Bahasa Pemrograman
Pemrograman Bahasa Assembly Konsep Dasar Dan Implementasi

Stok Tersedia
-7%

Rp 99.500

Penulis                      : Sulistiyasni, S.Kom., M.Cs.

M. Akbar Setiawan, M.Kom.

ISBN                           : 978-623-02-0648-1

Tahun                        : 2020

Format                      : 15.5×23 cm  

Jumlah Halaman      :  x, 149 hlm

 

Prosedur merupakan suatu bentuk pemrograman terstruktur yang umum dijumpai dalam pemrograman bahasa level tinggi. Bahasa mesin juga memiliki suatu bentuk prosedur yang mana masih dalam bentuk yang sederhana. NamaP merupakan nama dari prosedurnya. Nama dari sebuah prosedurnya sebaiknya mewakili apa yang dilaksanakan oleh prosedur tersebut. PROC merupakan penanda bahwa akan dibuat sebuah prosedur. NEAR atau FAR merupakan indikasi apakah prosedur ini boleh dipanggil oleh program yang masih berada dalam satu segmen saja atau boleh berbeda segmen. Setelah prosedur dilaksanakan, maka program harus kembali ke program utama, yaitu dengan menggunakan RET. Untuk mengakhiri sebuah deklarasi prosedur maka dipergunakan ENDP.

Nama merupakan nama dari macro yang akan dibuat. MACRO merupakan keyword yang menandakan bahwa kita akan membuat sebuah macro. P1, P2 merupakan parameter-parameter yang bisa dimasukkan ke dalam sebuah macro. Parameter ini bersifat opsional. Macro merupakan sebuah cara untuk menyingkat penulisan program dengan parameter-parameter yang bisa secara bebas dimasukkan. Jadi, macro dapat dikatakan sebagai template penulisan program bahasa mesin. Oleh karena itu, penggunaan macro yang berulang-ulang akan semakin memperbesar ukuran file yang akan dihasilkan.

Karena macro merupakan sebuah template penulisan bahasa mesin, maka dapat dipergunakan label sebagaimana layaknya program bahasa mesin biasa. Namun, karena sifat label yang hanya boleh dipergunakan satu kali saja, maka harus dipergunakan keyword LOCAL untuk membedakan satu label dengan yang lain. Seperti layaknya sebuah header file, maka macro juga dapat dibuat dalam sebuah file terpisah untuk selanjutnya diikutkan dalam program utamanya.

Prosedur dan macro memiliki karakteristik masing-masing sehingga harus dibedakan kapan harus menggunakan prosedur dan kapan harus menggunakan macro dalam suatu program bahasa mesin agar efisiensi programnya tetap terjaga.

Kirim:
Berat Barang
200 Gram
Estimasi Ongkos Kirim
-

100% Produk Original