Opini

Ambis Boleh, Tetapi Jangan Iri dengan Pencapaian Orang Lain

Merasa ambis atau memiliki tujuan adalah hal yang wajar untuk diperjuangkan. Namun, bagaimana jikalau kita sampai jadi iri dengan pencapaian orang lain karena ambis yang kita jalani?

Vincent Leonhart Setiawan8 Juni 2021

Pernah merasa ambis sampai-sampai kalian mengorbankan waktu istirahat kalian demi IP yang bagus atau setidaknya memahami materi yang diajarkan dosen? Kalau pernah, aku cuma mau ucapin selamat. Selamat karena kamu telah memiliki pengalaman itu. Kalau bisa tetap dijaga semangatnya seperti itu terus, bagus. Namun, kalau sekarang sudah tidak ambis lagi, ya tidak apa-apa. 

 

Ada sebuah video yang mungkin bisa relate dengan kamu yang pernah ambis dan mungkin bisa membuat kalian yang pernah ambis, menjadi ambis kembali. Video ini menceritakan bahwa memang hidup itu susah. Dan susah juga dapat nilai.

Tetapi yang terpenting adalah attitude kita dalam menyikapi kesulitan tersebut. Bagaimana kita menyikapi hal-hal yang gagal dan sukses dalam hidup kita adalah hal yang harus kita kembangkan selalu. 

Nah, berlandaskan dari video itu, aku mau ajak kamu melakukan renungan terlebih dahulu. Kalau begitu sebenarnya apakah layak untuk kita merasa iri dengan orang lain ketika kita ambis? Apakah itu attitude yang baik yang dapat membuat kita bertahan dengan segala goals yang kita perjuangkan?

Dan apakah hal itu layak untuk menjadi titik fokus dalam studi dan hidup kita?

Jawabannya adalah tidak. Iri hati dan berfokus dengan pencapaian orang lain, malah akan membuat dirimu makin tertinggal jauh dengannya. Ambismu akan menjadi suatu ambis yang toxic. 

Ambis yang bukannya membangun dirimu dan memacu dirimu untuk menjadi versi terbaik dirimu, malah membuat dirimu menjadi seorang yang jauh tertinggal dari orang itu.

Kamu tidak akan menjadi fokus dengan segenap kekurangan dan kelebihan dirimu yang bisa kamu benahi. Namun, kamu hanya akan menjadi orang yang membenci dan memiliki attitiude yang salah dalam hidup.

Oleh sebab itu, tinggalkan segala rasa iri hatimu. Marilah ambis dalam ranah yang sehat. Bekerjasamalah dengan kawanmu. Jadilah seseorang dengan attitude yang baik.

Memang dunia ini merupakan dunia yang keras. Tetapi sama seperti apa yang video itu katakan, ketika kamu sedang ambis dan kamu gagal, tantanglah dirimu.

Mintalah dunia melemparmu lebih keras lagi, karena kamu sebenarnya sudah menjalani jalan yang gelap itu. Kamu jauh lebih kuat dari apapun yang dunia ini tahu. Dan kamu adalah pemenang serta pahlawan bagi dirimu sendiri.

Berfokuslah pada dirimu dan hal yang kurang serta lebih dari dirimu. Janganlah berfokus dengan pencapaian orang lain. Tiap orang memiliki ceritanya sendiri. Oleh sebab itu, fokuslah mengembangkan diri dengan berbagai macam cara. Kamu adalah tokoh utama dalam ceritamu

Share:

0 Komentar