Kreatifitas

5 Fakta Menarik Tentang Roller Coaster, Bergerak Tanpa Mesin Penggerak

Murni mengandalkan energi kinetik dan potensial

Ishak Okta SagitaDecember 1, 2020

Roller coaster adalah salah satu permainan terfavorit yang berada di wahana permainan. Pengunjung diajak untuk memacu adrenalin dengan melintasi jalur naik turun dengan kecepatan tinggi diatas ketinggian ratusan meter. Selayaknya aturan, permainan ini memiliki tata tertib antara lain ialah wanita hamil dan orang lemah jantung dilarang naik.

Berdasarkan Roller Coaster Database, terdapat 4.632 roller coaster yang beroperasi di tahun 2018. Sebagian besarnya berbahan dasar baja. Terdapat delapan jenis roller coaster antara lain sit down, stand up, inverted, suspended, pipeline, bobsled, flying, dan wing.

Terlepas dari permainannya, ada satu hal menarik dari roller coaster yaitu gak ada mesin penggerak. Tetapi ada motor yang mengerakan rantai supaya dapat berada di puncak pertama. Selebihnya gaya gravitasi berperan ketika roller coaster bergerak.

1. Gabungan energi potensial dan kinetik menyebabkan roller coaster bisa bergerak

nytimes.com

Saat menuju puncak pertama, roller coaster mengalami peningkatan energi potensial hingga mencapai titik maksimum yaitu di puncak. Sedangkan energi kinetik menghilang sedikit demi sedikit sampai nol. Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena posisi yang berhubungan dengan benda lainnya.

Energi kinetik sendiri adalah energi yang dimiliki oleh benda bergerak. Dalam kasus roller coaster, besar energi kinetek sangat bergantung pada nilai kecepatan dan massa. Setelah di puncak, roller coaster dapat meluncur dengan melepas energi potensial dan menggantinya dengan energi kinetik.

Gaya gravitasi berkontribusi dalam terbentuknya energi kinetik. Roller coaster jatuh dengan memanfaatkan kecepatan gravitasi.

2.  Gaya inersia membuat roller coaster terus jalan

redlandcitybulletin.com.au
redlandcitybulletin.com.au

Hukum inersia mengatakan benda yang bergerak akan terus bergerak selama ada timbal balik dari gaya yang sama namun berlawanan. Pernerapan inersia pada roller coaster ketika ia mempercepat dan menyiapkan energi kinetik untuk membuat dorongan di sisa perjalanan.

Secara terotitis, roller coaster dapat bergerak terus menerus tanpa hambatan. Pada kenyataannya terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kecepatan roller coaster menurun seiring berjalanannya waktu yaitu adanya gesekan. Gesekan udara, roda, dan suara bising yang dibuat oleh roller coaster membuat kecepatannya semakin turun.

Mengingat roller coaster gak digerakan dengan mesin penggerak sehingga cepat atau lambat ia harus dihentikan. Inilah mengapa loop pada roller coaster semakin lama semakin kecil.

3. Roller coaster menggunakan rem otomatis

https://www.heartline-coasters.com/roller-coaster-safety-series-part-1-block-sections/
heartline-coasters.com

Roller coaster memiliki sisa energi untuk menghentikan laju dengan mengerem secara cepat menggunakan hidrolik. Untuk roller coaster modern terdapat perbedaan yaitu menggunakan arus eddy , dengan magnet untuk menghasilkan gaya gesek sehingga dapat menahan kecepatan.

Selain memakai rem hidrolik, roller coaster zaman dahulu menggunakan rem selip. Rem ini terdiri dari papan panjang berlapis keramik yang berada di luar lintasan. Cara kerjanya dengan memberi tekanan dibagian bawah kereta untuk memperlambat laju roller coaster.

4. Energi membuatnya bergerak, Gaya dorong membuat penumpang memiliki sensasi mendebarkan

https://flavorverse.com/top-5-fastest-roller-coasters-world/
flavorverse.com

Orang yang naik roller coaster mengalami adrenalin detak jantung karena ada gaya dorong yang menerpa. Gaya dorong yang keluar bukan hasil dari buatan manusia melainkan proses alami dari fenomena fisika. Gaya dorong inilah membuat manusia merasakan efek didorong maupun ditarik selama wahana berlangsung.

Menaiki roller coaster yang sedang berjalan membuat tubuh merasakan berbagai gaya yang bekerja dari berbagai arah. Beban yang dirasakan bukan semata-mata menarik ke bawah melainkan ke depan saat melewati turunan dan ke belakang saat melewati tanjakan. Hembusan angin dapat menghasilkan gaya dorong berlawanan serta gaya gesek antara roda dengan lintasan.

Pada saat berada di lintasan tikungan tajam (loop the loop), ada kekuatan gaya yang mendorong manusia ke arah berlawanan. Kekuatan ini bertanggung jawab untuk mendapatkan perasaan yang menggembirakan atau feeling a rush.

Sebagian orang juga menikmati perasaan tanpa bobot ketika berada di puncak lingkaran. Perasaan tersebut terjadi karena dua gaya yang saling berlawanan yaitu gravitasi dan inersia. Gaya gravitasi menarik orang menuju tanah sedangkan inersia menarik ke atas lingkaran.

5. Gaya terbesar terjadi di turunan pertama

https://www.popularmechanics.com/adventure/g28062751/best-roller-coaster-every-state/?slide=6
popularmechanics.com

Gaya yang dirasakan ketika menaiki roller coaster sebesar 1g (gravitasi). Namun gaya terbesar yang dapat dirasakan bekisar anatra 2-3g. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan pilot ketika mengendarai pesawat tempur dengan gaya sebesar 9g.

Pada kenyataannya, orang merasakan gaya yang berbeda-beda karena dipengaruhi posisi roller coaster berada. Gaya maksimum terjadi saat melewati turunan pertama sedangkan gaya minimum terletak di tikungan diantara bukit.

Jadi Roller coaster dapat bergerak karena memanfaatkan energi potensial dan kinetik, bukan mesin penggerak. Sedangkan inersia membuat roller coaster terus bergerak sesuai dengan lintasan. Sensasi mendebarkan ketika naik roller coaster terbentuk karena ada gaya dorong.

 

Share:

0 Komentar

Related Article