Pengetahuan

Inilah 5 macam teknik 3D printing yang perlu kamu tahu

3D Printing merupakan salah satu teknologi andalan di Industri 4.0

Gangsar Fadhil Muhammad26 November 2021

Kita semua sudah pernah ngeprint bukan? ngeprint laporan praktikum, ngeprint foto, ngeprint banner, dan lainnya. Printer yang itu hanya bisa mencetak tulisan atau gambar, ya sebut saja printer 2D. Dengan itu, kamu hanya bisa melihat benda dalam bentuk proyeksi. Perlu beberapa tahapan lagi untuk mewujudkan dalam bentuk nyata (kalo kamu ngeprint desain suatu benda).

Saat ini ada teknologi yang bisa mewujudkan apa yang kamu bayangkan langsung dalam bentuk nyata. Misal, kamu membutuhkan piring buat makan, tinggal gambar aja di komputer lalu diprint, jadi deh. Lalu gimana sih cara ngeprint langsung dalam bentuk 3D? Check this out  

1. Material Extrusion

3D Printing jenis Material Extrusion (Sumber: 3dprint.com)

Teknik ini merupakan cara yang paling sering dijumpai oleh penulis, serta paling murah juga. Pencetakan 3D dengan cara peleburan material padat dalam bentuk filamen. Filamen ini akan dipanaskan dengan heater element hingga mencair. Lalu cairan tersebut dialirkan pada nozle yang bergerak sesuai dengan desain yang dibuat.

Teknik ini dibagi menjadi dua nama, yaitu Fused Filament Fabrication (FFF) dan Fused Deposition Modeling (FDM). Pada prinsipnya FFF dan FDM sama saja. Perbedaannya adalah FDM merupakan trademark yang dibuat oleh Stratasys pada tahun 1991. Ya mirip mirip PSBB dan PPKM deh, sebenarnya sama aja pembatasan, cuman beda nama aja.

2. Material Jetting

3D Printing Jenis Material Jetting (Sumber: www.3dnatives.com)

Material jetting merupakan teknik pencetakan 3D yang hampir mirip dengan pencetakan 2D. Ibaratkan kamu nih, mencetak buku sebanyak 200 halaman, nah itu kan ada ketebalan sekian cm. Nah, material jetting itu sama seperti mencetak buku cuman ga ada kertasnya. Jadi tintanya aja yang dicetak ratusan kali pada tempat yang sama, seperti ada ketebalan tertentu.

Tinta ini menggunakan material photopolymer. Ketika tinta tersebut disinari UV (Ultra Violet) maka akan mengeras. Teknik ini dibagi menjadi tiga jenis, Material Jetting (MJ), Drop on Demand (DOD), dan Nano Particle Jetting (NPJ).

3. Binder Jetting

Binder Jetting (Sumber: www.3dnatives.com)

Teknik ini hampir sama dengan teknik material jetting, namun tinta yang dicetak tidak terpapar sinar UV. Material yang digunakan pada teknik adalah benda yang mengeras ketika terkena udara.

Namun, material yag digunakan tidak dilelehkan terlebih dahulu. Bahan yang digunakan sebagai  printer ini biasanya berbentuk bubuk dan dikombinasi dengan air. Biasanya berbahan dasar keramik (contoh:gypsum).

4. Vat Photopolymerization

3D Printing Jenis Vat Polymerization (Sumber: www.all3dp.com)

Menurut penulis, teknik 3D printing ini merupakan teknik yang paling sulit untuk dimengerti. Jadi, dalam sebuah tangki ada sebuah cairan fotopolimer, lalu cairan tersebut dipanaskan dengan disinari laser.

Bagian yang terkena sinar laser tersebut akan mengeras lapisan demi lapisan. Setelah benda tersebut sudah terbentuk, berikutnya diangkat dari tangki seperti meniriskan gorengan.

3D printing teknik ini ada 4 jenis, yaitu StereoLithogrAphy (SLA), Digital Light Processing (DLP), Continous Liquid Interface Production (CLIP), Daylight Polymer Printing (DPP).

5. Powder Bed Fusion

3D Printing Jenis Powder Bed Fusion (Sumber: www.3dnatives.com)

Sebelumnya, tinta 3D printing menggunakan bahan dalam fasa benda cair. Namun kali ini teknik 3d printing tidak menggunakan cairan melainkan menggunakan serbuk.

Serbuk yang digunakan disini bisa serbuk plastik atau serbuk logam. Serbuk yang ditempatkan pada wadah khusus dipanaskan dengan cara disinari cahaya panas.

Alat pemasannya dapat menggunakan laser ataupun electron beams. 3D printing ini ada lima macam, yaitu Selective Laser SIntering (SLS), Selective Laser Melting (SLM), Direct Metal Laser Sintering (DMLS), Electron Beam Melting (EBM), dan Multi Jet Fusion (MJF).

Itulah 5 teknik 3D printing yang perlu kamu tahu. 3D printing ini merupakan salah satu teknologi dasar yang dikembangkan dalam era industri 4.0. Dalam beberapa dekade ke depan, teknik pencetakan benda 3D baik itu fabrikasi, molding atau pengecoran logam  akan banyak tergantikan oleh 3D printing. Hal itu dikarenakan pencetakan desain menggunakan 3D memiliki keunggulan dalam presisi, dan kecepatan produksi yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait