Opini

Kemana Investigasi KNKT dan Masalah Keselamatan yang Tak Pernah Tuntas

Bukan cuaca yang berulang, tapi kegagalan sistem. Keselamatan transportasi butuh keberanian untuk berubah.

Setiap kecelakaan transportasi udara di Indonesia hampir selalu direspons dengan langkah yang sama: investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Lembaga ini berperan penting dalam mengungkap kronologi kejadian dan faktor penyebab kecelakaan dengan tujuan utama meningkatkan keselamatan, bukan mencari siapa yang bersalah. Namun, di tengah berulangnya insiden penerbangan, muncul pertanyaan besar di ruang publik: ke mana arah hasil investigasi tersebut, dan mengapa masalah keselamatan seolah tidak pernah benar-benar selesai?

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak temuan KNKT mengulang pola yang sama. Armada pesawat yang menua, lemahnya pengawasan kelaikan udara, ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional, serta budaya keselamatan yang sering dikalahkan oleh kepentingan efisiensi biaya dan waktu.

Pesawat yang secara teknis tidak lagi ideal untuk dioperasikan tetap dipaksakan terbang, sementara pengawasan sering kali berhenti pada formalitas administrasi. Dalam kondisi seperti ini, kecelakaan bukan lagi sekadar musibah, melainkan konsekuensi dari sistem yang gagal bekerja secara konsisten.

Sayangnya, rekomendasi KNKT bersifat tidak mengikat secara hukum. Akibatnya, tindak lanjut terhadap temuan investigasi sangat bergantung pada komitmen regulator, operator, dan pemangku kepentingan lainnya. Ketika rekomendasi hanya menjadi dokumen laporan tanpa pengawasan dan sanksi yang tegas, potensi terulangnya kecelakaan serupa tetap terbuka lebar. Publik pun akhirnya hanya disuguhi siklus yang sama: kecelakaan, investigasi, rekomendasi, lalu lupa.

Narasi awal yang sering menyalahkan cuaca atau faktor alam juga kerap mengaburkan akar persoalan sebenarnya. Cuaca adalah variabel yang sudah lama menjadi bagian dari risiko penerbangan dan seharusnya dapat dikelola melalui perencanaan, pengambilan keputusan yang tepat, serta sistem keselamatan yang kuat. Ketika keputusan manusia, integritas, dan tata kelola tidak dibenahi, menyalahkan alam justru menjadi cara mudah untuk menghindari tanggung jawab.

Masalah keselamatan transportasi tidak akan pernah tuntas jika investigasi berhenti pada pencarian sebab tanpa keberanian melakukan perubahan sistemik. Investigasi KNKT seharusnya menjadi dasar evaluasi menyeluruh, penegakan aturan yang konsisten, serta pembenahan budaya keselamatan dari hulu ke hilir. Keselamatan bukan sekadar laporan teknis, melainkan komitmen nyata untuk menempatkan nyawa manusia di atas kepentingan apa pun. Tanpa itu, pertanyaan tentang keselamatan akan terus muncul—dan tragedi berisiko terus berulang.

Selain itu, aspek kesehatan kru, kelelahan kerja, kondisi psikologis, jam terbang, serta kesiapan fisik personel penerbangan juga harus menjadi perhatian utama dalam sistem keselamatan yang berkelanjutan.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait