Geothermal energy atau energi panas bumi adalah salah satu energi yang bersumber dari dalam bumi. Energi panas bumi tersebut hadir dalam wujud air dan uap pada sistem panas bumi. Panas bumi ini dimanfaatkan oleh manusia melalui sumur pengeboran dan ditransfer melalui pipa hingga menuju ke permukaan bumi.
Secara umum, energi panas bumi ini memiliki potensi yang besar namun pemanfaatannya hanya sebagian kecil saja. Panas bumi menjadi salah satu energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tidak heran jika geothermal menjadi salah satu energi baru yang dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya adalah energi listrik.
Potensi Geothermal Energy di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara dengan posisi yang strategis yaitu berada di kawasan ring fire, garis khatulistiwa, dan pertemuan lempeng tektonik. Hal ini menjadikan wilayah Indonesia memiliki manifestasi geothermal energy yang melimpah. Indonesia sendiri menyimpan 40% cadangan panas bumi yang ada di dunia dengan total potensi energi panas bumi mencapai 23,7 GW yang setara dengan 11 miliar barel minyak bumi.
Apabila pemanfaatan geothermal tersebut dilakukan secara efisien, maka bisa memenuhi hingga 90% kebutuhan industri dan sektor manufaktur utama. Sehingga, dapat mengurangi ketergantungan negara terhadap bahan bakar impor dan batu bara secara signifikan. Bahkan, dapat menciptakan lebih dari 650.000 lapangan pekerjaan di Indonesia.
Cara Pemanfaatan Geothermal Energy
Untuk mendapatkan manfaat dari energi panas bumi ini, bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Agar lebih memahaminya, berikut ini penjelasannya.
Pemanfaatan Secara Langsung
Pada pemanfaatan secara langsung, energi panas bumi ini biasanya dilakukan dengan cara mengekstrak panas dari fluida untuk memanaskan objek tertentu. Dalam hal ini, biasanya wilayah yang dekat dengan panas bumi akan mengaplikasikan dalam berbagai bidang seperti proses industri, wisata, hingga agrobisnis.
Pemanfaatan Secara Tidak Langsung
Berbeda dengan pemanfaatan secara langsung, pada pemanfaatan secara tidak langsung ini tentu membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu, untuk mendapatkan manfaatnya biasanya digunakan peralatan khusus untuk menghasilkan jenis energi baru. Contohnya, adalah mengolah energi panas bumi untuk memproduksi energi listrik.
Aplikasi Geothermal Energy Pada Kehidupan Sehari-hari
Ada beberapa aplikasi energi panas bumi yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut ini.
1. Pembuatan Gula Aren
Tidak hanya selalu menjadi energi listrik saja, namun geothermal energy juga bisa dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan gula aren. Seperti yang terdapat pada Pabrik Gula Aren Masarang, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Pabrik gula ini memanfaatkan uap sisa dari energi panas bumi untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik.
Sehingga, bisa mengolah gula aren secara sederhana. Melalui uap sisa yang dihasilkan tersebut, maka bisa dialirkan ke pabrik gula melalui pipa. Nantinya, dari uap panas inilah yang digunakan untuk mengolah nira menjadi gula aren yang berkualitas tinggi.
2. Sektor Bisnis Pariwisata di Indonesia
Indonesia memiliki banyak sekali kawasan destinasi wisata mulai dari alam hingga pantainya yang mempesona. Namun, Indonesia juga memiliki sektor pariwisata yang dikembangkan dari hasil pemanfaatan energi panas bumi.
Salah satunya yang banyak ditemukan adalah objek wisata pemandian air panas yang menyegarkan tubuh. Selain memberikan daya tarik wisata bagi pengunjung, tempat wisata yang seperti ini juga cocok untuk healing dan merilekskan pikiran maupun tubuh.
3. Sumber Pemanas Ruangan Alami
Jika ingin mengaplikasikan gaya hidup yang ramah lingkungan, maka bisa menggunakan energi panas bumi yang berasal dari alam. Seperti yang digunakan pada perumahan, gedung, atau perkantoran. Tentunya, dengan menggunakan pemanas ruangan dari geothermal energy ini lebih efisien dan hemat secara biaya.
Dalam hal ini, pompa panas akan bekerja untuk mengumpulkan energi panas dari satu tempat lalu memindahkannya ke tempat lain. Kemudian, pompa panas tersebut akan mengalirkan larutan cair penghantar panas melalui pipa-pipa di dalam tanah. Sehingga, distribusi aliran panas yang dihasilkan bisa merata.
4. Kebutuhan Agroindustri
Geothermal energy juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sektor agroindustri. Seperti bidang perkebunan, perikanan, dan pertanian. Dengan memanfaatkan energi panas bumi maka hasilnya bisa digunakan pada proses pengeringan hasil agroindustri secara optimal.
Dari sumber panas bumi alami ini, nantinya akan dihasilkan teknologi heat exchanger dalam bentuk air panas dengan suhu yang sangat tinggi. Kemudian, aliran energi panasnya akan digunakan pada proses pengeringan hasil produk agroindustri tersebut untuk diolah lebih lanjut.
Kesimpulan
Geothermal energy tidak hanya berperan sebagai sumber energi panas bumi saja. Namun, melalui pemanfaatan panas bumi tersebut bisa menggerakkan berbagai sektor bisnis mulai dari pariwisata, agrobisnis, hingga pemanas ruangan secara alami.
Agar tidak ketinggalan informasi menarik seputar dunia teknik, yuk kunjungi website Anak Teknik sekarang juga! Dapatkan juga pengetahuan terbaru dengan mengikuti live training dan e-course yang telah tersedia
0 Komentar
Artikel Terkait







