Teknologi

Argibot : Membantu Petani dengan Artificial Intelligence

Agribot membantu permasalah dalam sektor pertanan dengan melibatkan bantuan artificial intelligence

Nur Anggraheni25 Juli 2021

Merawat tumbuhan memang tidak bisa dikatakan mudah, jika perawatan yang  dilakukan tidak sesuai akan menimbulkan beberapa penyakit pada tumbuhan. Banyak gejala yang harus diperhatikan apabila tumbuhan tersebut teridentifikasi penyakit.

Seperti gejala nekrotik dimana terjadi kerusakan sel atau gejala hipoplastik yang terjadi karena terhambatnya pertumbuhan sel dan beberapa gejala lainnya (Gejala Penyakit Tumbuhan).

Nanas merupakan tumbuhan tropis yang rentang terhadap penyakit salah satunya penyakit layu. Virus Pineapple Mealybug Wilt-associated Viruses (PMWaV) adalah penyebab penyakit layu yang terdapat pada nanas.

Ciri-ciri tumbuhan nanas yang teridentifikasi penyakit layu memiliki gejala sebagai berikut daun berubah warna menjadi coklat kemerahan, kemudian berubah menjadi merah muda dengan ujung daun menggulung(Kementrian Pertanian, 2016).

Permasalah pada tumbuhan ini dapat teratasi apabila seseorang memiliki pengetahuan yang cukup pada bidang patologi tumbuhan. Namun tidak semua orang memiliki latar belakang ilmu tersebut sehingga orang awam akan mengalami kesulitan untuk identifikasi penyakit pada tumbuhan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut terdapat solusi yang dapat digunakan yaitu menggunakan  AI Agriculture ChatBot (Agribot).

Apa sih AI itu?

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan adalah konsep pengembangan program komputer dimana program akan belajar dari inputan pengguna sehingga mampu mensimulasikan kecerdasaan manusia dalam program untuk berpikir dan bertindak seperti manusia (Artificial Intelligence)

Diagram Artificial Intelligence

AI memiliki cakupan besar yang terdiri dari Machine Learning (ML), Deep Learning, dan Natural Language Processing (NLP). Machine Learning merupakan program komputer yang dirancang untuk mempelajari data sedangkan Deep Learning adalah algoritma yang digunakan untuk membangun machine learning.

Neural Language Processing berfokus pada pengolahan bahasa natural atau bahasa yang digunakan manusia dalam berkomunikasi satu sama lain. Komputer butuh proses dan pemahaman untuk menerima bahasa agar maksud dari user dapat dipahami dengan baik oleh program. Berikut adalah video penjelasan tentang NLP: 

Natural Language Processing

Apa itu Chatbot ?

Chatbot atau yang dikenal asisten digital ini merupakan program komputer berbasis AI yang dapat mensimulasikan percakapan layaknya manusia dengan menerapkan NLP. Terdapat beberapa manfaat ketika menggunakan chatbot antara lain: 

          

keuntungan memakai chatbot
Sumber:https://research.aimultiple.com/chatbot-benefits/

  

Bagaimana alur proses penggunaan chatbot?

 

proses alur penggunaan chatbot

  • User : Pengguna akan memasukkan teks atau query yang ingin diketahui dengan bot
  • Chatbot : program yang dikembangkan untuk berkomunikasi dengan manusia
  • Konteks : Data teks dari inputan user  dan dijadikan pengetahuan baru pada program 
  • NLP : Menggunakan algoritma untuk mengubah teks atau ucapan menjadi struktur data dan diproses dengan beberapa proses yang ada di NLP (segmentation,tokenizing, stop word, dll)

Sumber:How do chatbots work? 

 

Bisakah Chatbot diterapkan pada pertanian

Chatbot menggunakan percakapan yang sesuai dengan pengguna, hal tersebut memungkinkan perusahaan pertanian juga menggunakan chatbot  untuk meningkatkan layanan karyawan, produktivitas dan efisiensi operasional. 

Bot dapat dijadikan sebagai asisten virtual pada industri memiliki dampak besar untuk operasi pertanian skala kecil atau perusahaan pertanian (Why Farmers and Agriculture Business should use chatbots). Beberapa contoh berikut merupakan penerapan chatbot pada pertanian).

1. Myanmar Good Agriculture Practice (GAP) Chatbot

 

Pemerintah Pertanian Myanmar membuat chatbot berbasis mobile dengan nama Myanmar GAP Chatbot untuk mendukung  program Myanmar Good Agriculture Practices (GAP) oleh petani di berbagai wilayah negaranya. Chatbot ini interaktif dengan user (petani), sentuhan budaya dengan ilustrasi sesuai petani, pemerintah dan petani terintegrasi dalam aplikasi chat sehingga akan memudahkan petani, dan aplikasi dapat menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Myanmar dan bahasa Inggris Good Agriculture Practices (GAP) Chatbot Development.

 

2. Agriculture chatbot using NLP and Artificial Neural Network

 

Video tersebut menjelaskan kode program chatbot menggunakan NLP dan ANN (Artificial Neural Network) yang merupakan salah satu model pengolahan informasi (neuron) yang saling terhubung dan bekerjasama untuk menyelesaikan masalah.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait