Teknologi

Perkembang Teknologi Teleportasi Di Dunia, Benarkah Tahun 2030 Teleportasi Nyata?

Untuk kaum "MAGERAN" ada kabar baik, teknologi teleportasi dapat memudahkan kalian dalam beraktivitas. Mungkinkan teknologi teleportasi dapat memudahkan kita dikehidupan nyata?

Pada tahun 2010 merupakan awal mula ilmuan dunia tertarik dengan teleportasi. Hal ini membuat ilmuwan berlomba-lomba membuat teknologi teleportasi.

Dilansir dari wikipedia, teleportasi adalah pengalihan materi dari satu titik ke titik lain tanpa melewati jarak antara kedua titik. Saat ini teleportasi yang ada di dunia baru dapat memindahkan benda yang berskala nanometer seperti atom hidrogen.

Sedangkan teleportasi kuantum adalah pengangkutan tanpa tubuh dari keadaan kuantum yang tidak diketahui dari satu tempat ke tempat lain. Berapapun jaraknya, status kuantumnya saling bergantungan, terutama ketika dua atau lebih partikel terikat.

Dampaknya adalah mereka bertindak sebagai objek kuantum tunggal. Teleportasi kuantum didesain agar mampu mengirim dua qubit antara dua pihak.

Teleportasi mulai dikenal secara luas dalam karya fiksi ilmiah dan fantasi. Beberapa film yang mengangkat alur teknologi teleportasi adalah The Terminator (1984), Back to The Future Trilogy (1985, 1989, 1990), Star Trek, Project Almanac (2015) dan masih banyak lagi.

Saat ini sudah banyak ilmuan yang mengembangkan teknologi teleportasi, tidak hanyak dikarya fiksi ilmiah belakang teleportasi saat ini sudah ada di dunia nyata. Berikut tiga negara  yang telah mengembangkan teknologi teleportasi

Rusia

Vladimir Putin Presiden Rusia memperkerjakan sekelompok ilmuan untuk mengembangkan teknologi teleportasi. Tujuannya untuk mengembangkan sektor teknologi informasi Rusia.

Sekelompok ilmuan tersebut sudah melakukan uji coba teknologi dalam tahap molekular. Umtuk memaksimalkan teknologi, dibuat juga bahasa pemrograman komputer baru, serta menciptakan metode komunikasi cybernetix dan komputasi kuantum sebagai instrumen dasar dari teknologi teleportasi.

 Cina

Ilmuwan Universitas Sains dan Teknologi China berhasil melakukan eksperimen teleportasi dari bumi ke orbit satelit sejauh 300 mil atau sekitar 500 kilometer. Eksperimen ini melibatkan fisika kuantum yang menggunakan obyek foton atau partikel dasar dalam fenomena elektromagnetik, kemudian diteleportasikan ke tempat lain dengan sekejap.

Pada tahun 2010 ilmuan dari University of Science and Technology of China di Shanghai berhasil membuat teknologi teleportasi. Pada uji coba pertama telah memindahkan foton dari tempat mereka bekerja ke suatu tempat sejauh 97 kilometer.

Poryek ini menggunakan 1.3 Watt laser dan beberapa optik untuk pelontar sekaligus penerimanya. Hasilnya ilmuwan berhasil mengirimkan 1100 photon ke tempat yang jaraknya 97 kilometer hanya dalam waktu 4 jam.

 

Amerika Serikat

Para ilmuwan Amerika Serikat bersama Quantum Institute di Universitas Maryland telah berhasil membuat teknologi teleportasi. Informasi dari satu atom ke atom lain, ditempatkan di wadah terpisah dengan jarak 1 Meter. Pemindahan terjadi dengan secepat kilat. Saat ini teknologi teleportasi yang dibuat Amerika Serikat masih tahap pengembangan.

EM Drive Propulsion System
Sistem Propulsi Penggerak EM

National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengembangkan proyek rahasia dengan teknologi teleportasi. Teknologi teleportasi tersebut diharapkan dapat mempersingkat perjalanan astronot ke luar angkasa.

 “EM Drive Propulsion System” meerupakan proyek buatan NASA yang memiliki desain yang mampu membuat mesin pendorong, memanfaatkan partikel cahaya dan menciptakan gelombang mikro di dalam sebuah ruang kecil berbentuk kerucut. Mesin pendorong diletakkan di ujung kerucut, yang akan menggerakan mesin untuk melahap partikel cahaya. Kerucut akan terbang dengan kekuatan rasio 1,2 dengan satuan kurang lebih 0,1 millinewtons per kilowatt.

Apabila proyek ini berhasil di uji coba maka perjalanan astronot memerlukan waktu 4 bulan ke bulan dan ke planet mars 4 minggu. Roger Shawyer, engineer asal Inggris ini merupakan orang dibalik pengembangan proyek rahasia NASA “EM Drive Propulsion System

Dilansir dari CNN Indonesia, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan pada 2030 orang bisa teleport ke berbagai lokasi dengan Augmented Reality (AR) yang disematkan ke kacamata pintar. Teknologi ini memungkinkan orang dapat bepergian ke berbagai lokasi untuk melakukan pertemuan secara langsung tanpa kontek fisik. Dampaknya adalah dapat mengurangi emisi karbon di masa depan. Sebab, para pengguna bisa mengurangi bepergian dengan kendaraan.

Menurut para ilmuan Rusia teknologi teleportasi bisa dirancang di kehidupan nyata dan di rencanakan akan rampung di tahun 2035. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, tidak dipungkiri lagi di 20 tahun yang akan datang kita bisa merasakan teknologi teleportasi di dunia nyata, berpergian kesatu tempat dengan sekejap mata.

 

Share:

0 Komentar