda berlubang dan berulir
Benda bertulis angka atau huruf
Benda profil silindris atau radius
Roda gigi lurus
Roda gigi miring
Segi beraturan
Dalam dunia manufacturingkita mengenal adanya pengerjaan logam secara mekanis. Pengerjaan logam dengan cara ini membutuhkan pengerjaan lanjut untuk memperoleh hasil akhir yang dengan finishing yang memuaskan. Ada beberapa pengerjaan lanjut yangkita ketahui, salah satunya pengerjaan dengan mengunakan mesin Milling ataumesin Frais.

Mesin Frais atau biasa disebut dengan Mesin Milling merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja mesin frais adalah pergerakan berputarnya alat potong (pisau frais, mata bor, reamer, flying toll dan alat potong lainnya) pada kedudukan spindle tetap dengan benda kerja bergerak berjalan menuju arah putaran alat potong. Pergerakan berjalannya benda menuju arah putaran alat potong dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.

2. Buku Modul AIP Beginner A
Autodesk Inventor Professional (AIP) adalah perangkat lunak untuk membuat grafis benda solid 3D yang dikhususkan pada perancangan (design) rekayasa teknik (mechanical design). AIP menyediakan berbagai tools yang dapat digunakan oleh perancang (drafter/designer) dalam menggambar benda solid 3D mekanik mulai dari sketsa gambar, membentuk model 3D, hingga simulasi rekayasa (engineering analysis). Modul ini merupakan modul awal yang wajib dipelajari oleh drafter/designer yang ingin menguasai AIP guna perancangan 3D mekanik. Secara umum tingkat penguasaan AIP dibagi menjadi 3 level meliputi AIP Beginner, AIP Advance dan AIP Professional. Pada skema pembelajaran ini, modul untuk level pertama yaitu AIP Beginner disajikan ke dalam dua modul yaitu Beginner A dan Beginner AA. Modul AIP Beginner A merupakan modul dasar yang ditujukan untuk pengenalan pertama interface AIP maupun perancangan benda-benda solid non-assembly/komponen dasar. Sementara AIP Beginner AA merupakan modul untuk pemula dengan tingkatan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan AIP Beginner A karena memuat berbagai keterampilan dalam perancangan benda solid 3D yang mulai melibatkan beberapa komponen dan fungsi assembly/perakitan. Bagi siswa/mahasiswa yang berkeinginan untuk mempelajari AIP secara professional, disarankan untuk mengikuti setiap tingkatan pembelajaran mulai dari tahap awal hingga tahap profesional. Modul AIP Beginner A ini disajikan ke dalam tata bahasa yang mudah dimengerti oleh pemula termasuk istilah teknis maupun langkah-langkah menggambar yang sangat detail dan sederhana. Selain itu, setiap modul AIP yang disusun akan disajikan secara aplikatif melalui studi kasus sehingga siswa/mahasiswa dapat menguasai berbagai tools secara praktis dengan pemahaman teori yang baik. Akhirnya, selamat belajar Autodesk Inventor Professional dan selamat mencoba.


3. Buku Pengecoran Logam (Metode Evaporative)
Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama berisi tentang pendahuluan, bab dua membahas tentang pola Styrofoam, bab tiga membahas tentang pasir cetak, bab empat membahas tentang lapisan (coating) pola eps, dan bab lima membahas tentang pembuatan pola eps dan perangkaian. Bab enam membahas tentang suhu tuang, bab tujuh membahas tentang pengujian fluiditas (fluidity test), bab delapan membahas tentang pengaruh ketebalan dan penggetaran pasir, bab sembilan membahas tentang metode lfc bertekanan, bab sepuluh membahas tentang pengecoran aluminium paduan al-si, bab sebelas membahas tentang sifat kelelahan hasil coran lfc. Pengecoran lost foam merupakan salah satu jenis pengecoran yang menggunakan bahan expanded polystyrene (EPS) sebagai bahan untuk membuat pola dan ditanam dalam pasir silika menjadi cetakan. Ketika logam cair dimasukkan ke dalam cetakan, expanded polystyrene akan mencair dan menguap sehingga tempat itu akan diisi oleh cairan logam (Askeland, 2001). Metode ini ditemukan dan dipatenkan oleh Shroyer pada tahun 1958 (Shroyer, 1958). Pada tahun 1964, konsep penggunaan cetakan pasir kering tanpa pengikat telah dikembangkan dan dipatenkan oleh Smith (Smith, 1964). Lost foam casting (LFC) merupakan salah satu metode pengecoran dengan biaya yang efektif dan proses pengecoran yang ramah lingkungan. Pengecoran lost foam memiliki banyak keuntungan. Salah satu keuntungan dari lost foam casting adalah fleksibilitas dalam mendesign pola pengecoran. Pengecoran lost foam dapat memproduksi benda yang kompleks/bentuknya rumit, tidak ada pembagian cetakan, tidak memakai inti, mengurangi tenaga kerja dalam pengecorannya (Monroe, 1992). Cetakan dari pola berbahan polystyrene foam mudah dibuat dan murah (Barone, 2005). Pencemaran lingkungan karena emisi bahan-bahan pengikat dan pembuangan pasir dapat dikurangi karena tidak menggunakan bahan pengikat dan pasir dapat langsung digunakan kembali (Kumar dkk, 2007). Pola adalah suatu bentuk yang terbuat dari kayu, logam, plastik atau material komposit yang diletakkan pada media cetak untuk menghasilkan rongga cetak. Sebagian besar pola dibuat terpisah dan diambil ketika rongga cetak telah terbentuk sehingga bisa digunakan untuk membuat banyak coran dengan bentuk yang sama (ASM Handbook, Volume 15).

4. Buku Perancangan Mesin-Mesin Industri
Meskipun kriteria yang digunakan oleh seorang perancang adalah banyak, namun semuanya tertuju pada kriteria berikut ini: Function (fungsi/pemakaian) Safety (keamanan) Reliability (dapat dihandalkan) Cost (biaya) Manufacturability (dapat diproduksi) Marketability (dapat dipasarkan) Kriteria, pertimbangan dan prosedur tambahan yang dimasukkan dalam program secara khusus masalah keamanan produk, kegagalan pemakaian suatu produk. Beberapa pertimbangan dan prosedur penting itu adalah: Pengembangan dan penggunaan suatu sistem rancang ulang secara khusus menegaskan analisa kegagalan, mempertimbangkan keamanan, dan memenuhi standar dan pemerintahan. Pengembangan daftar ragam operasi dan pemeriksaan penggunaan produk dalam setiap mode/ragam. Identifikasi lingkungan pemakaian produk, termasuk memperkirakan pemakaian, menduga penyalahgunaan, dan fungsi yang diharapkan. Penggunaan teori desain spesifik yang menegaskan kegagalan atau analisa kegagalan pemakaian dan mempertimbangkan keamanan dalam setiap ragam operasi. Dalam perancangan komponen mesin di sini tidak ada aturan yang baku. Masalah perancangan mungkin bisa diselesaikan dengan banyak cara. Jadi, prosedur umum untuk menyelesaikan masalah perancangan adalah sebagai berikut: Mengenali kebutuhan/tujuan . Pertama adalah membuat pernyataan yang lengkap dari masalah perancangan, menunjukkan kebutuhan/tujuan, maksud/usulan dari mesin yang dirancang. Mekanisme. Pilih mekanisme atau kelompok mekanisme yang mungkin. Analisis gaya. Tentukan gaya aksi pada setiap bagian mesin dan energi yang ditransmisikan pada setiap bagian mesin. Pemilihan material. Pilih material yang paling sesuai untuk setiap bagian dari mesin. Rancang elemen-elemen (ukuran dan tegangan). Tentukan bentuk dan ukuran bagian mesin dengan mempertimbangkan gaya aksi pada elemen mesin dan tegangan yang diijinkan untuk material yang digunakan. Modifikasi. Mengubah/memodifikasi ukuran berdasarkan pengalaman produksi yang lalu. Pertimbangan ini biasanya untuk menghemat biaya produksi. Gambar detail. Menggambar secara detail setiap komponen dan perakitan mesin dengan spesifikasi lengkap untuk proses produksi. Komponen bagian mesin seperti tercantum dalam gambar detail diproduksi di workshop.

5. Buku Komponen Sistem Pneumatik
Buku ini terdiri dari beberapa bab. bab pertama berisi pendahuluan, bab dua membahas tentang pembelajaran, bab tiga membahas tentang latihan simulator pneumatic, dan bab empat berisi penutup. Modul yang berjudul Pneumatik ini berisikan hal-hal tentang komponen Pneumatik yang meliputi : kompresor dan pengolahan udara, elemen penggerak, unit pengatur, grafik simbol dan diagram sirkuit. Setelah mempelajari modul ini siswa akan menguasai tentang proses dasar pneumatik. Pneumatik ini sangat berguna dalam dunia industri karena didunia industri membutuhkan otomatisasi dan rasionalisasi rangkaian operasional secara kontinyu (terus-menerus) untuk mempertinggi produktivitas dengan biaya yang lebih murah. Rangkaian yang dipelajari siswa disekolah tidak jauh berbeda dengan prinsipnya dengan rangkaian pneumatik yang digunakan di dunia industri. Tujuan modul ini adalah memberikan pemahaman yang memadai tentang komponen pneumatik, bersamaan dengan itu akan dijelaskan pula tentang diagram rangkaian pneumatik. Sumber tenaga yang digunakan pada tabung-tabung pneumatik yaitu berupa udara yang dimampatkan, dapat diperoleh dari unit kompresor. Prinsip kerja dari unit kompresor yaitu udara diisap dari atmosfer melalui sebuah filter oleh sebuah pompa torak yang disebut kompresor, kemudian kompresor memompakan udara tersebut ke dalam sebuah tangki penampung dari baja yang disebut receiver. Kompresor ini digerakkan oleh sebuah motor listrik, yang dikontrol dengan menggunakan saklar (switch) pengindera tekanan, yang dihubungkan dengan penampung. Kompresor adalah pesawat pembangkit (pompa torak) yang berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik) dengan tekanan kerja tertentu. Jenis kompresor dipilih berdasarkan syarat-syarat pemakaian yang harus dipenuhi yaitu tekanan yang dibutuhkannya untuk bekerja dan volume udara yang akan diperlukan dalam sistem peralatan (katup dan silinder pneumatik). Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama yaitu : Positive Displacement Compressor dan Dynamic Compressor (turbo). Positive Displacement Compressor terdiri dari Reciprocating dan Rotary, sedangkan Dynamic Compressor (turbo) terdiri Centrifugal, Axial, dan Ejector.

Bundling 5 Buku Referensi ; Teknik Mesin

lebih hemat 20%

Rp 501.000