Kreatifitas

ARKAI Kibarkan Bendera Merah Putih di AIROC 2026 Malaysia

Indonesia tampil kuat di panggung AIROC’26 melalui ARKAI, prestasi peserta, penghargaan mentor, kontribusi seminar, serta peran diplomatik yang mempertemukan talenta robotika Indonesia dengan jejaring internasional.

Indonesia kembali menorehkan kebanggaan di panggung teknologi internasional. Melalui ARKAI, Asosiasi Robotika dan Kecerdasan Artifisial Indonesia, delegasi Indonesia tampil membanggakan dalam JTM International AI & Robotic Carnival 2026 atau AIROC’26 yang digelar di ADTEC JTM Kampus Taiping, Perak, Malaysia, pada 24 sampai 26 April 2026.

AIROC’26 menjadi salah satu ajang robotika dan kecerdasan artifisial bergengsi di kawasan Asia. Kegiatan ini diikuti hampir 1.200 peserta dari enam negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Jepang, Thailand, Singapura, dan Turki. Ajang tersebut menghadirkan kompetisi robotik, seminar kecerdasan artifisial, forum teknologi, pameran inovasi, hingga Perak International Robot Competition atau PIRC 2026.

Kehadiran Indonesia melalui ARKAI memberi warna kuat dalam gelaran internasional ini. Delegasi Indonesia tidak hanya datang untuk bertanding. Mereka membawa semangat Merah Putih, memperkenalkan talenta muda bangsa, memperluas jejaring global, dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ekosistem robotika yang terus tumbuh serta siap bersaing di panggung dunia.

Indonesia Tampil Kuat di Panggung AIROC’26

Acara ini juga mendapat perhatian luas dari jajaran penting di Malaysia. AIROC’26 dihadiri oleh Datuk A. Sivanesan, Exco Kesihatan, Sumber Manusia, Integrasi Nasional dan Hal Ehwal Masyarakat India Perak, yang hadir dalam rangkaian kegiatan dan menyempurnakan penutupan acara. Kehadiran beliau menegaskan bahwa AIROC’26 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang strategis untuk membangun masa depan pendidikan, teknologi, dan inovasi lintas negara.

Selain itu, AIROC’26 turut diperkuat oleh kehadiran sejumlah tokoh penting penyelenggara dan pemangku kepentingan, antara lain Ts Dr Aruna Ismail selaku Timbalan Ketua Pengarah JTM, Jamil Yahya selaku Pengarah ADTEC JTM Kampus Taiping, Ts Zamzuri Hassan selaku Penasihat Strategik iRobotics Centre, serta Ts Dr Norhuda Salim selaku Director of iRobotics Centre. Kehadiran para tokoh ini memberi bobot besar pada AIROC’26 sebagai agenda internasional yang mempertemukan pendidikan vokasi, inovasi teknologi, industri, dan komunitas robotika.

Reza Pahlevi Diakui di Forum Seminar

Reza Pahlevi

Dalam forum seminar AIROC’26, Muhammad Reza Pahlevi tampil sebagai salah satu tokoh Indonesia yang berperan penting. Ia hadir sebagai pengisi acara seminar dan membagikan wawasan mengenai robotika, mekatronika, serta kecerdasan artifisial. Atas kontribusinya, Reza Pahlevi menerima penghargaan sebagai pengisi seminar AIROC’26.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu bersaing di arena kompetisi, tetapi juga diakui dalam ruang pemikiran dan pengembangan teknologi internasional. Kehadiran Reza Pahlevi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif menyumbangkan gagasan, pengalaman, dan kompetensi di bidang robotika serta teknologi masa depan.

Dandy Cahyo Purnomo Perkuat Diplomasi Tim Indonesia

Dandy Cahyo Purnomo

Sementara itu, Dandy Cahyo Purnomo, M.Eng. menjadi figur penting di balik solidnya keikutsertaan Indonesia. Ia berperan sebagai Koordinator Tim Indonesia dalam AIROC’26. Dandy dikenal sebagai expert juri dan wasit robotika Indonesia, lecturer di bidang elektronika, mekatronika, dan robotika di Indonesia, serta Koordinator FSI All Japan dari Indonesia.

Atas perannya dalam membangun komunikasi, mengoordinasikan delegasi, serta menjembatani hubungan antara peserta Indonesia, penyelenggara, dan jejaring internasional, Dandy Cahyo Purnomo mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam hubungan diplomatik internasional sebagai Koordinator Tim Indonesia.

Delegasi Indonesia yang hadir dalam AIROC’26 datang dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Aceh, Banda Aceh, Kepulauan Riau, Riau, Bandung, Semarang, Jakarta, Surabaya, Gresik, Madura, Lombok, Bali, Makassar, Sulawesi, hingga sejumlah wilayah lainnya. Kehadiran peserta dari banyak daerah menjadi bukti bahwa semangat robotika dan teknologi di Indonesia tumbuh luas, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di berbagai daerah.

Prestasi dan Penghargaan untuk Indonesia

AIROC 2026

Prestasi Indonesia semakin lengkap dengan keberhasilan sejumlah peserta meraih hasil membanggakan. Pemenang dari Indonesia tercatat berasal dari SD Islam Al Azhar 35 Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, dan SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik. Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mampu tampil percaya diri di panggung internasional.

Apresiasi juga diberikan kepada para pembina Indonesia melalui penghargaan Best Mentor. Mereka adalah Imron Yusuf dari Jakarta, M. Syaiful Aziz dari Surabaya, Chusnul Chotimah dari Surabaya, Rizki Kurniawan dari Gresik, dan Rian Wahyu Pratama Putra dari Lombok. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap peran penting mentor dalam membimbing, menyiapkan, dan mengantarkan peserta Indonesia menuju prestasi internasional.

Keberhasilan Indonesia di AIROC’26 tidak berdiri sendiri. Di balik capaian tersebut, terdapat kerja keras peserta, mentor, sekolah, kampus, komunitas robotika, serta koordinasi ARKAI yang terus mendorong kolaborasi dan pembinaan talenta muda di bidang teknologi.

Melalui AIROC’26, ARKAI berhasil menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bidang robotika dan kecerdasan artifisial. Dari ruang seminar, arena kompetisi, jejaring diplomatik, kehadiran tokoh penting, hingga penghargaan mentor, Merah Putih hadir dengan penuh kebanggaan.
Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk terus memperluas peran di kancah global. AIROC’26 bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan panggung pembuktian bahwa generasi Indonesia siap bersaing, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam masa depan teknologi dunia.
 

Share:

0 Komentar