Pengetahuan

Seberapa Siap Indonesia dalam Menjadikan Gelombang Laut sebagai Energi Alternatif?

Indonesia memiliki sumber daya laut yang besar, salah satunya gelombang laut yang berpotensi digunakan sebagai energi alternatif. Namun, seberapa siapkah Indonesia dalam mewujudkan hal tersebut?

Syakila Muna Mualia1 Desember 2021

Saat ini, sektor energi di Indonesia masih bergantung pada minyak bumi dan gas alam. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengatakan cadangan minyak bumi Indonesia sebanyak 3,77 miliar barel. Diperkirakan akan habis dalam kurun waktu sembilan tahun. Beberapa proses pengolahan minyak bumi juga menghasilkan emisi, seperti gas rumah kaca dan gas pencemar udara.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisasi hal tersebut. Salah satunya dengan mengkaji energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan terjaga ketersediaannya. 

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi sumber energi laut yang menjanjikan. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki wilayah laut yang besar. Bahkan, sekitar dua per tiga wilayah Indonesia adalah laut.

Selain itu, Indonesia juga memiliki pantai kedua terpanjang di dunia setelah Kanada. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki keuntungan dalam mengembangkan potensi energi laut. Besarnya potensi energi laut diperkirakan mampu memenuhi empat kali lipat kebutuhan listrik dunia. 

Pemanfaatan gelombang laut menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) biasanya menggunakan metode Oscillating Water Column (OCW), yaitu teknologi untuk mengkonversi gelombang menjadi listrik dengan sistem kolom air berosilasi.

Secara singkat, metode ini mengakumulasi energi gelombang untuk menggerakkan turbin. Dalam proses pengoperasiannya, metode OCW tidak merusak ekosistem alam sekitarnya sehingga ramah lingkungan. Metode ini cocok digunakan di daerah pantai yang curam dengan ketinggian gelombang 0,2—1,19 meter. 

 

ilustrasi kerja Oscillating Water Column (OCW) 
ilustrasi kerja Oscillating Water Column (OCW) 

Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Norwegia sejak tahun 1987, banyak daerah pantai Indonesia berpotensi menjadi PLTGL. Lokasinya tersebar di sepanjang Pantai Selatan Pulau Jawa, Irian Jaya bagian utara, dan pesisir barat Pulau Sumatera.

Berdasarkan hasil penelitian, pada kondisi maksimum perairan selatan Jawa mampu menghasilkan daya 1.968.235 watt. Sedangkan, pada kondisi maksimum di Selat Malaka mampu menghasilkan daya sebesar 1.876.437 watt. Daya sebesar itu dapat menghidupkan 18 rumah nelayan sederhana dengan asumsi satu rumah nelayan membutuhkan listrik 100 watt.

Selain itu, gelombang laut di Indonesia memiliki gerakan yang periodik. 

Sayangnya, pengembangan teknologi untuk mengoptimalkan potensi energi gelombang di Indonesia saat ini masih belum optimal. Selain itu, proyek ini membutuhkan lokasi yang memiliki gelombang yang cukup kuat dan konsisten sehingga perlu instalasi PLTGL yang kuat dan mampu bertahan dalam cuaca buruk.

Dalam banyak kasus proyek-proyek seperti ini sulit dikembangkan karena mahal. Saat ini, hanya beberapa negara yang mengoperasikan PLTGL untuk memenuhi kebutuhan listrik warganya. PLTGL di Jerman dengan kapasitas 250 kWh yang mampu mengaliri listrik ke 120 rumah. PLTGL di Australia dengan kapasitas 500 kWh. 

Pemanfaatan energi gelombang di Indonesia dari lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) maupun institusi pendidikan berada di tahap penelitian. Melalui riset yang dilakukan sejak tahun 2003, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) Yogyakarta telah mampu mengembangkan pemanfaatan energi gelombang laut dengan menggunakan teknologi OWCS. Prototipe ini berada di Pantai Parangracuk, Baron, Gunung Kidul, DIY. Dengan menghasilkan potensi daya sebesar 522 watt. 

Dengan demikian, pengembangan energi gelombang laut sebagai energi alternatif belum dapat dijadikan sebagai solusi jangka pendek. Namun, pemerintah perlu mempersiapkan agar energi gelombang laut dapat menjadi  sumber energi terbarukan. Potensi energi gelombang laut di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan energi di daerah pesisir pantai. Termasuk pelabuhan, hingga pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Jika dalam waktu dekat pemerintah mampu meluncurkan program percontohkan dan perintisan energi gelombang laut, dalam beberapa tahun mendatang proyek PLTGL dapat berkembang pesat. Sehingga pada 2045 mendatang Indonesia diharapkan mampu menghasilkan listrik tenaga gelombang. Serta mampu melepas ketergantungan energi fosil. Tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat menjadi pelopor komersialisasi PLTGL di kawasan Asia Tenggara.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait