Harga barang selalu naik ketika memasuki masa lebaran. Hal ini memang dipengaruhi oleh hukum supply demand, pada saat ada permintaan tinggi tetapi stok barang sedikit maka harga barang akan naik, begitu juga sebaliknya.
Hanya saja fenomena ini selalu terjadi setiap tahun, bukan saat kondisi dimana stok barang berkurang. Apabila peristiwa ini selalu muncul tiap tahun, dapat dikatakan terdapat aspek non ekonomi yang mempengaruhi kenaikan harga barang.
Masalah logistik menjadi kendala baru karena berdampak langsung pada meroketnya harga barang. Mengapa demikian?
Kendala logistik saat perayaan lebaran

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menjelaskan Indonesia mengalami krisis dimana lonjakan mobilitas bertabrakan dengan jalur logistik. Tabrakan ini berdampak pada kenaikan harga barang pada berbagai barang.
Pada fase awal pergerakan pemudik mulai memicu pergeseran permintaan secara masif dari kota besar ke daerah tujuan. Kondisi ini membuat penyedia jasa logistik mengalami kendala karena adanya penyumbatan (bottleneck) distribusi akibat kemacetan lalu lintas.
Bottleneck supply chain penyebab harga barang melambung naik
Penyumbatan distribusi barang dipicu oleh tiga faktor yaitu bullwhip effect, regulasi truk logistik beroperasi selama lebaran, dan biaya operasional.
Bullwhip effect
Bullwhip effect adalah fenomena distorsi informasi dimana fluktuasi kecil pada konsumen menyebabkan lonjakan variabilitas pesanan yang besar ti tingkat pemasok. Dampak yang terjadi adalah penumpukan stok barang sampai ketidakefisienan operasional perkiraan permintaan tidak sesuai.
Bullwhip effect disebabkan oleh kesalahan demand forecasting. Salah memprediksi jumlah barang yang akan dijual dan meleset dari perkiraan pasar menyebabkan masalah pada lead time atau pengiriman barang. Efek berantai dari telat pengiriman barang adalah harga barang menjadi naik.
Tetapi dalam konteks lebaran, konsumen melakukan panic buying untuk memastikan kebutuhan hari raya tetap tersedia. Dampak dari perilaku ini adalah tim PPIC salah mengalkulasi lead time sehingga terjadi penumpukan stok barang di gudang, atau inefisiensi produksi.
Regulasi pembatasan truk logistik
Pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat berlalu lintas. Aturan ini berlaku sepanjang arus mudik dan arus balik berlangsung.
SKB ini mengatur jumlah kendaraan yang melintas dan pembatasan operasional. Terkait pembatasan jumlah kendaraan, truk dengan jumlah sumbu 3 atau lebih akan dibatasi.
Kemudian truk muatan galian, tambang, dan bahan material dilarang melintas. Tujuan aturan ini dibuat agar mengurangi kemacetan dan membuat perjalanan menjadi lancar.
Tetapi dampak SBK ini adalah distribusi logistik terkendala karena batas aturan sumbu. Distributor tidak bisa mengirim barang lebih dari dua sumbu. Kemudian beban muatan berlebih berpotensi membuat kemacetan di ruas jalan semakin parah.
Biaya operasional naik saat lebaran
Pemerintah sudah mengumumkan libur nasional perayaan idul fitri selama beberapa hari. Penentuan libur tersebut dihitung berdasarkan dari hasil sidang isbat sampai durasi perjalanan mudik dan balik. Tetapi dibalik itu semua, ada biaya besar yang harus dibayarkan.
Perusahaan pengiriman barang harus menekan biaya operasional untuk memenuhi permintaan konsumen. Pada saat mayoritas orang mudik, masih ada karyawan pabrik justru harus lembur untuk memastikan pengiriman barang tetap berjalan.
Selain uang lembur, biaya logistik juga ikut naik karena pengaruh pembatasan pengiriman barang. Yang mana akhirnya harus dibebankan ke harga jual barang.
Bagaimana mengatasi masalah ini
Masalah kenaikan barang dapat diantisipasi melalui pengelolaan supply chain secara efektif. Terdapat strategi Supply Chain Management yang dapat digunakan untuk kondisi seperti ini.
Demand Forecasting
Memprediksi jumlah permintaan di masa depan dengan memanfaatkan data internal perusahaan, tren pasar global, dan perilaku konsumen di masyarakat. Tujuannya supaya menghindari stock out, mengoptimalkan tingkat persediaan, dan menghasilkan produksi logistik secara efisien.
Metode forecasting yang digunakan bisa berdasarkan angka statistik, survei pasar, atau gabungan keduanya untuk mendapatkan hasil yang sesuai.
Safety stock
Mempersiapkan stok pengamanan berupa barang tambahan yang disimpan dalam supply chain untuk mengakomodir permintaan dadakan ataupun keterlambatan pengiriman barang.
Strategi ini berbentuk defensil untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan supaya kepuasan pelanggan terus terjaga dengan baik.
Terdapat tiga variabel yang menentukan keberhasilan strategi safety stock yaitu rata-rata penggunaan harian, waktu tinggi, dan tingkat pelayanan yang diinginkan.
Desentralisasi warehouse
Desentralisasi gudang adalah strategi menyimpan produk pada gudang skala kecil yang tersebar di berbagai titik.
Tujuan strategi ini untuk memudahkan pengiriman barang kepada konsumen karena stok barangnya dekat.
Jarak barang dan konsumen yang dekat akan mengurangi risiko keterlambatan pengiriman. Jika pengiriman berjalan tepat waktu, maka dapat menekan pengeluaran secara efisien.
Kesimpulan
Harga barang selalu naik saat lebaran karena lonjakan mobilitas bertabrakan dengan jalur logistik. Tabrakan ini berdampak pada kenaikan harga barang pada berbagai barang.
Bullwhip effect, regulasi truk logistik beroperasi selama lebaran, dan biaya operasional naik adalah bentuk dari kenaikan harga barang yang dirasakan masyarakat selama perayaan idul fitri.
Demand forecasting, safety stock, dan desentralisasi warehouse adalah strategi supply chain untuk memastikan harga barang tetap aman selama libur lebaran.
Kunjungi Anak Teknik Indonesia unuk perbaharui wawasan dan skill supply chain!
0 Komentar
Artikel Terkait





