Pengetahuan

Operasi Pengangkatan di Atas Kapal, Prinsip Keselamatan dan Penggunaan Peralatan Pengangkat (AWB)

Keselamatan operasi pengangkatan di atas kapal menuntut kompetensi personel, kepatuhan terhadap regulasi, serta penggunaan peralatan pengangkat yang tepat. Penerapan prinsip keselamatan yang konsisten menjadi kunci untuk melindungi awak kapal, menjag

Operasi pengangkatan di atas kapal merupakan aktivitas penting yang mendukung kelancaran kegiatan maritim, mulai dari pemuatan dan pembongkaran kargo, pemindahan perbekalan, hingga pekerjaan perawatan kapal. Peralatan pengangkat seperti derek dan aksesorinya memungkinkan beban berat dipindahkan secara efisien. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat potensi bahaya besar apabila pengoperasiannya tidak dilakukan secara benar dan aman.

Artikel ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai prinsip keselamatan dalam penggunaan peralatan pengangkat di atas kapal, sekaligus menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan standar keselamatan kerja yang berlaku. Fokus utama dalam setiap operasi pengangkatan adalah keselamatan personel, kemudian diikuti dengan upaya melindungi material dan kargo dari risiko kerusakan.

Dasar Hukum dan Tanggung Jawab Personel

Sesuai dengan ketentuan keselamatan kerja yang diatur dalam SI 1998 No. 2307 tentang Operasi Pengangkatan dan Peralatan Pengangkatan, seluruh kegiatan pengangkatan dan pemasangan tali hanya boleh dilakukan oleh personel yang telah mendapatkan pelatihan serta memiliki pengalaman yang memadai. Ketentuan ini berlaku tanpa memandang jabatan atau tugas utama seseorang di atas kapal.

Dalam praktiknya, dapat terjadi kondisi di mana awak kapal harus terlibat langsung dalam pengoperasian peralatan pengangkat. Oleh karena itu, setiap personel perlu memahami batas kewenangannya dan menyadari bahwa pengoperasian peralatan tanpa kompetensi yang cukup dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Keselamatan sebagai Prioritas Utama

Keselamatan merupakan pertimbangan utama dalam setiap operasi pengangkatan. Kesalahan kecil, seperti salah memperkirakan berat beban atau menggunakan peralatan yang tidak layak, dapat berujung pada kecelakaan serius. Selain melindungi keselamatan awak kapal, penerapan prosedur yang benar juga bertujuan meminimalkan risiko kerusakan terhadap kargo dan struktur kapal.

Untuk mencapai kondisi kerja yang aman, setiap pengangkatan harus direncanakan dengan baik, termasuk penilaian risiko, penentuan metode pengangkatan, serta pengawasan selama operasi berlangsung.

Dokumentasi jeriko 2026
Operasi derek

Peran Penting Operator Derek

Derek adalah salah satu peralatan paling vital dalam operasi maritim. Kegagalan derek dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik dari sisi keselamatan maupun kerugian operasional. Oleh karena itu, hanya operator derek yang berwenang dan memiliki sertifikasi resmi yang diizinkan mengoperasikannya.

Operator derek harus memahami seluruh aspek pengoperasian, termasuk kapasitas angkat maksimum, radius kerja aman, serta pengaruh kondisi lingkungan seperti angin dan gerakan kapal. Selain itu, operator bertanggung jawab melakukan pemeriksaan keselamatan harian, memastikan indikator beban bekerja dengan benar, serta melaksanakan perawatan pencegahan rutin seperti pelumasan komponen penting.

Pengukuran Beban dan Pengendalian Risiko

Agar derek dapat dioperasikan dengan aman, setiap beban yang akan diangkat harus diketahui beratnya secara akurat. Kargo harus dikemas dan ditata dengan baik, ditimbang dengan benar, serta dicatat dalam dokumen muatan. Langkah ini penting untuk mencegah kelebihan beban yang dapat menyebabkan kegagalan struktural pada derek.

Pengendalian risiko juga mencakup pengawasan terhadap kondisi peralatan pengangkat dan aksesorinya. Penggunaan peralatan yang tidak sesuai atau telah melewati masa layak pakai sangat berbahaya dan harus dihindari.

Jenis-Jenis Derek dan Karakteristik Penggunaannya

Dalam kegiatan operasional, terdapat berbagai jenis derek yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Derek berlengan teleskopik merupakan jenis yang paling umum digunakan karena fleksibilitasnya. Derek ini bersifat mobile dan biasanya memerlukan penopang tambahan agar tetap stabil selama pengangkatan.

Selain itu, derek perayap banyak digunakan pada pekerjaan konstruksi. Jenis derek ini mampu bergerak sambil membawa beban selama kondisi permukaan mendukung. Umumnya derek perayap menggunakan lengan rangka, meskipun beberapa tipe tertentu telah dilengkapi dengan lengan teleskopik.

Karena peralatan pengangkat berasal dari berbagai produsen, setiap pengguna wajib memahami keterbatasan teknis alat yang digunakan. Apabila terdapat keraguan, informasi teknis dan petunjuk operasional dari pabrikan harus dijadikan acuan utama.

Identifikasi dan Sertifikasi Peralatan Pengangkat

Setiap peralatan pengangkat dan aksesorinya harus memiliki identitas yang jelas, termasuk nomor identifikasi dan nilai beban kerja aman yang tertera secara permanen. Informasi ini menjadi dasar dalam menentukan apakah peralatan tersebut layak digunakan untuk suatu operasi pengangkatan.

Selain itu, penerapan sistem kode warna sering digunakan untuk menunjukkan status sertifikasi peralatan. Penggunaan peralatan dengan kode warna yang masih berlaku membantu memastikan bahwa alat tersebut telah diperiksa dan dinyatakan aman untuk digunakan di area kerja.

Penerapan Standar Keselamatan Industri

Ketentuan keselamatan pengangkatan disusun untuk mendukung kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri maritim. Standar ini tidak hanya menjadi pedoman internal perusahaan, tetapi juga digunakan oleh otoritas pengawas sebagai acuan dalam penilaian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan ini secara konsisten, operasi pengangkatan di atas kapal dapat dilakukan dengan tingkat risiko yang lebih rendah. Pada akhirnya, penerapan keselamatan kerja yang baik tidak hanya melindungi awak kapal, tetapi juga menjaga keandalan peralatan, kelancaran operasional, serta keberlangsungan kegiatan maritim secara keseluruhan.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait