Kalau dengar kata industri migas, kebanyakan orang langsung membayangkan pekerjaan teknis di lapangan: rig, coverall, dan alat berat. Nggak heran kalau banyak lulusan non-teknik langsung merasa minder atau menganggap migas bukan jalur karier mereka.
Padahal kenyataan dilapangan, industri migas jauh lebih luas dari itu. Di balik operasi pengeboran dan produksi, ada banyak peran non-teknik yang justru sangat menentukan jalannya bisnis. Mulai dari keuangan, hukum, SDM, sampai komunikasi, semuanya punya peran penting. Migas butuh kolaborasi dari semua multidisplin loh.
Migas Itu Industri Besar, Bukan Sekadar Kerja Lapangan
Perusahaan migas beroperasi dengan:
-
Proyek bernilai besar
-
Regulasi yang ketat
-
Kerja sama lintas negara
-
Risiko operasional yang tinggi
Dengan kondisi seperti ini, migas tidak bisa berjalan hanya dengan engineer. Dibutuhkan tim non-teknik yang kuat untuk mengelola biaya, kontrak, sumber daya manusia, hubungan eksternal, hingga sistem teknologi. Itulah kenapa peluang karier non-teknik di migas sebenarnya cukup terbuka, asal tahu jalurnya.
Tips Masuk Industri Migas untuk Non-Teknik
Beberapa langkah realistis yang bisa kamu lakukan:
-
Bangun pengalaman kerja yang relevan, meski dari industri lain
-
Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris
-
Manfaatkan program magang dan graduate trainee
-
Jangan gengsi mulai dari vendor atau kontraktor
-
Aktif membangun jaringan, terutama dengan alumni
Banyak profesional di migas yang memulai karier dari jalur tidak langsung sebelum akhirnya masuk ke perusahaan besar.
Jurusan Non-Teknik yang Punya Peluang di Industri Migas
1. Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen
Lulusan dari jurusan ini banyak dibutuhkan di posisi:
-
Finance & Accounting
-
Cost Control
-
Procurement
-
Business Analyst
Di industri migas, pengelolaan anggaran dan efisiensi biaya adalah hal yang sangat krusial. Satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu, peran finance dan akuntansi justru termasuk posisi strategis.
2. Hukum
Industri migas sangat lekat dengan kontrak dan regulasi. Beberapa posisi yang umum diisi lulusan hukum antara lain:
-
Legal Officer
-
Contract Analyst
-
Compliance Officer
Kontrak kerja sama migas biasanya kompleks dan bernilai besar, bahkan melibatkan pihak internasional. Di sinilah lulusan hukum punya peran penting dalam menjaga kepatuhan dan keamanan bisnis perusahaan.
3. Psikologi dan Manajemen SDM
Lingkungan kerja migas dikenal memiliki tekanan tinggi dan risiko kerja yang besar. Karena itu, fungsi SDM menjadi sangat penting.
Lulusan psikologi dan MSDM biasanya mengisi posisi:
-
HR Officer
-
Recruitment
-
Training & Development
-
Talent Management
Membangun budaya kerja yang aman dan profesional di migas tidak lepas dari peran tim HR.
4. Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional
Perusahaan migas harus berinteraksi dengan banyak pihak, mulai dari masyarakat sekitar, pemerintah, hingga stakeholder lainnya.
Beberapa posisi yang relevan:
-
Corporate Communication
-
External Relations
-
Government Relations
-
CSR (Corporate Social Responsibility)
Komunikasi yang kurang tepat bisa memicu konflik, sehingga peran lulusan komunikasi sangat dibutuhkan.
5. IT dan Sistem Informasi
Seiring berkembangnya teknologi, industri migas juga semakin digital dan berbasis data.
Posisi non-teknik yang banyak dicari antara lain:
-
IT Support
-
Data Analyst
-
Cybersecurity
-
Digital Transformation
Bagi lulusan IT yang tidak tertarik kerja lapangan, migas tetap bisa menjadi pilihan karier yang menjanjikan.
Realita Masuk Migas untuk Lulusan Non-Teknik
Walaupun peluangnya ada, tetap ada beberapa hal yang perlu dipahami:
-
Persaingan cukup ketat, terutama untuk fresh graduate
-
Banyak posisi non-teknik masuk lewat vendor atau kontraktor terlebih dulu
-
Kemampuan bahasa Inggris sangat diperhitungkan
-
Sikap kerja dan kesiapan belajar sering jadi penentu
Masuk migas untuk non-teknik bukan hal yang instan, tapi sangat mungkin jika dipersiapkan dengan baik.
Migas memang identik dengan engineer, tapi bukan berarti lulusan non-teknik tidak punya tempat. Industri ini membutuhkan banyak peran untuk bisa berjalan secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Kalau kamu lulusan non-teknik dan tertarik berkarier di migas, fokus pada pengembangan skill, sikap kerja, dan kesiapan belajar. Karena pada akhirnya, dunia kerja tidak hanya melihat jurusan, tapi juga kontribusi yang bisa kamu berikan.
0 Komentar
Artikel Terkait







