Pengetahuan

Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding untuk Proyek

Menghitung kebutuhan scaffolding untuk bangungan membutuhkan perencanaan dan perhatian mendetail agar sesuai dengan kebutuhan proyek.

Ishak Okta Sagita10 September 2026

Pemakaian scaffolding membantu pekerja konstruksi di kondisi ketinggian. Namun menentukan scaffolding bukan hal mudah karena membutuhkan berbagai perhitungan. Memastikan kebutuhan scaffolding sesuai dengan kondisi dan kebutuhan proyek.

Menentukan kebutuhan scaffolding penting dilakukan untuk memastikan keamanan dalam stabilitas struktur dan efisiensi kerja supaya mobilitas pekerja meningkat. 

Dalam ulasan ini, Anak Teknik Indonesia membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan scaffolding untuk kebutuhan proyek. 

Cara menghitung kebutuhan scaffolding

Melakukan perhitungan scaffolding haruslah mengetahui jenis komponen rangkaian scaffolding karena pengajuannya memiliki dua sistem yaitu per set maupun per jenis satuan. 

Perhitungan scaffolding per set memiliki komponen lengkap yang sudah dikemas, bisa langsung dipakai.

Perhitungan scaffolding per jenis mengacu pada pengajuan komponen scaffolding secara spesifik. Sering dipakai apabila ada kondisi komponen rusak, hilang, maupun kondisi darurat.

Tetapi sebelum memasukan nominal kebutuhan scaffolding, ketahui dahulu langkah penting untuk menghitung kebutuhan scaffolding Anda.

Tentukan dimensi bangunan

Langkah mendasar adalah hitung dimensi bangunan meliputi tinggi, panjang, dan lebar bangunan. Informasi seperti ini dapat dibaca melalui gambar kerja atau mengukur di lokasi.

Hitung jumlah level scaffolding

Kemudian hitunglah jumlah level berdasarkan tinggi bangunan. Anggapkan Anda membutuhkan scaffolding untuk bangunan dengan tinggi 10 meter. Sedangkan satu vel scaffolding memiliki tinggi 2 meter.

Sehingga jumlah level yang dibutuhkan adalah : 10 meter : 2 meter = 5 level.

Hitunglah jumlah scaffolding horizontal

Jumlah scaffolding horizontal dibutuhkan sebagai penyangga untuk memperkuat struktur. Untuk menghitung Anda dapat menggunakan panjang scaffolding terhadap tinggi bangunan.

Jika panjang scaffolding standar adalah 2,4 meter dengan tinggi bangunann adalah 12 meter, maka

12 meter : 2,4 meter = 5 unit scaffolding per tingkat.

Menghitung beban kerja maksimal

Beban kerja scaffolding hitung dari kapasitasnya ketika menahan beban manusia, material, dan peralatan kerja. Perhitungan beban kerja ditentukan dari kolom scaffolding (bay). 

Secara teknis, scaffolding menampung tiga jenis beban yaitu beban mati, beban tambahan, beban hidup.

Beban mati adalah total beban dari berat konstruksi scaffolding dengan seluruh pelengkapnya. Beban tambahan adalah beban yang diterima oleh scaffolding yang bersumber dari luar. 

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan scaffolding untuk bangungan membutuhkan perencanaan dan perhatian mendetail agar sesuai dengan kebutuhan proyek. Kebutuhan yang tetap membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, pekerja terlindung dari bahaya kerja, serta mengurangi risiko kecelakaan kerja di lokasi proyek.

Penentuan scaffolding dapat dilakukan sebelum atau setelah proyek konstruksi berjalan. Jika menghitung scaffolding sebelum proyek berjalan, maka memakai scaffolding per set sangat cocok karena dapat dimasukkan ke dalam RAB. Jika menentukan kebutuhan scaffolding setelah proyek berjalan, maka carilah penyedia scaffolding per komponen untuk mendukung agar pekerjaan tidak terhambat.
 

Share:

0 Komentar