Pengetahuan

Mengenang Larry Tesler : Computer Scientist Penemu Fitur Copy, Paste, dan Cut

Tahukah kamu penemu fitur canggih "copy, paste, dan cut"? Lawrence Gordon Tesler atau yang akrab dipanggil Larry Tasler merupakan sosok yang menemukan fitur tersebut. Namun, sayangnya sosok jenius tersebut harus menghembuskan napas terakhirnya di US

Doohan Aditya SaputroMarch 10, 2021

Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana jika komputer tidak terdapat perintah copy, paste, dan cut? Tentunya, akan sulit bagi kita untuk menyalin informasi. Apalagi buat mahasiswa, fitur tersebut sangat membantu dalam menyusun tugas kuliah hingga skripsi. Begitu juga bagi pekerja, fitur "copy paste" sangat bermanfaat terhadap kecepatan dai dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada Larry Tesler atau penemuannya. Lary Tesler merupakan sosok dibalik terciptanya pondasi dari fitur copy, paste, dan cut pada gawai canggihmu.

Beginilah ulasan singkat tentang ilmuwan komputer penemu fitur copy, paste, dan cut

1. Larry Tesler Seorang Computer Scientist dari Stanford University

Larry Tesler lahir pada 24 April 1945 di New York, Amerika Serikat. Larry Tesler merupakan sosok yang antusias sekali di bidang pemrograman. Di mana ia mengikuti program di Columbia University untuk dapat menggunakan komputer, sebagai bekal sebelum beranjak ke perguruan tinggi.

Di usia 16 tahun, Larry Tesler berhasil menembus Stanford University dan lulus pada tahun 1965. Setelah lulus, dia bekerja di artificial intelligence researchPada tahun 1973, Larry Tesler bekerja di Xerox Alto Research Center (PARC) di divisi Office sysytem Group (OSG), dan Learning Research Group (LRG).

Kemudian, Larry bekerja dengan Tim Mott untuk mengembangkan Gypsy, SmallTalk, program pengolahan kata untuk OSG, dan bahasa pemrograman berorientasi objek untuk LRG.

2. Awal mula copy, paste, dan cut

Bermula ketika Larry Tesler dan Tim Mott bekerja bersama untuk membuat pengolah kata yang disebut Gypsy. Saat mengembangkan Gypsy, Larry Tesler dan Tim mengembangkan ide membuat fitur copy, paste, dan cut, yang dikenal saat ini perintah untuk menyalin, menggandakan, dan memindahkan teks atau gambar.

Larry Tesler juga mendorong untuk mengembangkan modeless computing, konsep di mana user tidak perlu memasukkan kode untuk menjalankan perintah tertentu. Misalnya seperti kita menekan tombol caps lock untuk memasukkan huruf besar.

Pada 1980, Larry Tesler mengundurkan diri dari PARC dan bergabung ke Apple. Di mana setelah pertemuan Larry dengan Steve Jobs di PARC.

3. Bekerja hingga Akhir Hayatnya

Larry Tesler bekerja bersama Steve Jobs di Apple selama 17 tahun hingga tahun 1997. Larry Tesler pernah menjabat sebagai VP (Vice President) di Advanced Technology di AppleNet dan Chief Scientist di Advanced Technology Group.

Setelah Larry Tesler keluar dari Apple, ia mendirikan perusahaan baru bernama Stagecast Software. Perusahaan tersebut bergerak untuk menciptakan aplikasi yang meningkatkan aksesibilitas untuk anak-anak mempelajari bahasa pemrograman.

Pada tahun 2001, Larry bergabung ke Amazon dan menjabat sebagai Vice President of Shopping Experience. Kemudian 2005, dia pindah ke Yahoo sebagai Vice President of User Experience and Design. Setelah tiga tahun di Yahoo, Larry Tesler akhirnya memutuskan untuk keluar dan menjadi konsultan saja.

Kontribusi dan dedikasinya terhadap komputasi moderen sangat banyak dan bermanfaat. Berkat penemuannya yang cemerlang, memudahkan kita untuk dalam mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari. 

Sayangnya, pada Senin (17/2/2020), Larry Tesler menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Portola Valley, California. Dan tidak disebutkan penyebab kematiannya. 

Terima kasih dan istirahatlah dengan damai, Larry Tesler.

Share:

0 Komentar

Related Article