Siapa sangka jika rumah Joglo ternyata dibuat dengan struktur rancang bangunan khusus yang tahan gempa? Hal ini karena rumah tradisional ini mempunyai desain struktural yang relatif tahan terhadap gempa bumi.
Selain itu, pada rumah Joglo ini juga didukung dengan sistem distribusi beban, tumpuan kolom, dan sambungan kayu. Kemudian, terdapat empat tiang utama atau disebut dengan soko guru yang dihubungkan menggunakan teknik purus dan sistem cathokan.
Fungsinya untuk menghubungkan beberapa elemen struktur. Seperti blandar, purus pathok, dan pengeret. Lalu, sambungan kayu tersebut memungkinkan elemen struktur dapat menerima gaya akibat gempa bumi secara fleksibel.
Sehingga, saat terjadi gempa bumi sambungan tersebut bisa mengalami pergeseran tertentu. Dengan begitu, energi getaran gempa bumi bisa terserap dengan baik dan tidak menyebabkan seluruh elemen struktur patah. Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasan sebagai berikut ini.
Pondasi Bangunan Rumah Joglo
Pada bangunan rumah Joglo, sistem pondasi bangunan yang digunakan berupa umpak. Fungsinya untuk menopang seluruh kolom bangunan. Sehingga, saat terjadi gempa bumi, pondasi umpak akan mengikuti goyangan gempa dan tidak melawan gaya akibat gempa bumi.
Dengan begitu, pondasi umpak dinilai sangat sesuai dengan adaptasi bangunan di wilayah yang rawan gempa. Selain itu, sistem tumpuan pondasi juga menempatkan tiang bangunan di bagian atas umpak. Hal ini disebut dengan sistem tumpuan sendi.
Sambungan Pada Struktur Bangunan
Sambungan yang digunakan yaitu pertemuan umpak-saka guru (bersifat sendi), sambungan saka guru, dan sambungan sunduk-kili. Lalu, sambungan blandar yang disusun secara piramidal (tumpang sari) dan blandar-pangeret. Sedangkan, sambungan yang digunakan pada struktur tepi meliputi umpak-saka sekunder-blandar-usuk.
Kombinasi sambungan tersebut bisa mengatasi gaya gempa. Hal ini karena sifat sendi pada umpak dapat mengurangi getaran gempa yang sampai ke sambungan soko guru. Selain itu, ada sifat jepit pada blandar yang berfungsi sebagai bandul untuk menstabilkan bangunan dan meredam getaran saat menerima gaya gempa.
Sistem Struktur Bangunan
Rumah Joglo ini memiliki struktur bangunan yang unik yaitu terlihat pada pusat bangunan utama dengan struktur penahan berupa gaya lateral. Adapun struktur utamanya meliputi umpak, rong-rongan, saka guru, hingga tumpangsari. Struktur tersebut bertujuan untuk menahan gaya lateral agar bangunan menjadi stabil dan lebih berat.
Lalu, untuk struktur tumpangsari ini disusun secara piramidal dan diganjal menggunakan pen atau sistem catokan agar tidak mengalami pergeseran. Lantas, dari mana kekuatan pada struktur bangunan rumah Joglo tersebut berasal? Kekuatan struktur pada banguna rumah Joglo sendiri terletak pada struktur rong-rongan (umpak-saka-guru-blandar).
Aplikasi struktur ini membuat bangunan menjadi lebih kaku dan lebih tahan terhadap gempa. Alhasil, saat sedang terjadi gempa bumi bangunan rumah masih bisa berdiri dengan kokoh. Selain itu, sistem struktur ini juga memperlihatkan adanya kekuatan bangunan secara terpusat.
Material yang digunakan
Pada pembangunan rumah Joglo digunakan material non struktur dan material struktur. Penggunaan material non struktural pada bangunan ini berfungsi sebagai penutup dan penyekat bangunan seperti atap dan dinding. Sedangkan, material struktur seperti lantai, balok, dan kolom berfungsi untuk memikul beban bangunan.
Baik material non struktur dan material struktur pada rumah Joglo menggunakan bahan dari kayu jati. Alasannya, karena kayu jati lebih tahan lama dan kuat. Kemudian, kayu jati tersebut diperkuat dengan sistem sambungan yang bisa dibongkar pasang. Khususnya, pada struktur kolom-balok/blandar, dan pondasi umpak dengan kolom agar bangunan lebih mudah dipindahkan ke tempat lain.
Kesimpulan
Secara umum, pondasi rumah Joglo ini sangat ideal untuk diaplikasikan pada kawasan perumahan yang ada di zona rawan gempa bumi. Dengan begitu, penduduk yang tinggal dan menetap di sana merasa lebih aman dan nyaman.
Dalam perkembangannya, arsitektur pada bangunan rumah Joglo tidak mengalami perubahan yang signifikan. Baik itu ukuran, fungsi, hingga performa karena cenderung mempertahankan gaya arsitekturnya. Namun, tetap mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan alam.
Itulah penjelasan seputar bangunan tahan gempa dari bangunan rumah Joglo. Kalau tertarik untuk belajar atau menambah wawasan seputar dunia teknik, jangan lupa mampir ke situs web Anak Teknik ya







