Pengetahuan

Apakah Perbedaan antara Arduino dan Raspberry Pi?

Arduino dan Raspberry merupakan komponen elektronika yang punya peranan penting. Tanda benda ini maka perangkat elektronik tidak bisa berfungsi. Alalu apa yang membedakan antara Android dengan Raspberry Pi?

Ishak Okta SagitaMarch 11, 2021

Bagi orang elektronika, nama Arduino dan Rasphberry sudah tidak asing lagi. Dua komponen ini sangat penting di bidang microcontroller. Semua perangkan elektronika, sistem cerdas, dan Internet of Things dapat berfungsi dengan baik ketika memakai perangkat tersebut.

Rasphberry sendiri adalah microprosessor karena punya sistem operasi seperti komputer. Sedangkan Arduino merupakan merupakan microcontroller, yang artinya adalah salah satu bagian dari kompoter. Jadi, keduanya saja sudah memiliki fungsi yang berbeda.

Tetapi kamu bertanya kapan harusnya pakai Arduiono? Kapan harus pakai Rasphberry? Dan apa perbedaan keduanya? Kali ini Anak Teknik mau membahas perbedaan antara Rasphberry dengan Arduino.

1. Arduino

Arduino
hackster.io

Arduino adalah microcontroller yang memiliki keuntungan dapat menjalankan program yang sama secara berulang. Penggunaannya lebih sering pada komponen sederhana seperti gerbang pintu, penyedia informasi, sampai pembuatan sensor suhu.

Arduino memiliki pin input dan output sebanyak 20. Kapasitas penyimpanannya pada board sebesar 32kb. Selain itu dapat juga menambahkan perangkat keras eksternal seperti Wi-Fi, Ethernet, layar sentuh, kamera, dan lain sebagianya. Pemasangannya sangat mudah tinggal nyolok seperti masang flasdisk.

Arduino menggunakan prosessor AVR Atmega328P. Program Arduino akan berjalan ketika tersambung dengan daya, dan kalau gak tersambung daya maka program berhenti begitu saja. Konsumsi daya berkisar 200MW.

Arduino menggunakan C/C++ yang sudah disederhanakan sebagai bahasa pemrograman. Alhasil sangat cocok untuk pemula, mahasiswa dan projek tugas akhir. Harganya juga terbilang murah serta mudah dijangkau.

2. Raspberry PI

Raspberry Pi
pipci.jeffgeerling.com

Raspberry PI merupakan microprosessor atau bisa disebut mini komputer. Pemakainya jauh lebih kompleks daripada Arduino. Penggunaan Raspberry Pi berkisar pada instalasi daftar pustaka dan perangkat lunak untuk menghubungkan sensor serta komponen lainnya.

Raspberry Pi memiliki pin dua pin input/output. Sedangkan clockspeed Raspberry Pi sebesar 1.4 GHz atau 40 kali lebih cepat daripada Arduino. Dikarenakan gak memiliki kapasitas board maka tempat penyimpanannya menggunakan micro SD.

Raspberry Pi dapat beroperasi dengan menggunakan sistem operasi Linux. Selain keandalan, Linux dinilai mampu bekerja pada sistem yang lebih kompeks. Namun kelemahannya adalah jumlah board yang terbatas sehingga perlu memasang hat untuk menambahkan perangkat keras lainnya.

Prosessor Raspberry Pi memakai ARM. Untuk mengoperasikannya harus tepat, kesalahan kecil saja bisa merusak file dan perangkat lunak lainnya. Sedangkan konsumsi dayanya berkisar 700MW.

Raspberry Pi merekomendasi phyton sebagai bahasa pemrograman. Namun untuk C,C++, dan Ruby sedang masuk pre-installed. Dengan spesifikasi dan kapasitas Raspberry Pi yang tinggi tentu saja membuat harga jualnya menjadi mahal.

3. Lalu lebih baik pakai Arduino atau Raspberry Pi?

Arduino atau Raspberry Pi
interestingengineering.com

Jawabannya adalah kembali lagi kepada tujuan pemakaian. Kalau kamu Cuma butuh bikin alat sederhana, murah, dan mudah dicari maka pilihannya Arduino. Sedangkan untuk peralatan kompleks dengan melibatkan banyak variabel, Raspberry Pi adalah pilihan tepat.

Untuk mempermudah pemilihan, kamu bisa mengambil contoh dari ilustrasi berikut.

“Saya mau membuat program  dengan perintah menyiram tanaman dalam waktu tertentu.”

Solusi masalah ini adalah Arduino

“Saya mau membuat program dengan perintah menyiram tanaman dalam waktu tertentu serta mampu memeriksa ramalan cuaca, kalau perkiraan cuaca bagus maka tanaman disiram dan kalau cuaca hujan maka tanaman gak disiram.”

Solusi masalah ini lebih bagus menggunakan Raspberry Pi.

Jadi udah tahu kan bedanya Arduino sama Raspberry Pi. 

Share:

0 Komentar

Related Article