Jangka sorong dan mikrometer sekrup adalah dua alat ukur benda berukuran mikro yang sama-sama menentukan dimensi sebuah benda. Kedua alat ukur ini akan ditemukan dalam praktikum maupun pekerjaan di industri.
Walaupun ada teknologi AI yang memberikan kepresisian tinggi. Ada kalanya benda mekanik masih diukur secara manual untuk melihat konsistensi ukuran berdasarkan nilai toleransi. Sebab, benda mekanik buatan mesin masih meninggalkan sisa serpihan logam yang mempengaruhi hasil pengukuran.
Perbedaan jangka sorong dan mikrometer sekrup
Dalam ulasan ini, Anak Teknik Indonesia membahas apa saja perbedaan mikrometer sekrup dan jangka sorong. Kemudian bagaimana melakukan pengukurannya.
Akurasi
Jangka sorong memiliki tingkat keakuratan lebih rendah daripada mikrometer sekrup, namun memiliki jangkauan pemakaian yang lebih luas dengan kerusakan sampai 0,001 inci atau 0,01 mm, dan toleransi ±0,01 mm atau ±0,001 cm.
Mikrometer sekrup memiliki tingkat keakuratan lebih tinggi daripada jangka sorong. Dengan akurasi mencapai 0,001 mm atau 0,0001 inci. Walau begitu, pemakaian mikrometer sekrup terbatas pada spektrum tertentu.
Penggunaan
Jangka sorong memiliki desain sederhana sehingga memberikan kepraktisan pada penggunaan. Kemudian mikrometer sekrup membutuhkan pendekatan lebih berhati-hati sebab satu komponen bisa menghasilkan pengukuran berbeda dari nilai pengukurannya.
Hasil pengukuran mikrometer dapat dipengaruhi oleh suhu. Jika menggunakan mikrometer diluar 18°C hingga 24°C membuat logam memuai yang berdampak pada perubahan akurasi pengukuran. Maka dari itu, beberapa produk mikrometer memiliki bantalan isolasi supaya tidak ada proses perpindahan panas.
Mekanisme pemakaian
Jangka sorong memakai mekanisme rahang geser yang rentan terhadap abbe’s error. Karena sumbu pengukuran tidak sejajar dengan skala, terdapat kelonggaran pada rahang geser atau tekanan yang tidak merata dari operator yang mengakibatkan posisi rahang miring. Apabila posisi rahang miring membuat hasil pembacaan tidak akurat.
Mikrometer sekrup memakai sekrup ulir halus untuk mengubah gerakan rotasi menjadi gerak linier. Pengukuran dilakukan tepat sejajar dengan sumbu rangka alat, sehingga meminimalisir abbe’s error melalui penyelarasan pengukuran. Mikrometer memiliki ratchet stop atau friction thimble supaya penerapan tekanan tetap seragam, sehingga menghilangkan perbedaan hasil pengukuran.
Pengaplikasian di industri
Jangka sorong dipakai untuk memeriksa dimensi benda pada tahap pengerjaan kasar karena memiliki toleransi yang mencapai ±0,01 mm. Kemudian untuk pengukuran benda yang memiliki diameter lubang dan kedalaman.
Mikrometer sekrup dipakai untuk memvalidasi kesesuaian bantalan maupun diameter sambungan tekan karena butuh hasil pengukuran konsisten oleh operator berbeda. Terutama setelah benda mekanik mendapatkan perlakuan panas hingga pengujian destruktif.
Kesimpulan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|







