Pengetahuan

Kenapa Kapal Bisa Mengapung di Laut? Berikut Penjelasan Singkatnya

Penasaran kenapa kapal yang punya ukuran yang sangat besar dengan bahan yang sangat berat pula bisa mengapung dengan aman di lautan? Apakah dengan balon? Sihir? Sulap? Atau bahkan jampi-jampi? Yuk cari tau jawabannya di artikel ini!

Kapal memiliki ukuran yang cukup bervariasi, mulai dari yang ringan, besar. Bahkan ada kapal berukuran super duper mega besar seperti kapal VLOC (Very Large Ore Carrier) dan VLCC (Very Large Crude Carrier). Hebatnya, kapal-kapal ini dapat mengarungi lautan dengan aman.

Bahkan kapal yang besar dapat mengantarkan barang bawaannya dengan selamat. Pernah gak sih kamu penasaran kenapa hal ini bisa terjadi?

Contoh kapal Very Large Ore Carrier (VLOC)
Contoh kapal Very Large Ore Carrier (VLOC)

Untuk menjawab pertanyaan ini, lets go back to zaman Yunani Kuno. Pada tahun 250 BC, seorang ilmuwan ternama bernama Archimedes menulis sebuah karya berjudul “On Floating Bodies”. Karya ini memuat prinsip Archimedes, yaitu :

Any body wholly or partially immersed in a fluid experiences an upward force (buoyancy) equal to the weight of the fluid displaced

Artinya setiap benda yang seluruhnya atau sebagiannya terendam di air akan mengalami gaya ke atas (alias gaya apung) yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan. Mendengar kalimat ini, mungkin kalian berpikiran, “hmmm maksudnya gimana ya?”.

Lets say kita punya sebuah balok kayu dengan berat 0.75 kg dan balok besi dengan berat 2 kg. Masing-masing balok tersebut punya dimensi yang sama (panjang 20 cm, lebar 5 cm, tinggi 10 cm).

Terus bagaimana mengetahui berat air yang dipindahkannya? Caranya adalah dengan mencari volume balok tersebut kemudian dikalikan dengan massa jenis fluidanya (dalam hal ini adalah air). Jawabannya adalah :

(0.2 m x 0.005 m x 0.1 m) x 1000 kg/m3 = 1 kg

Angka yang kita dapatkan ini dalam terminologi perkapalan disebut juga displacement. Dari nilai displacement barulah kita dapat membandingkan dengan berat balok kita. Jika berat balok kita lebih rendah dari angka displacement, ini berarti kapal kita dapat mengapung, jika lebih berat maka akan tenggelam.

Bisa disimpulkan, bahwa balok kayu akan mengapung dan balok besinya akan tenggelam guys. Lalu, bagaimana penerapan prinsip ini pada kapal besar?

Kapal besar dapat mengapung karena dapat memindahkan air untuk melawan berat kapal itu sendiri. Semisal, kapal dengan volume lambung yang tercelup dalam air sebesar 180 ribu meter kubik. Maka displacementnya adalah sebesar 180000 m3 x 1 ton/m3 = 180000 ton. Alhasil, jika berat kapal kurang dari 180 ribu ton maka kapal tersebut mengapung. Jika kita bayangkan angka ini pastinya besar sekali yaa. 

Terus biar bisa lebih banyak membawa muatan, bagaimana jika kita tambahkan muatannya? Hal ini berarti harus meningkatkan volume kapal, sehingga kapal akan semakin masuk ke dalam air agar draft kapal.

Tinggi dari bawah kapal ke permukaan air meningkat yang berujung peningkatan volume. Jika terlalu banyak muatan menambah muatan, kapal akan tenggelam sampai bagian atas kapal terkena air. Makanya, muatan yang dibawa dalam kapal benar-benar harus diperhatikan. Kapal memiliki penanda di samping lambung untuk menunjukkan seberapa dalam kapal masuk ke dalam air. Penanda ini disebut juga sebagai load line. Kira-kira bentukannya seperti ini :

Load line pada kapal

Nah, kira-kira berikut penjelasan singkat mengenai kenapa kapal dapat mengapung di lautan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semuanya yaaa terutama bagi yang sedang belajar di bidang perkapalan!

Share:

0 Komentar