Pengetahuan

Instalasi Sistem PLTS On Grid di Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta memiliki PLTS berkapasitas 238,02 kWp dengan panel surya terpasang di atap bangunan gereja, yang setara 183 unit rumah

Ishak Okta Sagita3 April 2026

Penggunaan energi terbarukan tidak hanya mencakup gedung komersil, rumah pribadi, atau pabrik saja. Tempat ibadah bisa menjadi tempat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi jejak karbon. 

Salah satunya tempat ibadah yang memanfaatkan sumber energi terbarukan adalah Gereja Katedral. Gereja yang bertetangga langsung dengan Masjid Istiqlal sudah menggunakan PLTS sejak tahun 2021.

Pemasangan PLTS di Gereja Katedral telah masuk ke daftar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai gereja Katolik pertama di Indonesia yang memakai panel surya.

Hadirnya PLTS dihadapkan dapat memenuhi listrik untuk menjalankan seluruh kegiatan di Gereja.

Kapasitas PLTS di Gereja Katedral Jakarta

PLTS Atap Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral memiliki PLTS berkapasitas 238,02 kWp dengan panel surya terpasang di atap bangunan gereja. Daya tersebut setara dengan 183 unit rumah dengan daya 1.300 watt.

Panel surya dipasang di atap bangunan kompleks Gereja Katedral Jakarta. Proses pemasangan meliputi dua tahap. Tahap pertama melakukan pemasangan dengan total daya 29,70 kWp dan tahap kedua melakukan instalasi dengan total daya 208,32 kWp. 

Secara karakteristik, Gereja Katedral Jakarta memakai sistem PLTS On-Grid. Yang mana panel surya, sebagai penangkap sinar matahari diletakan di atap bangunan. Kemudian, energi surya yang sudah terserap diubah ke bentuk energi listrik. 

Sistem untuk PLTS ini bertipe On-Grid, karena difungsikan untuk memakai sumber listrik dari matahari pada siang hari. Kemudian pada malam hari memakai listrik dari jaringan PLN.

Bagaimana Instalasi PLTS di Gereja Katedral Jakarta

Instalasi PLTS Gereja Katedral Jakarta dimulai pada tahun 2019-2021. Langkah pertama adalah menentukan lokasi peletakan panel surya, kemudian menentukan kapasitas, serta tahapan pengerjaan.

Dalam proses instalasi, panel surya dipasang di atap bangunan kompleks gereja. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penangkapan energi matahari di siang hari.

Proses instalasi panel surya atap tidak semudah yang dibayangkan. Ada tantangan struktural  selama pengerjaan karena Gereja Katedral termasuk cagar budaya sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Pemasangan panel surya memperhitungkan penahan beban agar tidak mengubah bentuk bangunan asli, material tahan korosi, dan komponen efisien dapat dilepas kembali.

Setelah menentukan lokasi panel surya, berikutnya adalah menghitung kapasitas PLTS yang dibutuhkan. Hasilnya adalah pemasangan PLTS di Gereja Katedral Jakarta menghasilkan daya 238,02 kWp yang setara dengan daya listrik untuk 183 unit rumah.

Kemudian yang ketiga adalah menyusun tahap pengerjaan PLTS. Dalam kasus ini, Gereja Katedral memiliki dua vendor berbeda untuk menyelesaikan instalasi PLTS. Hal ini disebabkan karena proses pengerjaannya melalui dua tahap kerja.

Menghasilkan Efisiensi Energi sebesar 30%

Panel surya di area gereja yang dengan kapasitas daya 238,02 kWp menghasilkan efisiensi energi sampai 30% dari total konsumsi listrik bulanan. Angka ini terbukti dapat menghemat pengeluaran listrik di Gereja Katedral Jakarta.

Adanya PLTS membantu mengurangi ketergantungan listrik dari jaringan utama, sehingga tidak mengganggu aktivitas di area gereja. Kemudian, penghematan biaya listrik sampai 30% memberi keleluasaan keuangan untuk melakukan kegiatan produktif lainnya.

PLTS merupakan solusi untuk menghilangkan jejak karbon, mengurangi ketergantungan dengan energi fosil, dan efisiensi energi surya

Anak Teknik Indonesia merupakan jembatan untuk menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri melalui konten digital, tools, buku teknik, dan online training. Temukan konten menarik soal teknik di website Anak Teknik Indonesia.
 

Share:

0 Komentar