Pengetahuan

Standar Sambungan Lewatan dan Overlap Wiremesh

Sambungan lewatan atau overlap untuk wiremesh sudah diatur dalam Standar Nasional Indonesia berikut ini penjelasan detailnya

Sambungan lewatan atau overlap untuk wiremesh sudah diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).

Untuk itu sambungan lewatan atau overlap wiremesh  harus benar - benar diperhatikan agar dipasang sesuai dengan standar yang berlaku demi keamanan dan keberlanjutan sebuah infrastruktur.

Sambungan lewatan dan overlap wiremesh diatur dalam SNI 2847-2019 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung.

Berikut ini penjelasan detail tentang sambungan lewatan dan overlap untuk wiremesh yang bisa kamu dapatkan pada SNI :

Wiremesh disebut sebagai jaring kawat ulir las pada SNI 2847-2019 pada pasal R25.5.3.1, ketentuan sambungan lewatan ini didasarkan pada penelitian yang sudah dilakukan oleh Kesler dan Lyod pada tahun 1996.

plannertalks.com

Pada gambar di atas diperlihatkan bahwa rumus sambungan lewatan adalah  1,3 ld harus lebih besar dari 200mm.

Dimana :

  • 1,3 = Nilai ketetapan (sudah standardnya)
  • ld = Panjang Penyaluran (panjang overlap)

Contohnya sebagai berikut:

Kamu bisa meminimalkan sambungan lewatan setidaknnya 20 cm untuk overlap wiremesh 

1,3 (200mm) = 260mm  lebih besar dari 200 mm, maka 20 cm adalah jarak sambungan lewatan yang aman.

Penting untuk dicatat bahwa persamaan ini berlaku dengan catatan memenuhi 2 ketentuan berikut .

  1. Bagian lewatan antara persilangan kawat terluar pada masing-masing lembar jaringan paling sedikit 50 m
  2. Jaringan kawat pada arah panjang penyaluran harus berupa kawat ulir D13 atau yang lebih kecil

Jika syarat ini tidak terpenuhi maka nilai minumum pada panjang penyaluran harus diubah menjadi 1,3 ld harus lebih besar dari 300mm. di aktual lapangan banyak sekali yang akan memakai cara lama yakni 40 x Diameter, tentu cara ini masih akan menimbulkan perdebatan terkait dengan apakah teori ini bisa dipakai atau tidak.

Namun satu hal yang perlu diperhatikan bangunan harus memenuhi beberapa unsur, yakni unsur kekuatan juga unsur kefesienan harga, jika hanya mempertimbangkan kekuatan struktur namun melupakan aspek efesien tentu bukan cara yang bijak. Untuk itu cara yang paling aman adalah mengunakan standar yang sudah ditetapkan untuk mencegah kekeliruan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Untuk pemahaman yang lebih komprehensif kamu bisa membaca peraturan SNI 2847 - 2019, namun isi dari artikel ini secara keseluruhan sudah cukup untuk pemahaman dasarmu di lapangan. Kamu bisa mendowload nya tersebar secara gratis di internet.

 

 

Share:

0 Komentar