Time schedule adalah sebuah perencanaan waktu yang dibuat untuk mengontrol durasi pada suatu proyek.
Time schedule sangat diperlukan pada sebuah aktivitas proyek, karena seluruh kegiatan pasti memiliki dead line, sehingga pekerjaan harus selesai tepat dengan waktunya atau kontraktor pelaksana akan terkenda denda atau penalti jika tidak dapat menyelesaikannya.
Jadi dapat juga diartikan time schedule adalah alat yang dipakai untuk memanajemen sebuah proyek agar bisa berjalan dengan semestinya dan dapat dikontrol secara benar.
Proyek dalam skala besar namun tidak memakai time schedule pasti tidak akan selesai dengan tepat waktu karena tanpa perencanaan waktu yang jelas project seperti badan tanpa nyawa.
Karena banyak unsur penting di dalam time schedule yang bisa digunakan oleh seorang project manager dalam mengambil keputusan penting, seperti pendatangan material, man power, dan banyak lagi.
Time schedule dalam proyek dapat disajikan dalam bentuk apa saja?
Time Schedule proyek dapat disajikan dengan beberapa cara, diantaranya ada bar chart, activity on node, precedence diagram dan sebagainya.
Penyajian ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dari setiap orang, harus dipastikan dulu time schedule ini akan disajikan kepada siapa.
Sebagai contoh jika kamu ingin menyajikan time schedule kepada atasan yang hanya memiliki sedikit waktu untuk mendengarmu
Kamu bisa memakai bar chart sebagai solusinya, karena bar chart sangat mudah dipahami oleh siapapun.
namun harus diingat bahwa bar chart hanya bisa kamu gunakan untuk menjelaskan time schedule yang aktivitasnya sangat spesifik.
Tapi jika kamu ingin menyajikan time schedule kepada planner yang ingin memeriksa penjadwalannya.
kamu harus bisa menampilkan time schedule yang lebih teliti dan mengandung banyak pendekatan yang semestinya.
Misal kamu harus bisa menampilkan argumen kamu tentang aktivitas kritis dalam sebuah proyek, atau kamu bisa menampilkan float dalam jaringan aktivitas atau,
Perbedaan antara hari kerja dan hari kalender, hal kecil seperti ini juga harus disajikan.
Siapa yang menyusun time schedule?
Biasanya ada departemennya tersendiri yang mengurusi tentang time schedule ini. Bisa juga dipimpin oleh planner atau bisa juga langsung dikomandoi oleh project manager. Namun itu semua masih tergantung pada seberapa besar perusahaan karena semakin besar perusahaan akan semakin jelas tanggung jawab kerjanya.
Jika di organisasi yang besar schedule dikerjakan oleh scheduler yang dibantu oleh pelaksana lapangan agar dapat membuat schedule yang realistis dengan situasional asli lapangan.
Namun pada tahan penjadwalan semua stakeholder dalam proyek harus dikumpulkan untuk diajak brainstorming.
Mulai dari kepala bagian pengadaan, kepala engineer struktur, MEP, sampai dengan arsitektur (ini kita bicara proyek konstruksi).
0 Komentar
Artikel Terkait








