Opini

PPKM : Pelan-Pelan Kehilangan Minat

Untuk kamu yang mulai kehilangan minat belajar di Teknik, aku hanya ingin bilang, mari kita bangkit lagi

Vincent Leonhart Setiawan23 Juli 2021

Yuk, bisa yuk!

Terkadang banyak di antara kita yang mengatakan ini kepada diri kita sendiri. Entah ketika kita merasa bahwa project yang kita lakukan tidak selesai-selesai, atau mungkin ketika kita merasa down dan tidak semangat lagi. Tetapi, banyak di antara kita yang walaupun telah mengatakan hal ini, kita tetap mengalami PPKM. Pelan-Pelan Kehilangan Minat.

Yap, PPKM memang momok buruk bagi semua mahasiswa, terutama yang telah berada di semester tanggung ataupun semester akhir. Mau diberhentikan atau pindah jurusan, kita sudah kagok. Tidak diberhentikan, kita tersiksa. Dilema dan juga menjadi suatu kesulitan bagi kita sendiri. Lantas apa sih yang bisa menjadi penyebab dari terjadinya PPKM dalam diri kita sebagai anak teknik?

1. Gagal Memahami Materi yang Ada 

http://2.bp.blogspot.com/-PhCKxkzAOso/TWZjwVqlSoI/AAAAAAAAALM/cZD0XB1ttDQ/s400/images+%252849%2529.jpg

Banyak di antara kita yang mengalami PPKM karena hal-hal sesederhana gagal memahami materi. Mungkin ketika masuk di semester awal, materi dasar tentang teknik masih bisa kita pahami walau memerlukan waktu untuk memahaminya. Akan tetapi, seperti banyak hal di dunia, semakin naik level kita maka akan semakin sulit pula permasalahannya. 

Atas hal itu, maka banyak orang yang semakin lama semakin kehilangan semangatnya untuk menjalani perkuliahan di teknik. Terkadang hal ini menjadi semakin parah akibat kehilangan semangat yang membuat hal yang mudah sekalipun menjadi tidak dapat dipahami. Hal ini menjadi lingkaran setan pada akhirnya, dan menambah kesulitan dalam menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa teknik. 

2. Ketidakcocokan dengan Lingkungan Pertemanan di Kampus

https://mojok.co/terminal/wp-content/uploads/2020/09/pengalaman-berteman-dengan-orang-yang-dikucilkan-di-kampus-mojok.co_-800x540.jpg

Siapa yang suka merasa risih jikalau kawannya terlalu aktivis dan mulai "merundung" anda dengan embel-embel apatis dan lainnya? Kalau ada, kita sama. Dan mungkin hal itulah yang menjadi salah satu bentuk kenapa kita mengalami PPKM.

Setidak sukanya kita pada perkuliahan kampus, jikalau ada teman yang sefrekuensi, kemungkinan kita akan dapat bertahan. Namun, bagaimana jikalau kita malah tidak memiliki teman sefrekuensi dan dijauhi oleh teman-teman kita? Sudah pasti semangat kita untuk melanjutkan studi akan menurun drastis. 

Pada akhirnya, kembali ini akan menjadi suatu lingkaran setan yang berbahaya. Ketika kita dikucilkan dari pergaulan, kemungkinan kita juga akan melakukan hal yang kurang lebih sefrekuensi. Kita akan mengucilkan diri kita sendiri sebagai respon untuk perilaku mereka tersebut. Apakah ini akan menyelesaikan kejadian PPKM kita? Tentu saja tidak dong. 

3. Salah Jurusan

https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/5/6/56c284876b0adb0bc45d5c8c865086727e6e5794.jpeg

Sudah tidak perlu diragukan lagi kalau kejadian satu ini adalah penyebab PPKM utama dalam mahasiswa teknik. Banyak mahasiswa teknik yang sebenarnya gak teknik-teknik banget, namun entah kenapa malah memilih jurusan teknik.

Pemicunya karena banyak yang hanya merasa bahwa teknik adalah jurusan yang pintar dan berprospek besar, padahal kalau tidak match bisa berbahaya. Dan karena salah pilih tadi, pada akhirnya salah jurusan pun terjadi dalam hidup banyak mahasiswa teknik. Tekanan psikologi? Tentu saja. Bahkan tak jarang yang pada akhirnya harus meneruskan studi tetapi dengan IPK di bawah standar.

Lalu bagaimana kita menyelesaikan sebab-sebab PPKM di atas? Tentu saja bisa dimulai dari mengenali diri kita terlebih dahulu. Tidak merasa cocok dengan teknik? Tidak apa-apa. Eksplor diri kita dan di mana kelebihan kita.

Kita bisa mengambil ilmu dari sekolah teknik dan dapat kita implementasikan di bidang lain. Dengan skill-skill yang kita miliki, mungkin saja kita bisa berkarya di sektor yang mungkin tidak pernah terpikirkan kalau akan ada skill teknik yang terpakai di sana.

Serta, jikalau anda memang merasa tidak cocok dengan teman-teman perkuliahan yang sekarang, ingatlah sobat bahwa jurusan di dunia ini tidak hanya satu saja. Anda juga bisa mendapatkan teman dari jurusan atau bahkan universitas lain. Teman sendiri esensinya adalah di hubungan, bukan bentuk fisik mereka. Anda bisa saja tidak bertemu dengan mereka setiap hari, tetapi jikalau dukungan telah kalian dapatkan, bukankah itu seharusnya sudah cukup untuk kalian menjalani hari-hari perkuliahan?

Akhir kata,  saya cuma mau bilang "SEMANGAT!".

Hidup memang keras, namun jika kita jauh lebih keras daripadakehidupan, maka kehidupan yang akan melunak pada kita.

Hidup kita masih panjang, jangan berputus asa! Semoga tangismu sekarang, bisa menjadi tawa di kemudian hari.

Share:

0 Komentar