Pengetahuan

Mengenal Jenis Jenis Scaffolding yang Ada di Proyek Konsturksi Bangunan

Scaffolding adalah elemen penting untuk membantu pekerjaan konstruksi di ketinggian dan mendukung keselamatan kerja. Pemilihan jenis scaffolding disesuaikan dengan kondisi area kerja dan lokasi.

Ishak Okta Sagita27 Agustus 2026

Scaffolding banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Hal ini dapat kamu lihat ketika ada pengerjaan rumah, gedung perkantoran, maupun bangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Scaffolding adalah platform untuk membantu pekerja ketika sedang menyelesaikan pekerjaan di ketinggian. Adanya benda ini dapat memastikan pekerjaan pembangunan hingga pemeliharaan di area ketinggian dapat berjalan aman.

Selain menjadi tempat pijakan kaki, scaffolding juga diperintahkan untuk menaruh peralatan kerja ketika bekerja di ketinggian. Dengan ini pekerja dapat bekerja dengan efisien, menghemat waktu sehingga pekerjaan cepat selesai.

Jenis-Jenis Scaffolding

Terdapat beberapa jenis scaffolding yang digunakan di industri konstruksi. Walau memiliki fungsi sama, terdapat beberapa karakteristik yang membuatnya hanya bisa digunakan pada kondisi tertentu.

Frame scaffolding

Frame scaffolding

Frame scaffolding paling umum digunakan dalam proyek pengerjaan gedung bertingkat, perumahan, hingga infrastruktur jangka menengah. Jenis scaffolding ini terdiri dari rangka baja berbentuk modular yang disusun vertikal dan horizontal untuk membentuk struktur kokoh dan stabil.

Jenis frame scaffolding sering ditemukan ketika ada pengerjaan mengecat dinding, pemasangan plester, maupun menyemen tembok.

Tube and coupler scaffolding

Tube and coupler scaffolding

Jenis scaffolding berikut ini menggunakan pipa baja sebagai elemen utama struktur. Kemudian dihubungkan menggunakan komponen pengikat baja berupa clamp atau coupler. Sistem ini memungkinkan setiap bagian pipa tersambungs ecara fkelsibel untuk membentuk steruktur scaffolding.

Jenis tube and coupler scaffolding banyak digunakan proyek dengan struktur bangunan kompleks. Sangat disarankan untuk proyek dengan fleksibilitas tinggi

System Scaffolding

System Scaffolding

System scaffolding dirancang memakai sistem modular terstandarisasi dimana setiap komponen dibuat sesuai ukuran sehingga dapat dirakit secara cepat dan presisi. Jenis scaffolding ini tidak bergantung pada perakitan kemual, melainkan memakai sambungan mekanisme seperti cuplock atau ringlock untuk mengunci antar komponen.

Jenis system scaffolding banyak digunakan pada proyek besar seperti skala industri hingga jembatan. Hal ini karena mendukung pekerjaan berat dengan beban tinggi.

Suspended scaffolding

Suspended scaffolding

Jenis scaffolding ini memiliki teknik pemasangan dengan cara digantung dari bagian atas bangunan menggunakan tali, rantai, maupun kabel baja. Metode ini sangat efektif untuk pengerjaan proyek konstruksi di area tinggi atau fasad bangunan.

Jenis suspended scaffolding ini digunakan untuk pekerjaan maintenance gedung tinggi sampai pembersihan kaca gedung pencakar langit. Sifatnya mudah diatur naik turun sesuai kebutuhan.

Cantilever scaffolding

Cantilever scaffolding

Cantilever scaffolding disusun dengan cara ditopang oleh struktur yang menonjol dari bangunan, sehingga tidak memiliki penopang langsung yang bertumpu pada tanah. Jenis sistem ini dipasang dengan menancapkan atau mengaitkan balok penyangga pada bagian struktur bangunan yang kuat, kemudian platform kerja dipasang yang menjorok ke luar.

Jenis cantilever scaffolding digunakan ketika area bawah tidak mampu untuk pemasangan scaffolding. Kondisi ini ideal ketika pengerjaan di jalan sempit maupun area dengan hambatan seperti kemacetan.

Mobile Scaffolding

Mobile Scaffolding

Mobile scaffolding yang dilengkapi dengan roda pada bagian bawahnya sehingga mudah dipindahkan dari satu titik ke titik lainnya tanpa perlu dibongkar. Jenis scaffolding ini cocok untuk pekerjaan interior maupun dengan mobilitas tinggi.

Pertimbangan dalam memilih jenis scaffolding

Memilih jenis scaffolding yang tepat penting dilakukan sebelum mengerjakan proyek konstruksi. Terdapat beberapa faktor penting perlu dipertimbangkan ketika memilih scaffolding.

Menentukan jenis pekerjaan

Pemilihan jenis scaffolding ditentukan dari jenis pekerjaan yang dilakukan seperti pemasangan atap, perbaikan tembok, maupun memasang aksesoris.

Mempertimbangkan ketinggian dari bentuk bangunan

Penggunaan scaffolding harus menyesuaikan lokasi ketinggian. Sebab mengerjakan proyek untuk gedung tinggi 4 lantai akan berbeda dengan pengerjaan rumah 2 lantai.

Survei lokasi geografis tempat pekerjaan

Carilah scaffolding yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca tak menentu. Sebab kondisi cuaca dan lingkungan dapat menghambat pekerjaan konstruksiMenentukan jangka waktu proyek

Proyek jangka pendek membutuhkan scaffolding dengan proses perakitan sederhana. Sedangkan proyek jangka panjang dapat memakai peralatan kompleks. Dengan kata lain, carilah scaffolding sesuai dengan durasi pengerjaan proyek konstruksi.

Menentukan jumlah anggaran

Anggaran dapat dilihat melalui RAB. Besar kecilnya ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan proyek.

Mengetahui persyaratan dan perizinan pemasangan

Beberapa kondisi membutuhkan perizinan pemasangan scaffolding untuk memastikan keamanan. Oleh karena itru, pastikan kelengkapan administrasi sebelum melakukan instalasi.

Kapasitas beban yang ditopang

Scaffolding harus mampu menahan beban manusia, material, dan peralatan selama pekerjaan berlangsung. Pilihlah yang memiliki kapasitas beban memadai.

Penerapan scaffolding di industri

Penerapan scaffolding harus aman dan efisien untuk mendukung keselamatan kerja. Oleh karena itru diperlukan kombinasi antara pemilihan jenis scaffolding, proses perakitan, edukasi keselamatan kerja, dan memastikan adanya pemeliharaan setelah proses pengerjaan proyek.

Kesimpulan

Scaffolding adalah elemen penting untuk membantu pekerjaan konstruksi di ketinggian dan mendukung keselamatan kerja. Pemilihan jenis scaffolding disesuaikan dengan kondisi area kerja dan lokasi.
 

Share:

0 Komentar