Industri manufaktur akan selalu berurusan dengan urusan logistik. Memenuhi kebutuhan logistik mengeluarkan biaya agar operasional dapat berjalan. Tetapi dalam menentukan biaya logistik membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang.
Biaya logistik adalah seluruh pengeluaran yang berhubungan dengan proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Biaya logistik di industri manufaktur berada di antara 10%-25% dari total omset penjualan. Semua pengeluaran ini meliputi penyimpanan, pengemasan, pengangkutan, hingga gaji karyawan. Konsumsi biaya logistik terbesar adalah transportasi untuk mengantar barang
Dalam ulasan ini, Anak Teknik Indonesia akan membahas terkait komponen biaya dan bagaimana cara membuat anggaran logistik yang tidak membebankan proses produksi.
Cara membuat biaya logistik

Membuat biaya logistik membutuhkan kesiapan berbagai komponen secara teliti. Ada pedoman penting yang bisa diterapkan agar menghasilkan budget logistik yang realistis.
Cek biaya logistik saat ini
Langkah pertama adalah dengan melihat pengeluaran logistik yang meliputi transportasi, tempat penyimpanan, gaji, bea cukai, dan variabel lainnya untuk melihat persentase pengeluaran terbesar dan terkecil. Dengan melihat data pengeluaran sebelum nya, Anda dapat mengetahui tren pengeluaran serta siasat untuk mengatur pengeluaran.
Membuat prediksi pengeluaran logistik
Biaya logistik dapat diprediksi melalui gabungan pengeluaran masa lalu terhadap permintaan pasar, kondisi politik, dan harga bahan bakar. Berdasarkan hal tersebut, membuat prediksi pengeluaran logistik harus melalui proses Demand Forecasting.
Dalam praktiknya, prediksi ini disusun menggunakan metode kuantitatif seperti Moving Average, Exponential Smoothing, atau analisis regresi untuk memproyeksikan beban kerja gudang dan kebutuhan armada transportasi.
Akurasi dalam peramalan ini sangat krusial untuk menjaga Lean Logistics. Setiap deviasi atau forecast error yang besar akan berujung pada inefisiensi biaya karena overstock (pemborosan inventori), maupun kenaikan biaya pengiriman darurat akibat kondisi stockout. Dengan pendekatan demand forecasting yang presisi, perusahaan dapat memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar optimal sesuai dengan kapasitas produksi dan permintaan pasar.
Membuat alokasi biaya logistik
Biaya logistik dibuat agar semua alokasi pengeluaran terpenuhi. Pembiayaan tersebut telah meliputi transportasi, gudang, bea cukai, gaji, dan asuransi barang. Tentukan pos keuangan sesuai dengan nilai setiap kategori.
Secara umum, transportasi termasuk pengeluaran logistik terbesar yang menghabiskan 70% dari total anggaran, 15% untuk operasional gudang fisik, dan holding cost inventory sebesar 15%. Anda dapat memakai acuan ini atau menggunakan template budget logistik dari perusahaan.
Pantau biaya logistik secara berkala
Biaya logistik yang sudah dianggarkan perlu diawasi kembali untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar terkini. Apabila ada perubahan kebijakan politik, Anda dapat ubah untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar.
Variabel biaya logistik
Menyusun biaya logistik memiliki beberapa variabel yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah komponen yang ketika membuat perencanaan logistik.
Biaya transportasi
Pembuatan anggaran biaya transportasi tidak boleh hanya terpaku pada variabel jarak dan tarif dasar. Efisiensi biaya logistik sangat ditentukan oleh optimasi kapasitas angkut melalui strategi Full Truck Load (FTL) atau Less than Truckload (LTL).
Model LTL mengharuskan perusahaan hanya membayar berdasarkan berat atau volume barang yang dikirim dan jarak tempuh. Biaya ini bersifat linier dan sangat efisien untuk pengiriman skala kecil.

Model FTL mengharuskan biaya tidak lagi dihitung per kilogram, melainkan per unit truk yang disewa.

Kemudian, PPIC akan mencari titik ekuilibrium LTL = FTL. Jika total berat barang masih berada di bawah titik impas, maka rute LTL tetap dipertahankan.
Namun, kalau tren demand forecasting menunjukan lonjakan volume melampaui titik impas, sistem logistik akan dialihkan ke FTL agar perusahaan tidak merugi.
Biaya gudang
Biaya gudang meliputi pengeluaran yang berkaitan dengan menyimpan barang dalam durasi tertentu. Pengeluaran ini meliputi bayar sewa gudang, listrik, tempat pendingin, sistem keamanan, perawatan, dan aplikasi pemantauan barang.
Barang yang sudah masuk di gudang perlu disimpan dengan baik agar kualitasnya tidak menurun. Oleh karena itu, aspek gudang sangat krusial dan harus diperlakukan dengan serius.
Langkah antisipasi yang dilakukan adalah memasang kamera, membuat sistem pengeluaran secara terpadu, dan pemantauan barang melalui aplikasi.
Untuk menghitung biaya gudang, rumus matematika yang digunakan adalah sebagai berikut

Biaya inventory
Menghitung biaya inventory tidaklah sama dengan menghitung Harga Pokok Penjualan (COGS). Kesalahan fatal yang sering terjadi saat membuat budget logistik adalah memasukkan "biaya pembelian material" ke dalam pos pengeluaran ini.
Padahal, biaya inventory berfokus pada seberapa efisien manajemen perusahaan dalam menyimpan dan mengelola arus barang. Menumpuk barang berlebihan di gudang dapat menyedot cash flow dalam bentuk Holding Cost. Tetapi jika barang dalam jumlah kecil yang selalu keluar, perusahaan akan terbebani Ordering Cost.
Oleh karena itu, supaya biaya logistik tetap ramping, supply chain manager harus menentukan safety stock melalui rumus Economic Order Quantity (EOQ).
Untuk mengalokasikan anggaran yang tepat pada sektor inventory, formula dasar yang digunakan oleh praktisi logistik adalah:

Biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja adalah uang yang dibayarkan kepada orang yang bekerja di bagian logistik. Penerimanya adalah sopir, operator, admin logistik, sampai manager supply chain. Bentuk meliputi gaji, tunjangan, fasilitas, dan menyediakan supply chain in-house training.
Tidak hanya biaya untuk karyawan in-house, ada kalanya operasi logistik membutuhkan pihak outsourcing sebagai bala bantuan.
Untuk menghitung biaya tenaga kerja, rumus matematika yang digunakan adalah sebagai berikut

Pelajari cara membuat budget logistik yang efektif di Engineering Academy
Biaya logistik adalah bagian penting dalam urusan manajemen rantai pasok karena menyangkut pengeluaran transportasi, gudang, inventory, hingga tenaga kerja. Kemampuan dalam mengelola biaya dengan baik dapat menghasilkan efisiensi biaya logistik tanpa mengurangi kualitas produksi.
Engineering Academy menjawab kebutuhan industri melalui Online Training Supply Chain Management for Manufacturing Industry untuk menjaga keseimbangan inventory dan efisiensi biaya operasional. Kunjungi Engineering Academy untuk mendapatkan rahasia penghematan logistik secara ramping.
0 Komentar
Artikel Terkait







