Teknologi

Bagian-bagian dan Simbol Multimeter Digital Beserta Fungsinya

berikut bagian-bagian dan simbol multimeter digital! simak penjelasan lengkap berikutnya disini

Ovianan4 Agustus 2026

Multimeter digital pada umumnya adalah sebuah alat ukur untuk mengukur tegangan AC ataupun DC, hambatan, dan arus. Namun seiringnya perkembangan dunia, fungsi dari alat ini dilengkapi beberapa fungsi lain yaitu untuk mengukur dioda, kapasitor, frekuensi, duty cycle, suhu dan lainnya. Multimeter terbagi menjadi 2 yaitu multimeter analog dan multimeter digital, dan perbedaannya terletak pada penunjuk jarum yang bergerak untuk menampilkan hasilnya dan ini yang dimiliki oleh multimeter analog. Sedangkan multimeter digital pada display menampilkan langsung nilai numerik (angka) sebagai hasilnya.

Bagian-bagian dan Simbol multimeter digital


Berikut bagian utama multimeter:

  1. Layar LCD (display): merupakan sebuah tampilan layar untuk menunjukkan suatu hasil berupa angka dari hasil sebuah pengukuran.
  2. Selector: yaitu knob ditengah untuk memutar dan memilih mode yang mau diukur (arus, tegangan, hambatan)
  3. Posisi off: selalu pastikan posisi off ketika alat sudah tidak digunakan dan disimpan agar baterai hemat dan tidak boros.
  4. Kabel Multimeter: ada 2 kabel yaitu merah (+) dan hitam (-)
  5. Tegangan DC (V): tegangan DC dengan simbol garis lurus dan ada titik-titik dibawah melambangkan direct current (DC) yaitu arus searah. Fungsinya untuk mengukur tegangan listrik dari sumber DC seperti baterai, aki, adaptor dan lainnya yang menggunakan arus DC. Adapun pada pemilihan rentang (range) pada tipe multimeter jenis ini yaitu 200m, 2000m, 20, 200, dan 1000 volt DC. Ketika ingin mengukur tegangan bisa disesuaikan berapa volt yang ingin diukur. Dan jangan mengukur dengan skala kecil jika arus tegangannya besar. Misal pada pengukuran baterai 1,5V, 9V bisa menggunakan pengukuran skala 20 volt.
  6. Tegangan AC (V~): pada simbol V dengan gelombang (V~) yaitu arus secara bolak balik (AC) Alternating Current. Arus AC ini digunakan pada jaringan listrik rumah, pabrik, Gedung dan lainnya. Adapun pilihan rentang (range) yaitu 200 dan 750 volt AC. Ketika ingin mengukur pada colokan listrik yang umumnya bertegangan 220V sebagai standar tegangan listrik untuk rumah tangga, pada pengukuran multimeter bisa gunakan pada skala 750VAC karena pengukurannya lebih besar daripada 200VAC.
  7. Resistansi (Ω) ohm/hambatan: simbol ohm digunakan untuk mengukur hambatan atau resistansi listrik misalnya bisa mengukur pada nilai resistor.
  8. DC Current dengan simbol (A) untuk mengukur arus searah yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dan adapun simbol 10A yaitu pengukuran arus hingga 10 ampere dengan catatan harus memindahkan kabel probe merah ke kelubang khusus yaitu 10A.
  9. Uji transistor (hFE): digunakan untuk mengukur komponen transistor NPN dan PNP. Pada pengukuran ini kaki transistor dimasukkan kelubang sesuai pada jenis NPN atau PNP.
  10. Uji Dioda: digunakan untuk menguji pada komponen dioda
  11. COM (Common): yaitu tempat colok kabel hitam negatif (-)
  12. VΩmA: untuk mengukur (tegangan, hambatan, dan arus kecil), dan sebagai tempat colok kabel merah positif (+)
  13. 10A MAX: tempat colok kabel merah positif (+) khusus untuk mengukur arus tinggi sampai 10 Ampere.

 

 

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait