Kreatifitas

Daftar Barang yang Sebaiknya Tidak Dibeli Mahasiswa

Mahasiswa, kantong cekak tapi pengin gaya? Ini dia Daftar Barang yang Sebaiknya TIDAK Kamu Beli biar dompet aman & fokus kuliah tetap jalan! Dari alat tulis berlebihan sampai fast fashion, yuk jadi mahasiswa cerdas finansial!

Karya Dream22 Desember 2025

Kehidupan mahasiswa seringkali identik dengan anggaran terbatas. Antara biaya kuliah, buku, makan, dan kebutuhan dasar lainnya, setiap rupiah harus diperhitungkan dengan cermat. Godaan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan bisa sangat besar, apalagi dengan promosi dan tren kekinian.

Agar kantong tidak cepat bolong dan kamu bisa fokus pada hal-hal penting selama kuliah, berikut adalah daftar barang yang sebaiknya kamu hindari untuk dibeli, atau setidaknya pertimbangkan ulang dengan sangat matang:

1. Alat Tulis dan Peralatan Kuliah Berlebihan

Meskipun alat tulis itu penting, seringkali kita tergoda untuk membeli:

  • Pulpen Warna-warni Lusinan: Kecuali kamu jurusan desain grafis atau seni rupa yang memang butuh banyak warna, pulpen warna-warni berlusin-lusin seringkali hanya terpakai sedikit. Pilih beberapa warna dasar yang esensial.

  • Buku Catatan yang Terlalu Banyak & Mewah: Satu atau dua buku catatan berkualitas yang bisa diisi ulang (seperti binder) atau buku spiral sederhana sudah cukup. Buku catatan dengan desain mewah seringkali mahal dan tidak terlalu meningkatkan produktivitas.

  • Stabilo Berbagai Warna yang Tidak Terpakai: Mirip dengan pulpen, stabilo memang membantu menandai. Tapi kamu tidak perlu punya setiap warna pelangi. Tiga sampai empat warna utama sudah sangat memadai.

  • Kalkulator Ilmiah Mahal (Jika Tidak Wajib): Jika jurusanmu tidak secara spesifik membutuhkan kalkulator ilmiah yang canggih (misalnya teknik atau matematika murni), kalkulator dasar atau bahkan aplikasi kalkulator di smartphone sudah cukup.

Solusi: Beli secukupnya sesuai kebutuhan mata kuliah. Manfaatkan diskon mahasiswa atau beli paket hemat. Pertimbangkan juga aplikasi pencatat digital seperti Notion atau Google Keep untuk mengurangi kebutuhan kertas.

2. Pakaian dan Aksesori Tren Cepat (Fast Fashion)

Tren fashion datang dan pergi begitu cepat, dan membeli setiap item yang sedang hype hanya akan menguras dompetmu.

  • Pakaian Fast Fashion Murah Berkualitas Rendah: Meskipun harganya murah, kualitasnya seringkali buruk, mudah rusak, dan cepat ketinggalan zaman. Ini malah bikin boros karena harus sering ganti.

  • Aksesori Unik yang Sulit di-Mix and Match: Topi aneh, tas dengan warna atau bentuk ekstrem, atau perhiasan yang hanya cocok untuk satu outfit tertentu.

  • Sepatu yang Hanya Mengikuti Tren: Sepatu yang terlalu mencolok dan hanya cocok untuk satu musim tren akan jarang terpakai setelahnya.

Solusi: Fokus pada pakaian dasar (basic essentials) yang netral, nyaman, dan mudah di-mix and match. Beli beberapa item berkualitas yang awet. Pertimbangkan thrifting atau toko baju murah untuk menemukan barang unik dengan harga super hemat.

3. Langganan Hiburan Digital Berlebihan

Di zaman streaming ini, godaan untuk berlangganan berbagai layanan sangat besar.

  • Langganan Streaming Film/Serial Lebih dari Satu: Netflix, Disney+, HBO Go, Prime Video, dan lain-lain. Pilih satu atau dua yang paling sering kamu gunakan. Sisanya bisa diakali dengan berbagi akun bersama teman/keluarga.

  • Langganan Aplikasi Musik Premium (Jika Jarang Digunakan): Spotify Premium, Apple Music, dll. Jika kamu hanya mendengarkan musik sesekali atau tidak keberatan dengan iklan, versi gratis mungkin sudah cukup.

  • Langganan Game Online / Aplikasi Berbayar yang Tidak Esensial: Prioritaskan aplikasi atau game yang memang mendukung studi atau sangat kamu nikmati dan sering kamu gunakan.

Solusi: Evaluasi kebutuhanmu. Manfaatkan promo gratis percobaan. Maksimalkan fitur gratis dari aplikasi yang kamu butuhkan.

4. Peralatan Dapur yang Tidak Esensial

Hidup di kos atau apartemen kecil seringkali berarti dapur minimalis. Hindari membeli alat masak yang besar dan jarang dipakai.

  • Juicer atau Blender Canggih (Jika Tidak Rutin Membuat Jus/Smoothie): Kalau kamu cuma sesekali membuat jus atau smoothie, blender biasa (atau bahkan pinjam teman) sudah cukup.

  • Mesin Kopi Mahal: Kecuali kamu seorang barista wannabe atau sangat ketergantungan kopi kualitas tinggi, kopi instan atau sachet sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Atau, beli coffee maker sederhana.

  • Peralatan Memanggang (Oven, Mixer Besar): Jika kamu tidak hobi baking, ini hanya akan memenuhi tempat dan jadi sarang debu.

Solusi: Beli peralatan multifungsi dan esensial seperti wajan, panci kecil, spatula, dan pisau. Manfaatkan dapur umum kampus/kos jika ada.

5. Gadget Terbaru dan Termahal

Sebagai mahasiswa, gadget memang penting, tapi bukan berarti harus selalu yang paling baru dan mahal.

  • Smartphone Flagship Terbaru: Ponsel kelas menengah saat ini sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan kuliah (belajar, Zoom, media sosial). Ponsel flagship cepat kehilangan nilai dan fiturnya seringkali overkill untuk mahasiswa.

  • Laptop Gaming Spek Tinggi (Jika Bukan Jurusan Relevan): Jika kamu bukan mahasiswa IT, desain grafis, atau jurusan yang sangat membutuhkan performa tinggi, laptop standar yang kuat untuk multitasking dan ringan sudah lebih dari cukup.

  • Smartwatch atau Earbuds Mahal: Ini adalah aksesori yang menambah kenyamanan, tapi bukan keharusan. Versi yang lebih terjangkau atau brand lokal sudah menawarkan kualitas yang baik.

Solusi: Beli gadget sesuai kebutuhan dan budget. Pertimbangkan membeli versi sebelumnya yang masih sangat bagus atau cari promo dan diskon.

6. Makanan Instan dan Makanan Cepat Saji Berlebihan

Meskipun praktis, membeli ini terlalu sering akan menguras dompet dan merusak kesehatan.

  • Mi Instan Kardusan: Murah di awal, tapi konsumsi berlebihan tidak sehat dan dalam jangka panjang lebih boros daripada masak sendiri atau makan di warung.

  • Minuman Manis Kemasan: Kopi susu botolan, bubble tea setiap hari, atau minuman soda. Harganya bisa menumpuk dan kandungan gulanya tinggi.

  • Makanan Cepat Saji (Fast Food) Rutin: Sangat menggoda saat lapar dan sibuk, tapi biaya sekali makan bisa untuk dua porsi makanan rumahan.

Solusi: Prioritaskan meal prep ringan, bawa bekal dari rumah, minum air putih lebih banyak. Jika terpaksa jajan, pilih opsi sehat di kantin kampus atau warung makan rumahan.

Mengelola keuangan saat kuliah adalah keterampilan penting yang akan sangat berguna di masa depan. Dengan lebih bijak dalam memilih apa yang dibeli, kamu tidak hanya akan menghemat uang, tetapi juga belajar memprioritaskan kebutuhan dan hidup lebih efisien.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait