Pengetahuan

Tiga Jenis Penempatan Shoring Pada Pekerjaan Konstruksi

Sistem shoring digunakan untuk mendukung struktur banguunan yang sudah ada, terutama yang mengalami kerusakan. Penampang menyangga dinding dengan kemiringan sudut 65° hingga 75°.

Ishak Okta Sagita14 Oktober 2023

Shoring merupakan penyangga sementara yang digunakan saat memperbaiki konstruksi bangunan. Penyangga dibutuhkan untuk meringankan beban pada dinding bata ketika diperbaiki.

Penampang menyangga dinding dengan kayu-kayu berat dengan kemiringan sudut 65° hingga 75°. Pada bagian atas kayu telah disusun untuk memindahkan beban ke atas, sementara ujung bawah kayu disusun untuk memindahkan beban ke tanah dengan deformasi minimum.

Sistem Shoring

sistem shoring

Sistem shoring digunakan untuk mendukung struktur banguunan yang sudah ada, terutama yang mengalami kerusakan. Proses ini bertujuan untuk mencetak kerusakan agar tidak semakin parah.

Kerusakan konstruksi bangunan terjadi akibat gempa bumi, badai, banjir, dan lain sebagainya. Durasi pemasangan shoring sangat tergantung dari kondisi struktur yang tidak stabil.

Maka, penopang yang dibutuhkan harus cukup kuat untuk menahan beban. 

Tujuan Shoring

shoring

Shoting bertujuan untuk menyokong struktur bangunan semenatra. Metode ini digunakan selama proses perbaikan ataupun antisipasi bangunan runtuh.

Kehadiran shoring diperlukan dalam kondisi sebagai berikut

  • Benjolan dari dinding karena buruknya pengerjaan
  • Meruntuhkan struktur terdekat
  • Keretakan pada dinding akibat penurunan pondasi yang tidak merata
  • Melakukan perubahan pada struktur yang aman.

Tipe atau jenis shoring

Berdasarkan kegunaannya terdapat tiga tipe shoring yang dapat digunakan yaitu

  • Raking Shores
  • Flying Shores
  • Dead Shores

Raking Shores

Raking shores merupakan sistem dukungan sementara bai tembok yang tidak aman. Jenis konstruksi ini memiliki ukuran bervariasi, tergantung kondisi.

Umumnya, raking shores memiliki ukuran 23cm x 5 cm sampai 23 cm x 76 cm. Ukurannya terpasang pada dinding yang tidak aman dengan menggunakan kait. 

Selanjutnya, pelat dinding diamankan ke dinding menggunakan jarum berukuran 10 cm x 76 cm. Jarum tersebut mampu menembus tembok dengan kedalaman 10 cm.

Di tanah lunak, luas sol diperbesar agar tekanan mampu mendistribusi ke arah yang luas. Pada area yang tersedia raking lebih banyak, diikat dengan besi simpai dengan ketebalan 25 cm dan lebar 15 cm. 

Hal penting yang perlu diingat ketika memakai raking shoring

  1. Sudut kemiringan tidak boleh melebihi 75 derajat secara horizontal. Sudut elevasi dapat bervariasi dari 45 hingga 75.
  2. Pada bangungan tingkat tinggi, panjang raker atas dapat dikurangi dengan raker rider
  3. Semua raking harus dipasang dengan benar secara berkala
  4. Hindari penjepitan anggota
  5. Garis tengah raker dan dinding harus bertemu setinggi langit
  6. Dinding yang lebih panjang dapat menggunakan penampang berjarak 3 sampai 5 m
  7. Cleat harus dipasang pada pelat sol untuk mencegah selip ke luar

Flying Shores

Flying shores digunakan sebagai dukungan horizontal pada dinding paralel dari dua bangunan yang berdekatan. Jenis ini tidak bertumpu pada permukaan tanah.

Jika jarak kedua dinding tidak terlalu jauh, kurang dari 9 meter dapat dipasangkan raking shores tunggal dengan satu bully. Apabila jaraknya dua kali lipat, penggunaan flying shires dapat dibangun.

Pada flying shores, pelat dinding dipasang secara horizontal ke dinding dan diikat dengan jarum. Pelat dinding pun dipaku untuk memberi dukungan tambahan pada jarum.

Hal penting dalam menggunakan flying shores adalah sebagai berikut

  1. Garis tengah flying shores dan penyangga harus setinggi lantai dua bangunan. Apabila berbeda, sediakan lyling shes pada tiongkat tengah dario dua latai dengan kekuatan yang sama atua lantai yang lebih lemah
  2. Sudut kemiringan penyangga tidak boleh lebih dari 60 derajat. Sangat diijinkan apabila pada rentang sudut 45 derajat
  3. Flying sharing sebaiknya sampai dengan jarak 9 m antara dua dinding. Jika lebih dari itu, sediakan double fly shore
  4. Jarak antar flying shoring harus 3 sampai 4,5 m
  5. Pertimbangkan faktor keamanan besar selama proses perancangan

Dead Shores

Penampang ini digunakan untuk menopang beban mati. Penyangga ini terdiri dari riang vertical atau dead shores dan jarum. 

Dalam susunan ini, lubang untuk balok jarum dibuat pada dinding dengan ketinggian sedemikian rupa sehingga memberi ruang yang cukup untuk balok penyisipan untuk memikul beban struktur. Kemudian, balok jarum dimasukan ke dalam lubang dan ditopang oleh penyangga vertikal di sisi dinding.

Beberapa hal pernting yang perlu diinga sebelum memakai dead shores

  • Sebelum pemasangan balok jarum dan tiang vertikal, semua lantai dan bukaan dekat dan di atas pantai mati harus ditopang dan ditopang dengan baik.
  • Penampang jarum dan tepian mati harus memadai agar dapat memindahkan beban yang diperkirakan dengan baik.
  • Jarak jarum harus 1 sampai 2 m.
  • Jarum harus dipasang dengan benar.
  • Panjang pantai mati bagian luar harus lebih besar dari pantai mati bagian dalam jika harus dilakukan pembukaan pada dinding luar.
  • Jika dinding luar sangat lemah, tepian penggaruk juga dapat dibuat bersamaan dengan tepian mati.
  • Pesisir hanya dapat dibongkar bila konstruksi baru telah mencapai kekuatan yang diinginkan

Jenis Shoring

Terdapat tiga jenis shoring yang berdasarkan material, fungsi, dan bentuk

Berdasarkan Material

  • Shoring berbahan kayu
  • Shoring berbahan besi
  • Shoring berbahan beton precast

Berdasarkan Fungsi

  • Penguatan struktur bangunan atau bracing
  • Pendukung struktur bangunan selama proses konstruksi atau supporting
  • Melindungi struktur bangunan selama proses kerja atau protecting

Berdasarkan Bentuk

  • Jenis modular
  • Jenis sirkular
  • Jenis tiang baja

Kesimpulan

Shoring dalam pekerjaan konstruksi menyediakan dukungan kuat untuk struktur yang sedang dibangun atau diperbaiki. Selain itu, shoring mampu menjadi proyeksi kerusakan ketika terjadi gempa bumi.

Penggunaannya dapat menyesuaikan kebutuhan proyek karena memiliki tiga tipe shoring yaitu Raking Shores, Flying Shores, Dead Shores.

Keberhasilan penggunaan shoring terletak pada hal teknis dan non teknis. Hal teknik meliputi pemasangan dan kalkulasi melalui dasar-dasar konstruksi bangunan.

perencanaan manajemen konstruksi MS Project

Sedangkan non teknis meliputi perencanaan manajemen konstruksi MS Project. Jadilah sosok project manager konstruksi bersama Engineering Academy.

Share:

0 Komentar