Teknologi

Teknologi 5G Huawei Mulai September 2021 Akan Di Blokir Inggris

Mulai September 2021 pemerintah Negara Inggris akan melakukan pemblokiran pada teknologi 5G milik perusahaan Huawei. Hal itu menyebabkan perusahaan milik Negara Tiongkok ini tidak akan beroperasi di Negara Inggris.

Abdul Rahim Tanjung6 Desember 2020

London, ANAK TEKNIK INDONESIA - Sejak Senin, 30 November 2020 lalu Pemerintah Negara Inggris telah mengumumkan akan melarang adanya instalasi peralatan yang berkaitan atau berkenaan teknologi 5G milik perusahaan Huawei yang akan dimulai pada tahun depan. Pemerintah setempat (Negara Inggris) juga mengumumkan akan berencana dalam menghapus seluruh teknologi yang berasal dari Negara Tiongkok tersebut hingga tahun 2027.

Kebijakan yang adanya hal tersebut dikarenakan sanksi dari Negara Amerika Serikat di bawah pemerintah Presiden Donald Trump untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan Huawei. Sedangkan Negara Inggris yang merupakan sekutu dekat Negara Amerika Serikat turut merespon dengan baik atas tindakan tersebut, hal ini dilansir dari laman The Guardian.

1. September 2021 instalasi teknologi 5G dari perusahaan Huawei Akan dilarang

Pemerintah Negara Inggris secara resmi telah mengumumkan pelarangan penggunaan peralatan teknologi 5G dari perusahaan Huawei pada Senin, 30 November 2020 lalu. Sehingga nantinya perusahaan telekomunikasi yang berada di Negara Inggris dan sudah terlanjur menggunakan peralatan teknologi dari perusahaan Huawei tidak diperbolehkan membeli kembali hingga akhir tahun 2020 ini, namun masih diperbolehkan untuk melakukan perawatan pada peralatan teknologi tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan yaitu September 2021, dikutip dari laman CNBC.

Keputusan tersebut mengejutkan dunia telekomunikasi baik pada level perusahaan maupun pada level individu yang sudah terlanjur menggunakan teknologi dari perusahaan Huawei di Negara Inggris. Hal itu sebelumnya masih diperbolehkan menggunakan peralatan teknologi dari perusahaan Huawei, namun akhirnya pengumuman pelarangan penggunaan teknologi dari perusahaan tersebut terbit hingga batas akhir tahun 2020 ini. Selain itu Negara Inggris berencana akan menghapus seluruh peralatan teknologi dari perusahaan Huawei hingga tahun 2027 secara bertahap, dikutip dari laman Financial Times.

2. Perusahaan telekomunikasi di Negara Inggris bingung

Melansir dari laman Financial Times, keputusan yang dibuat oleh Pemerintah Negara Inggris ini benar-benar membuat bingung perusahaan telekomunikasi di negara tersebut. Hal ini dikarenakan perusahaan telekomunikasi asal Negara Inggris sudah melakukan perjanjian (MoU) dengan perusahaan Huawei untuk menggunakan peralatan teknologi nya dalam mengembangkan teknologi 5G. Padahal sejak musim panas yang lalu, peralatan teknologi 5G dari perusahaan Huawei sudah dipasang dan sudah ada garansi peralatan teknologi sebagai pengganti apabila komponennya bermasalah. Adanya larangan tersebut menjadikan peralatan teknologi 5G yang sudah dipasang terasa sia-sia dan tidak bisa lagi digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

3. Diversifikasi teknologi 5G menjadi tawaran solusi oleh pemerintah Negara Inggris

Melansir dari laman The Guardian, kebijakan yang dibuat didasarkan pada upaya untuk melakukan diversifikasi peralatan pada teknologi telekomunikasi agar tidak tergantung pada satu negara saja. Menurut Menteri Digital Inggris, Oliver Dowden mengatakan,

"Hari ini saya mengumumkan bahwa kita tidak akan menggunakan lagi vendor beresiko tinggi untuk teknologi 5G. Ini akan dilakukan untuk membendung kekuatan yang tidak diketahui dan membahayakan keamanan negara. Kita akan memberikan strategi atau solusi baru untuk memastikan kita tidak akan lagi bergantung pada satu vendor demi kelancaran dan keamanan jaringan. Rencana kita untuk mengembangkan inovasi pada desain jaringan mobile di masa depan"

Pemerintah Negara Inggris akan melakukan inventasi sebesar 250 juta poundsterling untuk mengganti peralatan teknologi 5G dari perusahaan Huawei di negaranya. Selain itu, pemerintah Negara Inggris juga sudah menggandeng perusahaan teknologi asal Negara Finlandia yaitu Nokia, Negara Swedia yaitu Ericsson dan Negara Jepang yaitu NEC Corp dalam proyek ini, dilansir dari laman Financial Times.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait