Pengetahuan

Mengenal ANG: Inovasi BRIN Pengganti LPG Berbasis Gas Alam dan Karbon Aktif

BRIN mengembangkan ANG yang dapat menggantikan LPG untuk meningkatkan ketahanan energi di Indonesia, seperti apa teknologi ANG? Simak artikel berikut hingga akhir yaa.

Tarisa Dinda Deliyanti29 September 2026

Ketergantungan Indonesia terhadap LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk kebutuhan rumah tangga kerap menjadi persoalan strategis. Sebagian besar pasokan LPG nasional diperoleh melalui impor, sehingga perubahan harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang selalu membayangi anggaran negara. Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi ANG (Adsorbed Natural Gas) sebagai alternatif energi masa depan yang lebih aman, murah, dan mandiri.

Apa Itu Adsorbed Natural Gas (ANG)?

ANG atau gas alam teradsorpsi adalah teknologi penyimpanan gas alam (metana) di dalam tabung bertekanan rendah hingga sedang dengan memanfaatkan media padat berpori. Berbeda dengan LPG yang menggunakan propana dan butana dari hasil olahan minyak bumi, ANG menggunakan gas alam yang melimpah di Indonesia.

Jika gas alam murni (compressed natural gas/CNG) memerlukan tekanan sangat tinggi mencapai 200-250 bar agar dapat disimpan dalam jumlah banyak, ANG mampu menyimpan jumlah gas yang relatif setara pada tekanan jauh lebih rendah yaitu sekitar 30-50 bar.

Bagaimana Cara Kerja dan Teknologi ANG?

Teknologi ANG terletak pada prinsip adsorpsi (penyerapan pada permukaan) material berpori di dalam tabung:

  1. Material karbon aktif sebagai 'spons' gas: di dalam tabung ANG diisi dengan material karbon aktif bertipikal nanoporous (memiliki pori-pori berukuran nanometer). Material ini bisa diproduksi dari limbah biomassa lokal seperti cangkang kelapa sawit atau tempurung kelapa.
  2. Mekanisme adsorpsi: ketika gas alam dimasukkan ke dalam tabung, molekul gas tidak sekadar dimampatkan secara paksa, tetapi menempel erat pada permukaan pori-pori karbon aktif. Karbon aktif ini bertindak layaknya spons padat yang menyerap gas.
  3. Pelepasan gas yang stabil: saat kran tabung dibuka untuk digunakan memasak, tekanan di dalam tabung menurun secara bertahap sehingga molekul gas terlepas dari pori karbon (desorpsi) dan mengalir stabil ke kompor.

Kenapa BRIN Mengembangkan ANG untuk Mengganti LPG?

Langkah BRIN memfokuskan riset ANG didasari oleh beberapa alasan seperti berikut:

  • Kedaulatan energi dan efisiensi anggaran negara: cadangan gas alam di Indonesia sangat melimpah, namun harus mengimpor lebih dari 70% kebutuhan LPG setiap tahunnya. Mengganti LPG dengan gas alam domestik melalui ANG berpotensi menghemat anggaran negara puluhan triliun rupiah dari subsidi dan impor.
  • Faktor keamanan penggunaan: tekanan tabung ANG (30-50 bar) jauh lebih rendah dibanding tabung CNG (200 bar). Tekanan yang lebih rendah menurunkan risiko ledakan tabung secara signifikan sehingga jauh lebih aman untuk penggunaan skala rumah tangga dan UMKM.
  • Pemanfaatan bahan baku lokal: pembuatan karbon aktif dalam tabung memanfaatkan potensi biomassa dalam negeri seperti limbah cangkang sawit. Ini menciptakan ekosistem industri hilirisasi riset dari hulu ke hilir secara mandiri.
  • Kemudahan distribusi: spesifikasi material tabung ANG bisa lebih ringan dan efisien ketimbang tabung CNG, memudahkan proses distribusi ke wilayah permukiman.

Melalui pengembangan ANG, BRIN menunjukkan bagaimana riset sains terapan mampu menjawab permasalahan riil masyarakat dan ketahanan energi nasional. Bagi mahasiswa dan generasi muda, inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa penguasaan teknologi material padat dan rekayasa proses dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.

Share:

0 Komentar